November 2008


Kalo ngomongin cowok cool, wah, gw semangat banged, hehe…. ga tau sejak kapan, gw nge-fans sama enrique, soale vokal dan penampilannya enak banget untuk didenger/diliat. Baru2 ini enrique berhasil menggondol penghargaan bergengsi american music award untuk kategori best latin act, kemenangan ini diraih karna banyak fansnya yang support dia. Untuk karir bermusiknya, enrique juga baru aja ngeluarin album teranyarnya yang bertajuk Greatest Hits, kumpulan lagu hitsnya, selama ia berkarir di dunia musik.

Enrique memiliki nama lengkap Enrique Miguel Juan Carlos Iglesias Preysler, lahir di Madrid, Spanyol, 8 Mei 1975. Ia dikenal sebagai penyanyi latin (berkebangsaan Spanyol).

Bokap Enrique adalah Julio Iglesias, penyanyi yang pernah berjaya dimasanya sementara nyokapnya adalah seorang  wartawan bernama Isabel Preysler.

Album-album Enrique di antaranya, Enrique Iglesias (1995), Vivir (1997), Cosas del Amor (1998), Enrique (1999), Escape (2001), Quizas (2002) dan Seven (7) (2003). Hampir sebagian besar albumnya berhasil meraih multi-platinum. Busyet dah. That was very awesome!

Di bidang film, enrique pernah main bareng Antonio Banderas, Salma Hayek dan Johnny Depp dalam film yang berjudul Once Upon a Time in Mexico.

Prestasi enrique yang lain, ia tercatat pernah memecahkan rekor single nomor satu terbanyak di tangga lagu Billboard, ngalahin The Beatles sama Mariah Carey.

Dalam sejarah Billboard, lagu yang dicatat The Beatles yang berhasil nongkrong di peringkat pertama sebanyak 18 single, Mariah Carey 20 single, dan Enrique ngalahin mereka berdua dengan mencatatkan 21 single.

Sebelumnya, enrique sempat berada di posisi yang sama dengan Mariah dalam perhitungan kumulatif mingguan dengan jumlah total 79 minggu. Namun dengan single terbarunya, posisi ini segera saja berubah, enrique mencatatkan total 85 minggu untuk hits nomor satu. (berbagai sumber)

One of my fav song from enrique adalah Bailamos….. hm, asik kali ya kalo nge-dance dengan diiringi suara seksi enrique, yuk mariii….


BAILAMOS

Tonight we dance
I leave my life in your hands
We take the floor
Nothing is forbidden anymore

Don’t let the world in outside
Don’t let a moment go by
Nothing can stop us tonight

Chorus
Bailamos – let the rhythm take you over Bailamos
Te quiero amor mio – Bailamos
Wanna live this night forever – bailamos
Te quiero amor mio – Te quiero

Tonight I’m yours
We can make it happen I’m so sure
I won’t let it go
There is something I think you should know

I won’t be leaving your side
We’re going  dance through the night
I want to reach for the stars.

Chorus
Bailamos – let the rhythm take you over Bailamos
Te quiero amor mio – Bailamos
Wanna live this night forever – Bailamos
Te quiero amor mio – Te quiero

ooh… Tonight we dance
ooh… Like no tomorrow
ooh… If you will stay with me
Te quiero mi amor

Quidate conmigo
esta noche – bailamos

Bailamos – let the rhythm take you over Bailamos
Te quiero amor mio – Bailamos
Wanna live this night forever – Bailamos
Te quiero amor mio Bailamos
Como te quiero
Como te quiero
Como te quiero

Di waktu luang kamu nggak tau musti ngapain?! gampang aja, nonton aja si jago merah, film yang disutradarai Iqbal Rais produksi star vision ini lumayan seru loh untuk ngisi waktu luang kamu. Cukup menghibur dan bisa bikin kamu ketawa. Maap, ini bukan promo, ini cuma jualan (sama ajah!!), maksudnya ini cuma saran…. heuheu…

Si Jago merah menceritakan tentang 4 mahasiswa yang nyambi kerja jadi pemadam kebakaran. Awal mulanya mereka nunggak uang kuliah sampe 4 semester. Mereka sebenernya anak orang kaya, tapi ortu mereka bangkrut (dengan berbagai macam alasan, kalo nggak salah ada yang bangkrut karna lumpur Lapindo, coba Para pejabat negara, gimana tuh penanggulangannya, hehe peace!), sehingga mau ga mau mereka harus cari cara untuk bayar uang kuliah mereka. Mereka lalu berhutang untuk membiayai tunggakan tersebut. Dan untuk membayar utang tersebut, mereka akhirnya nyambi kerja.

Judika (as Rojak Panggabean, nyambi jadi tukang taksi, tapi sempet marah2 karna ada penumpang yang ga bayar, cape deh), Agus Ringgo (as Dede nyambi jadi sales kosmetik, tapi kosmetiknya ga laku2, kasian deh), Desta (as Gito, nyambi jadi bartender yang minumannya ga enak untuk diminum), Ytonk (as Kuncoro nyambi jadi petugas parkir and mobil yang musti diparkirin ga abis2).

Karena jam kerja mereka ga memungkinkan mereka untuk nyambi kuliah, akhirnya mereka mutusin untuk nyari kerjaan yang lebih nyante yang bisa disambi kuliah. Untuk itulah mereka akhirnya ngelamar jadi petugas pemadam kebakaran. Yeah, nyante karena nggak tiap hari terjadi kebakaran.. (heuheu bisa aja).

Awal mula menjalani tugas mereka sebagi petugas pemadam kebakaran, mereka hanya ngurusin hal2 sepele, dari ngambil cincin yang jatuh ke toilet (apa bener hal ini pernah terjadi?! kayaknya terlalu lebay deh) sampe ngambilin binatang peliharaan nenek2 yang nangkring di atas pohon (nah kalo ini ga lebay)

For the whole story, film ini menghibur (pisan), tapi (punten) kayaknya jarang ada kejadian kebakaran yang disiarin live di tipi deh, apalgi petugasnya (dede/ringgo) dizoom segala (adegan waktu kebakaran di museum)…

Trus abis getho, agak kurang komplit juga diceritain gimana cara2 nyelamatin orang dalam situasi kebakaran, harusnya kan dijelasin lebih rinci, pan lumayan buat masukan. Di situ hanya divisualisasiin gimana ke-4 mahasiswa itu ikut latihan (yang lumayan berat) untuk bisa jadi petugas  pemadam dengan dibarengi OST yang dibawain The Cangcuters (tapi sumpah nama pelatihnya lucu loh kodrat firasat, hihihi..)

But, that’s just my opinion, nggak usah terlalu dipikirin (siapa juga yang mikirin!) jangan  dianggap terlalu serius.

Pokonya nice try ‘n nice job guyzsi jago merah bener2 alternatif tontonan yang menghibur. Judika sebagai pemain pemula, wuh, perannya dapet banged (tuh sampe pake ‘d’  saking dapetnya), pol2an dah, lucu dan cablak gimana getho… nggak tau deh apa itu karena Judika orang batak beneran sehingga perannya pas (tapi aslinya judika orangnya emang lucu, xixixi). Buat Agus Ringgo, wah tampangnya lumayan cute (kok cuma lumayan seh?!), ga tau kenapa gue selalu suka akting agus. Good luck buat si jago merah.

Ups, kelupaan. Prinsip hidup gue sangatlah tegas, yaitu….. GIMANA RAMENYA AJA!!!  hahaha……

Le Grand Voyage, perjalanan spiritual ke tanah suci

Di antara waktu luang, terkadang gue iseng nyewa film. Maklum hobi nonton. Kebanyakan sih film2 lama, tapi film baru juga tetep dicari. Dari mulai serial Korea yang dibintangi Rain, cowok ter-cool sekorea, hehe.. sampe film2 yang dibintangi Shakruk Khan (ups,  jangan salah, gue ngefans loh sama Sakhruk.. abis kalo dia akting, dalem banget, kalah sumur…)

Dari sekian banyak film yang udah gue liat, ada satu film yang menurut gue remarkable banget. Yaitu, Le Grand Voyage, film berbahasa Perancis produksi Humbert Balsan yang diproduksi tahun 2004.

Film ini dibintangi oleh Nicolas Cazale dan Mohamed Majd. Bercerita tentang perjalanan seorang pria (yang ditemani anak cowoknya) yang menunaikan ibadah haji ke tanah suci dengan menggunakan mobil. Jarak yang harus ditempuh (untuk pergi) adalah kurang lebih 5000km. Serius?! ya iyalah Seurius, masa the cangcuters, hehehe…

Sebenernya kalo dari segi visual, visualisasi film tersebut biasa2 aja, tapi dari segi ide cerita dapet banget. Sederhana, tapi cukup mengena di hati, sangat bagus untuk menambah wawasan spiritual kita.

Film dibuka saat Reda (Nicolas Cazale) diminta ayahnya (Mohamed Majd) untuk menemaninya sekaligus menyupirinya ke tanah suci umat muslim, yaitu Mekah.

Tadinya ayah Reda akan mengajak kakak Reda (Khalid) untuk pergi, tapi berhubung surat2 kendaraan Khalid disita polisi karena Khalid melanggar lalu lintas, akhirnya Redalah yang mendapat tugas menemani ayahnya. Reda merasa kesal karena ia sebenarnya akan menjalani ujian akhir, tapi ia tak bisa menolak permintaan ayahnya.

Ayah Reda dan keluarganya sudah bermukim di Perancis selama kurang lebih 30 tahunan. Keluarga mereka adalah imigran asal Maroko.

Saat mau pergi, Khalid (kakak Reda) meminjamkan kameranya pada Reda. Ia berpesan agar Reda mengabadikan foto selama perjalanan. Tapi sayangnya saat melewati Milan dan Venesia, ayah Reda tidak mengijinkan Reda untuk menghentikan mobilnya. Padahal Reda ingin sekali mengambil foto dan melihat2 keadaan. Ayahnya bilang bahwa mereka pergi bukan untuk bertamasya.

Di perjalanan, Reda selalu berkomunikasi dengan pacarnya, Lisa lewat hape. Saat Reda tidur, ayahnya membuang hape Reda ke tong sampah.

Menuju Beograd, mereka tersesat, jalan yang mereka lewati tidak ada di peta. Reda ingin balik arah ke Zagreb untuk langsung menuju jalan tol ke arah Beograd, tapi ayahnya keukeuh menyuruhnya lewat jalan kecil. Di persimpangan, Reda bertanya mau ke kiri atau ke kanan, ayahnya melihat ke arah langit, lalu memutuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Esok paginya, saat melanjutkan perjalanan, mereka bingung harus kemana. Mereka tiba2 ketemu ibu tua yang berpakaian hitam2 di daerah terpencil tersebut (tanpa membawa koper dan lainnya). Saat bertanya kemana arah menuju Beograd, ibu itu diam saja, dia malah masuk mobil dan menumpang mobil mereka. Tangannya hanya menunjukkan bahwa mereka lurus saja.

100km menuju Beogrod, dokumen mereka diperiksa petugas. Saat Reda melihat ke tempat duduk belakang, ibu itu menghilang, tapi melewati perbatasan, ibu itu tiba2 mencegat mobil mereka dan ikut lagi. Kali ini dia bilang kalo dia ingin ke Delic.

Reda dan ayahnya bertanya pada orang2 dimana Delic berada, tapi tak ada yang tahu. Mereka akhirnya meninggalkan ibu tersebut di suatu penginapan yang mereka lewati.

Dalam perjalanan menuju kota Sofia, mereka terjebak dalam salju. Sambil menunggu badai salju, Reda bertanya pada ayahnya kenapa mereka tidak pergi ke Mekah dengan menggunakan pesawat saja, ayahnya bilang:

“saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali. Air laut menguap ke awan. Saat menguap, ia menjadi tawar. Itulah sebabnya lebih baik naik haji berjalan kaki daripada naik kuda. Lebih baik naik kuda daripada naik mobil. Lebih baik naik mobil daripada naik kapal laut. Lebih baik naik kapal laut daripada naik pesawat.”

Ayah Reda juga bercerita : “ketika aku kecil, almarhum kakekmu berangkat (menunaikan ibadah haji) dengan naik keledai. Kakekmu lelaki pemberani, tiap hari ayah naik ke atas bukit, di sana ayah bisa lihat cakrawala. Ayah ingin menjadi orang pertama yang melihat (cakrwawala) itu kembali.”

Cuaca berubah tambah buruk, di dalam mobil, Reda kedinginan, ia tak bisa tidur karena terlalu dingin. Tapi akhirnya ia tertidur juga. Saat Reda bangun, mobil mereka terkubur salju, dan ayahnya pingsan kedinginan.

Reda lalu membawa ayahnya ke rumah sakit di kota Sofia. Mobil mereka diparkir di stasiun kota, mereka pergi ke rumah sakit dengan naik taksi. Saat ayahnya bangun, ia minta Reda untuk mengambilkan buku doa di laci mobil mereka. Redapun pergi untuk mengambil buku doa yang diminta ayahnya. Dalam perjalanan, di pinggir jalan Reda melihat ibu tua yang pernah menumpang mobil mereka.

Memasuki Turki, Reda mengalami masalah karena paspornya dianggap bermasalah. Mereka tertahan di perbatasan selama satu jam. Untung ada seorang pria (Mustapha) yang bisa berbahasa Perancis yang membereskan masalah itu. Mustapha lalu ikut mobil mereka dan minta Reda mengantarkan dirinya ke rumahnya di Istambul.

Mustapha meminta Reda untuk minum teh di rumahnya, Reda menerima tawaran itu, tapi ayahnya menolaknya. Mustapha kemudian minta pada mereka agar mengijinkannya ikut pergi ke tanah suci.

Di Istambul, Reda melihat2 keindahan masjid di sana. Ada satu masjid yang bernama masjid biru, dimana konon di masjid itu terdapat potongan Hajar Aswad.

Bersama Mustapha akhirnya Reda bersenang2 minum bir. Keesokan harinya saat Reda dibangunkan oleh ayahnya, uang ayahnya ternyata hilang dicuri. Mereka menuduh Mustapha mengambil uang mereka tapi Mustapha menolak tuduhan tersebut.

Reda dan ayahnya akhirnya melanjutkan perjalanan. Ayah Reda ternyata masih menyimpan cadangan uang yang ia selipkan di ikat pinggangnya. Uang itu sebenarnya untuk ongkos pulang mereka.

150km ke arah Damaskus, mobil mereka panas karena melewati gurun. Mereka lalu berhenti di sebuah sumber air di daerah gurun tersebut. Saat Reda sedang menuangkan air ke mobilnya, ada seorang janda dengan anaknya yang meminta uang. Tapi Reda acuh saja, tapi saat janda itu meminta uang pada ayahnya, ayahnya langsung memberikan. Reda langsung marah2, dia bilang bagaimana mungkin mereka menghamburkan uang saat mereka kekurangan uang.

Melihat kemarahan Reda, ayahnya menyarankan agar mereka menjual mobil mereka di Damaskus, setelah itu Reda boleh pulang naik pesawat, karena dari Damaskus, ayahnya bisa melanjutkan perjalanan seorang diri. Ia tak butuh Reda lagi.

Di dalam mobil, ayahnya menawari Reda roti, Reda menolak, ia bilang roti tidak cukup untuk mensuplai tenaganya. Ia butuh daging. Ayah Reda akhirnya menukar kamera kakak Reda dengan seekor kambing.

Reda merasa terganggu dengan keberadaan kambing di mobil mereka, ayahnya akhirnya memutuskan untuk memotong kambing itu saja, tapi saat mau dipotong, kambing itu malah lari.

Sampai di Arab Saudi, mereka bertemu dengan orang2 yang juga akan menunaikan ibadah haji. Mereka juga  datang dengan menggunakan mobil, bis dan yang lainnya. Mereka ngobrol tentang asal usul negara mereka, ayah Reda bilang :

“Kami dari Perancis. Kami menempuh perjalanan 5000 km untuk sampai ke sini. Kami melewati Italia, Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Syria, Yordania.”

Mereka lalu sholat berjamaah. Reda bertanya pada ayahnya, apa istimewanya Mekkah sehingga ayahnya ingin pergi ke Mekah. Ayahnya bilang:

“Mekah adalah tempat suci umat muslim. Berjuta2 orang datang ke sana untuk melakukan ibadah haji. Ayah harus memenuhi panggilan melakukan ibadah tersebut sebelum ajal menjemput.”

Berbeda dengan pemilu2 sebelumnya, pemilu di Amerika Serikat kali ini sepertinya menyedot perhatian dunia. Bukan warga AS saja yang harap2 cemas dengan hasil penghitungan suara electoral vote pada 4 nov kemarin (waktu amrik), tapi seluruh duniapun menunggu. Dan lucunya histeria kegembiraan terjadi dimana-mana saat Obama dinyatakan menang dengan mengantongi 349 suara dari 538 pemilih yang tergabung dalam dewan pemilih atau unggul dari rivalnya McCain yang memperoleh 173 suara.

Kemenangan Barack “Barry” Hussein Obama Junior lalu dirayakan dimana-mana. Di kota Obama, Jepang, masyarakat menari dan bersorak gembira (mereka sumringah secara nama kota mereka sama dengan nama Obama, hehe, bisa aja). Di kedubes AS di seluruh dunia (Inggris, Indonesia, dll) juga menyambut antusias. Di Kenya, yang notabene tempat kelahiran ayah kandung Obama, yakni Barack Hussein Obama Senior, malah diberlakukan libur satu hari menyambut kemenangan itu.

Obama’s fever atau demam Obama sepertinya langsung merebak kemana-mana. Gimana mungkin hal ini bisa terjadi?!

“Sungguh suatu inspirasi. Ia (Obama) benar2 presiden global AS pertama yang pernah dimiliki dunia,” ujar seorang warga negara Thailand (Kompas, 6 nov 08), “ia mempunyai masa kanak2 di Asia, asal-usul Afrika, dan bernama tengah Timur Tengah. Dia benar2 seorang presiden global.”

Obama memang pernah melewatkan masa kanak2nya di Indonesia, berayah orang Kenya, dan bernama tengah Hussein.

Tapi satu catatan sendiri yang membuat Obama jadi sejarah dunia adalah bahwa ia presiden kulit hitam pertama AS. For next hundred years nama Obama mungkin masih akan terus disebut-sebut dalam sejarah.

Obama yang terpilih sebagai presiden AS yang ke 44 berhasil meruntuhkan tembok rasial yang notabene sangat kuat bercokol di bumi amrik. Walau amerika terkenal sebagai negara demokratis, tapi toh masalah rasialisme di sana masih kental sekali. Tapi Obama berhasil mencairkan kekentalan itu.

Semua orang kini, sepertinya menggantungkan harapan yang besar pada Obama, mereka muak dengan segala bentuk arogansi kepemimpinan presiden AS sebelumnya (yang bertengger di bahu bush), moga2 semua arogansi itu perlahan-lahan menghilang. Harapan yang ditumpukan pada Obama adalah adanya perubahan signifikan di berbagai segi, baik politik, ekonomi, sosial, kebijaksanaan luar negeri, kesejahteraan dalam negeri, dll.

Kalau kata2 “berhasil mewujudkan harapan” dipandang terlalu ideal bagi Obama, toh Obama bisa menggunakan kata2 “bersedia memperjuangkan harapan” dengan sepenuh hati sesuai dengan janji2 kampanyenya. Dan salah satunya, menarik mundur pasukan AS dari Irak.

For me, maybe ikut terkena syndrom Obama’s fever, tapi itu ga lain ga bukan karena Obama muda, ganteng, kharismatik, cerdas, inovatif, kreatif dan punya senyum yang menawan…hahaha…. ya iyalah, kalo disuruh milih suka liat presiden (dimanapun di muka bumi ini) yang muda atau yang maaf, udah uzur, pastinya gue milih yang masih muda…. (tapi ini totally subjective).
Ada satu rasa antusias tersendiri di kalangan warga Indonesia dengan kemenangan Obama, itu ga lain karena Obama pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia selama kurang lebih 4 tahun (1968 – 1971). Obama bersekolah di SD Negeri 04 Percobaan di Jl. Besuki, Jakarta Pusat (dulu namanya SD Besuki) dan SD katolik Asisi.

“Ia termasuk anak hiperaktif. Kami tak berhenti bermain kelereng dan gambaran,” kata Rully Dasaad, sohib “Barry” Obama waktu di SD Besuki (Kompas, 6 Nov 08). “Waktu tiga bulan pertama, Barry anak alim, tetapi setelah itu nakal. Tingkat kebandelan kami wajar,” ujar Rully lagi (kini Rully berprofesi sebagai fotografer prof). “Saya ingat kalau bermain detektif ala film serial I Spy, Barry memilih peranan aktor kulit hitam di film itu, Bill Cosby. Padahal, Barry tak terlalu hitam karena ibunya bule.”

Salah satu eks guru Barry bilang, “Barry anaknya pemberani sekali. Kalau disuruh maju, dia akan langsung maju ke depan kelas, dan pada saat itu ia hafal Pancasila.”

Tapi saat teman masa kecil Barry asik bercerita tentang pertemanan mereka dulu, toh ada saja komentar negatif seperti ini: “yaelah, gitu aja diributin, belum tentu dianya juga inget Indonesia.”

Ups, ntar dulu coy, masa iya Obama lupa Indonesia, pan adik seibunya, maya soetoro-Ng berdarah Indonesia. Pastilah secara historical dia punya ikatan khusus dengan Indonesia….. (hehe.. ngarep).

Di pidato kunci konvensi partai Demokrat tahun 2004, Obama bilang :

“Tak ada orang hitam amerika, dan orang putih amerika, dan orang latin amerika, dan orang asia amerika, yang ada hanyalah amerika serikat. Saya tak punya pilihan lain kecuali memercayai visi amerika. Sebagai anak lelaki hitam dan perempuan putih, sebagai orang yang lahir di Hawaii yang multirasial bersama saudara tiri yang separuh Indonesia, punya ipar dan keponakan keturunan China, punya sodara2 mirip Margaret Thatcher, saya tak bisa setia pada sebuah ras saja.”

Kata2 itu melambungkan nama Obama di negerinya sendiri.

Akhirnya, sukses dan selamat bekerja (keras) buat Obama, “presiden global” pertama dunia (berbagai sumber)