Maret 2009


Musik adalah suatu alunan suara yang indah, yang tertata apik dalam rangkaian nada, yang tanpa kita sadari dapat membantu kita dalam mengekspresikan perasaan kita, baik sedih ataupun senang.

Musik tercipta dari orang2 kreatif yang memiliki sense of art yang tinggi. Tapi tanpa diciptakan, alam sebenarnya udah nyediain musik bagi kita. Coba aja dengar gemuruh ombak di lautan, atau deru angin, atau rintik air hujan di atap rumah, atau air terjun yang memecah bebatuan, atau burung2 yang berkicau dengan riangnya, atau kodok2 yang saling bersahutan saat turun hujan, semua mendatangkan bunyi yang (terkadang) terasa nyaman di telinga kita.

Tahu nggak, selain untuk menghibur dan mengekspresikan perasaan kita, musik ternyata punya pengaruh untuk kesehatan tubuh! tapi sebelum kita ngomongin hal itu, ada baiknya kita liat dulu (sedikit) tentang sejarah musik.

Pada abad 2 dan abad 3 Sebelum Masehi, musik sudah dikenal di Tiongkok dan Mesir. Pada  masa itu musik mempunyai bentuk tertentu. Musik Hibrani lalu berkembang. Perkembangannya mendapat influence dari Mesir dan Babilon. Musik Hibrani ini di kemudian hari menjadi musik gereja.

Penyebaran musik (yang saat itu biasa digunakan untuk mengiringi upacara2 kepercayaan) terus berkembang hingga ke wilayah Eropa. Jenis musiknya adalah musik instrumental. Sementara alat musik yang dikenal adalah biola dan cello. Komponis2 besar duniapun kemudian bermunculan di Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Rusia.

Komponis2 itu berjaya pada masanya, sebut saja :

- Johan Sebastian Bach (1685-1750, berasal dari Jerman), gubahan-gubahannya mendasari musik modern.

- Wolfgang Amandeus Mozart (1756-1791, berasal dari Austria), gaya yang diusungnya adalah gaya klasik murni.

- Ludwig Von Bethoven (1770-1827, lahir di Jerman), menamakan dirinya sebagai pujangga nada, merupakan anak didik Mozart.

Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai tercipta dan mulai berkembang, oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing2, meskipun pada permulaannya sama2 bergaya romantik.

Perancis pada abad 20 menjadi pelopor musik impresionistis, tapi setelah itu berubah menjadi ekspresionistis. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan. Saat itu, musik tidak hanya dipergunakan untuk urusan keagamaan, tapi sudah beralih ke urusan duniawi.

~Pengaruh Musik untuk Kesehatan~

Aristoteles mendefinisikan musik sebagai : “mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.”

Definisi dari Aristoteles itu sepertinya nggak berlebihan, karena ternyata dari penelitian2 musik yang dilakukan pasca keberadaan Aristoteles, diketahui bahwa musik punya pengaruh untuk kesehatan tubuh, diantaranya :

1. Membantu proses penyembuhan

Para peneliti dalam psikoneuroimunologi atau ilmu yang mempelajari hubungan antara suasana hati dengan sistem syaraf dan sistem kekebalan, mempercayai bahwa musik bisa meningkatkan kadar endorfin.

Kadar endorfin adalah zat yang dihasilkan tubuh kita untuk meredakan rasa sakit dan diyakini ikut ambil bagian dalam mengontrol respon tubuh terhadap stres, mengatur konstraksi dinding usus dan menentukan suasana hati.

Kimiawi penyembuh yang dihasilkan oleh kekayaan musik (dalam hal ini berupa efek kegembiraan) membuat tubuh mampu menghasilkan anestetik sendiri dan meningkatkan fungsi imun.

Dr. Joseff Arezzo seorang ahli syaraf, mengibaratkan musik sebagai stimulus (rangsangan) yang ampuh untuk mendorong pola aktifitas dalam cortex otak. Sedangkan penelitian efek terapi musik di Colorado State University menyatakan bahw ritme lagu dapat memicu aktifitas sistem gerak otak pada penderita stroke.

2. Untuk mempengaruhi suasana hati

Efek  musik pada orang sehat dengan orang sakit berbeda. Biasanya efek pada orang sakit lebih besar daripada orang sehat. Menurut para ahli, musik merupakan terapi psikofisika, artinya bisa mencakup kedua hal yang psikis dan fisik. Keduanya merupakan kesatuan dalam tubuh kita, dengan musik, kedua aspek ini menjadi berimbang.

Dalam prakteknya, terapi musik terdiri dari dua hal yaitu aktif dan pasif. Terapi aktif, pasien dapat turut serta berpartisipasi, seperti misalnya saat mendengarkan musik, ia bersenandung, menari atau sekedar bertepuk tangan. Sedangkan dalam terapi pasif kita tak melakukan apapun (secara motorik mereka pasif), tapi sesungguhnya aktivitas mentalnya tetap bekerja. Mereka bisa berimajinasi sesuai dengan tema musik yang mereka dengarkan. Misal, musik romantis dapat membuat mereka teringat kenangan indah. Tempo musik juga ternyata bisa menentukan suasana hati si pendengar. Tempo standar musik klasik (tempo moderato) hampir sama dengan denyut nadi manusia rata2 dan dianggap menenangkan, sementara musik yang dinamika dengan irama cepat dianggap memberi semangat.

3. Untuk Relaksasi

Terapi musik, dapat dipergunakan juga untuk relaksasi. Kehidupan kota besar yang dipenuhi kebisingan, terkadang membuat tubuh dan pikiran kita menjadi lelah dan penat.  Lakukanlah terapi musik. Terapi musik adalah sebuah cara meningkatkan kesehatan seseorang dengan bantuan harmonisasi musik. Harmonisasi musik diharapkan dapat  meredam suara bising, mengendalikan emosi dan merangsang suasana hati menjadi positif. Musik yang digunakan sebaiknya yang slow dan volumenya tidak terlalu keras, sehingga tidak menimbulkan suara gaduh dan meningkatkan emosi.

Tips Terapi Musik :

- duduk rileks atau berbaring  di tempat yang tenang dan bersih dengan penerangan yang cukup, pastikan tak ada yang mengganggu.

- tenangkan diri, pada saat mendengarkan musik tarik nafas dalam2, seolah-olah sedang menghirup suara musik yang sedang didengarkan.

- lepaskan segala beban pikiran.

4. Sebagai Stimulus pada Janin

Stimulus baik diberikan pada janin, karena hal itu bermanfaat bagi kecerdasan dan kepribadian sang janin kelak. Stimulasi pralahir idealnya diberikan saat janin usia trimester kedua (usia kandungan 16 minggu), namun tak ada salahnya stimulasi diberikan pada trimester pertama dimana susunan otak sudah terbentuk. Semakin banyak sel2 otak menerima stimulasi, semakin kompleks bagian otak yang menerima pesan/rangsang dari tubuh (dendrit). Otak akan makin tumbuh dan menjadi besar. Semua ini akan menentukan intelegensi serta kemampuan sosial dan emosi janin. Salah satu cara menstimulasi janin adalah dengan memperdengarkan musik pada janin.

- perdengarkan musik lembut atau musik klasik setiap malam, kurang lebih 10 menit setiap hari.

Menurut penelitian yang telah dilakukan di negara2 Barat, musik klasik adalah bentuk stimulasi yang sempurna, namun kita juga dapat memperdengarkan musik2 yang easy listening, new age, bahkan musik tradisional dengan catatan jangan terlalu keras suaranya.

Keunggulan mendapat stimulasi pralahir dengan memperdengarkan musik adalah :

- bayi (yang sudah lahir) mengenali musik (familiar dengan musik) yang mereka dengar saat masih di dalam rahim.

- mereka menjadi anak2 yang dinamis, namun santai, sekaligus memiliki inisiatif dan rasa ingin tahu yang besar.

5. Membantu Kecerdasan Anak

Selain dapat membantu janin yang masih dalam kandungan ibu, musik (dalam hal ini musik klasik) ternyata bisa meningkatkan kecerdasan anak2 seperti mempengaruhi perkembangan Intelegensia Quotien (IQ) dan perkembangan Emotional Quotien (EO).

Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik  akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensianya dibanding anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik disini adalah musik yang memiliki irama teratur, nada2 yang teratur, bukan nada2 yang miring. Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan  musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang otak anak. Sampai usia 4 tahun, otak anak akan berkembang hingga 80%.

6. Mengurangi timbulnya rasa sakit

Sebagian rumah sakit di negara2 Barat memperdengarkan lagu2 indah untuk membantu penyembuhan para pasien. Andreas Christanday, seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan mahluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat  dengan speaker yang menyanyikan lagu2 slow rock dan heavy rock, sementara tanaman yang lain diletakkan di dekat speaker yang memperdengarkan lagu2 indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari, terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu2 rock menjadi layu dan mati, sedangkan di dekat speaker lagu2 indah, tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan mahluk hidup.

Mendengarkan musik saat senggang atau ketika libur kerja bisa membantu mengembalikan energi menjadi lebih bertenaga, bahkan untuk mereka yang sedang terbaring di rumah sakit bisa mengurangi rasa khawatir pasien dalam menjalani operasi atau serangkaian proses berat di rumah sakit, sebab musik akan mengurangi timbulnya rasa sakit dan mempengaruhi mood pasien.

Itulah beberapa pengaruh musik untuk kesehatan tubuh. Penelitian mengenai hal ini masih terus berlanjut. Tapi gimanapun, banyak manfaat yang kita dapat dari mendengarkan musik. Jadi tunggu apa lagi, pilih musikmu dan dengarkan musikmu baik2. Selamat menikmati musik. (berbagai sumber : cepspenza; revarius opinion; info kehamilan; lensa derby; dechacare).

Wah, judulnya cukup serem yah, emang Hello Band punya ular berbisa yang suka menggigit?!…. ugh, punya, tapi jangan salah, itu cuma judul lagu alias single pertama mereka (krik.. krik.. krik… maksa)

Mo tau, siapa aja personilnya?! yuk mareee…. ada Widi di Vokal (Widi pernah jadi jawara ajang nyanyi, di Hello doi personil yang masuk paling belakangan), truz ada Gavet di keyboard, ada Prima di bass, ada Gani di gitar, dan ada Dedi di drum.

Hello band sepertinya cukup pede (atau nekat?)  hadir di blantika musik tanah air padahal persaingan  antar band (apalagi band pendatang baru)  lagi ketat2nya. Yeah, gimana ga ketat kalo tiap hari sepertinya ada saja band/solois baru yang muncul.

Tapi sepertinya, Hello Band ga gentar ngadepin itu semua, hal itu terbukti dari suksesnya single perdana mereka Ular Berbisa, yang disukai masyarakat kita (salah satu masy itu gue, hehe, yuk mariii).

Ular berbisa, terbilang cukup energik, ngasih warna baru dan lain diantara sekian banyak lagu baru yang hadir.

Tidak menunggu lama, single kedua dari Hello Band, Biarkan Berlalu ikut diluncurin. Kalo Ular Berbisa cukup nge-beat. Biarkan Berlalu melow gethoo, tapi sama2 asik kok. Sama2 ngeluarin karakter vokal widi yang khas.

Kedua lagu dari Hello Band tersebut (plus sembilan lagu lainnya) terangkum dalam album perdana mereka yang bertitel say hello (produksi Nagaswara Record).

Hello Band dibentuk di kota gudeg, Jogjakarta pada 19 Desember 2007. Nama Hello dipilih (menurut salah satu personilnya)  biar mudah diingat dan lebih familiar di masyarakat. Tagline mereka adalah “menyanyi untuk berbagi”, that’s why kemudian nama Hello dipilih, secara bisa berbagi apa aja kepada siapa aja, berbagi cerita, cinta, dll.

Musik yang diusung  oleh mereka lebih ke pop modern. Kabarnya, genre musik mereka rada2 setipe dengan maroon5 dan ga perlu heran, karena katanya mereka emang suka maroon5.

Sebelum merilis album perdana mereka, banyak suka duka yang mereka alami, kayak ikut berbagai festival band (tapi kalo ini mah  hampir semua band pendatang baru melakoninya, hehe….)

Kini Hello Band udah punya kumpulan fans sendiri (yang selalu siap mensupport Hello Band kapan aja dan dimana aja) yang menamakan diri Hellovers.

Ok deh, sukses buat Hello Band dan Hellovers. Moga eksis terus di industri musik tanah air dan menghasilkan karya musik yang lebih baik lagi. (berbagai sumber)

Lirik Ular Berbisa

Rasa-rasanya aku telah keliru

memilih kamu sebagai kekasihku

cintamu palsu, sayangmu semu

bermain dan permainkan aku

seperti ular, seperti ular

yang sangat berbisa, sangat berbisa

suka memangsa, suka memangsa

diriku tergigit cinta

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

wow

bisa-bisanya aku terkena

bisa-bisanya aku terlena

rupa-rupanya kau berbahaya

rupa-rupanya kau sama seperti ular, seperti ular

yang sangat berbisa, sangat berbisa

suka memangsa, suka memangsa

diriku tergigit cinta

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

seperti ular, seperti ular

yang sangat berbisa, sangat berbisa

suka memangsa, suka memangsa

diriku tergigit cinta

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

aku tertipu, aku terjebak

aku terperangkap muslihatmu

~~~

Biarkan Berlalu

letih aku, bila menatap segala kisah dalam dirimu

pengorbanan dan penantian hanya terbuang dan sia-sia

kau hempaskan tubuh ini

kau goreskan luka hati

tak kan aku kenang lagi

tulus cinta yang kau beri

pergilah cintaku, lupakan dirinya

tak kan aku ingat lagi

sakit hati yang kau beri

pergilah cintaku, biarkan berlalu

(interlude)

wow

kau hempaskan tubuh ini

kau goreskan luka hati

tak kan aku kenang lagi

tulus cinta yang kau beri

pergilah cintaku

lupakan dirinya

tak kan aku ingat lagi

sakit hati yang kau beri

pergilah cintaku, biarkan berlalu, oooh.. ye

pergilah cintaku, biarkan berlalu

~~~

Asmaraku

jangan menatapku, jangan kau melihat aku

seakan ku menyakitimu

jangan berfikir ku, jangan kau merasa aku

seakan ku melupakanmu

baru kini kusadari, engkaulah satu-satunya

yang mengisi hidupku

dan asmaraku,

kan terus memelukmu

menyanjung hatimu

kuingin lama bersamamu

dan asmaraku

kan terus memelukmu

setulus hatiku

kuingin lama bersamamu

dirimu bunga hatiku

ooh…

jangan berfikir ku, jangan kau merasa aku

seakan ku menyakitimu

baru kusadari engkaulah satu-satunya

yang mengisi hidupku

dan asmaraku,

kan terus memelukmu

menyanjung hatimu

kuingin lama bersamamu

dan asmaraku

kan terus memelukmu

setulus hatiku

kuingin lama bersamamu

dirimu bunga hatiku

tak kan pernah terganti, tak akan pernah mati

walau seribu cinta menghampiri

satu-satunya yang tersisa

satu-satunya yang aku punya

dirimu bunga hatiku

ooh

~~~

Tak  Kan Terganti

sekian lama ku tak melihatmu

sekian lama ku tak menyentuhmu

pertemuan itu menggoda

aku mencoba tuk memulai

mencintai dirimu lagi

*

akankah kau berikan

cinta lama yang hilang

akankah kudapatkan

hati yang dulu indah

sesungguhnya engkau tak kan terganti

meski telah ada cinta yang lain

aku tetap saja trus memikirkanmu

pertemuan itu menggoda

aku mencoba tuk memulai

mencintai dirimu lagi

akankah kau berikan

cinta lama yang hilang

akankah kudapatkan

hati yang dulu indah

sesungguhnya engkau tak kan terganti

o.. oh… o.. oh.. oh..

akankah kau berikan

cinta lama yang hilang, oh

akankah kudapatkan

hati yang dulu indah (kisah yang dulu indah)

sesungguhnya dirimu tak kan terganti

~~~

Pejuang Cinta

kau memburu cinta janganlah hanya bermain kata-kata

semua tak akan bermakna jika kau di sini saja

ini saatnya kau menemukannya, yea…

ini saatnya kau tetapkan cinta, oh

*

janganlah lama-lama, kau memendam cinta

katakanlah yang sesungguhnya

janganlah lama-lama kau memendam cinta

lepaskanlah panah asmara padanya

tepat di hatinya, oh, yee

tunjukkan bahwa dirimu pantas untuk memilikinya

tak akan putus tak akan pupus cintamu ditelan dunia, oh

ini saatnya kau menemukannya ye

ini saatnya kau katakan cinta, oh

janganlah lama-lama, kau memendam cinta

katakanlah yang sesungguhnya

janganlah lama-lama kau memendam cinta

lepaskanlah panah asmara padanya, tepat di hatinya, oh.. yeah..

cinta bukanlah bayangan yang sulit tuk diraba

perjuangkanlah, dapatkan cintaaa….

janganlah lama-lama kau memendam cinta

katakanlah yang sesungguhnya

janganlah lama-lama kau memendam cinta

lepaskanlah panah asmara padanya

jangan lama-lama, kau memendam cinta,

katakanlah yang sesuangguhnya

jangan lama-lama, lepaskanlah panah asmara padanya ooh..

tepat dihatinya

PULANG

By Atiko

Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang. Sabtu pagi ini aku sedang pulang ke rumah orangtuaku di Cimahi. Selama ini aku bekerja di Jakarta dan kos di sekitar tempat kerjaku. Kegiatan pulang sudah rutin aku lakukan tiap aku punya kesempatan untuk melakukannya, bahkan selalu masuk agenda bulananku sehingga tak terhitung berapa kali aku pulang, apalagi aku bekerja di Jakarta sudah hampir empat tahun.

Hanya saja ada yang berbeda dengan kegiatan pulangku kali ini, yaitu aku pulang sendirian. Ya, sendirian. Itu satu hal yang sama sekali tidak pernah aku lakukan. Kalau pulang, aku selalu ditemani pacarku, atau sohib2ku dari gank BETE.

Gank BETE adalah gank yang aku bentuk bersama tiga teman cewekku. Disebut gank BETE bukan karena wajah kita nge-bete-in atau kita selalu merasa bete dengan kehidupan. BETE adalah singkatan dari nama personil gank-ku, yaitu Boni, Endah, Tari (yaitu aku) dan Eni.

Kami semua bekerja di sebuah perusahaan distributor yang menjual dan memasarkan produk suplemen kesehatan.

Boni bekerja sebagai resepsionis, Endah sebagai sekretaris (aku menjuluki Endah sekretaris metal, karna gaya Endah fungky abis), Eni bagian keuangan dan aku di marketing eksekutif. Kami berempat kompak sekali, dan manis sekali, dalam artian, tak pernah mau cari masalah dengan kerjaan. Kalo teman2ku pada demo minta naik gaji, kami biasanya memilih jalan2 ke mal, bukannya nggak setia kawan atau nggak butuh peningkatan penghasilan, cuma males aja mesti narik2 urat leher, hehe…

Nah, kembali ke masalahku sekarang, kalo aku pulang ke Cimahi, aku biasa ditemani pacarku atau sohib2ku, atau salah satu dari mereka. Pokoknya aku nggak pernah pulang sendiri seperti sekarang. Tapi sebelnya, saat ini mereka semua nggak bisa nemenin aku karna udah pada punya acara sendiri2.

Boni mau berlibur sama pacarnya ke dataran tinggi Dieng. Ngapain coba ke sana, kan panas. Katanya sih dia ingin naik Keledai. Selain itu, Boni dikomporin temannya untuk jalan2 ke Dieng secara katanya pemandangan alam di sana indah banget. Dari kejauhan kawasan Dieng tampak seperti puncak gunung yang patah, sehingga menyisakan dataran dengan banyak kawah. Itulah sebabnya Dieng dinamai dengan Plateau yang berarti dataran di atas gunung. Di Dieng juga terdapat telaga tiga warna, telaga Pengilon (telaga cermin), gua Semar serta obyek wisata lainnya. Boni terpengaruh oleh bujuk rayu temennya, sehingga week-end ini dia pergi ke sana. Dia bahkan ngambil cuti dua hari.

Kalau Boni mau naik Keledai, Endah beda lagi. Akhir pekan ini dia lagi ingin ikut kursus melukis. Rencananya Endah mau buka usaha tato temporary, jadi dia lagi giat2nya mempersiapkan ini-itu untuk usaha tatonya. Hobi Endah memang melukis, dan lukisannya bagus banget. Dia bisa melukis semua hal, pemandangan, bunga, binatang. Semua hal, kecuali ular, karna dia phobia banget sama yang namanya ular. Dia gak pernah punya pengalaman jelek dengan ular, hanya saja bagi dia, ular itu mahluk menakutkan dan menggelikan.

Kalau Boni mau naik keledai, Endah mau kursus melukis, Eni ternyata lagi disuruh calon mertuanya ikut kursus bikin kue. Camer-nya ngancem ke Eni kalo Eni nggak pinter bikin kue, dia nggak akan dapat restu untuk nikah sama anaknya. Kontan aja Eni stress dengan ancaman itu, sehingga ia langsung mendaftarin diri ikut kursus, walau biayanya mahal banget.

Sebenarnya aku merasa geli dengan tingkah laku Eni, kok mau-mauan disuruh seperti itu. Tapi cinta kali ya, jadi apapun Eni lakukan untuk cinta.

Setelah tahu Boni, Endah dan Eni nggak bisa nemenin aku, tentunya aku berharap pacarku bisa nemenin aku pulang, bahkan sebenarnya sebelum aku bertanya pada ketiga sohibku, aku sudah meminta pacarku menemaniku. Tapi sayangnya, saat ini jempol kakinya lagi sakit, jadi dia terpaksa istirahat, daripada hari Senin nggak masuk kerja.

Ceritanya, dia hobi banget main sepak bola. Nah, pas pulang kerja kemarin, dia nyempetin main sepak bola sama temen2nya di lapangan kantornya yang cukup luas. Udah gitu, dia main bolanya nyeker alias tanpa alas kaki, karna lagi nggak bawa sepatu kets. Suatu kali, dia dapat kesempatan nge-gol-in bola. Saking hot-nya dia ngejar itu bola, sampai nggak lihat ada batu yang lumayan gede di dekatnya. Dan karna hari mulai gelap, sementara lampu tidak terlalu memadai penerangannya, akhirnya batu itu ia tendang. Walhasil jempol kakinya langsung bengkak.

“Lu tuh ada2 aja deh Tar, bukannya nemenin si bule, eh malah keukeuh mau pulang. Kasihan kan dia lagi sakit, lagian minggu depan juga lo bisa pulang kan?” Aku ingat lagi omelan Endah saat semalam aku dan sohib2ku dinner bareng, sepulang kerja.

“Ndah, namanya Alvin, bukan si bule. Capek deh gue sama elo.”

“Iya, iya, Alvin. Sorry, abis enakan manggil si bule.”

“Lo kenapa suka produk impor sih Tar? Kayak kita kekurangan cowok aja.” Sekarang Eni yang protes. Itu pertanyaan Eni yang kesekian tentang pacar buleku.

“Lo repot kayak di Airport deh Ni,” Aku melirik sewot ke Eni, “udah sih santai aja kayak di pantai. Lo pikir gue cinta Alvin karena dia orang luar? Kagak Ni. Gue cinta dia karena dia orangnya baik, understanding, smart, funny, cute.

“Ya, ya, ya, terserah lo dah.” Eni nyengir, “sama elo mah gue peace aja. Nggak dikasih tumpangan lagi kan berabe, hahaha. Keseringan naik taksi bisa bangkrut gue.”

“Terus gimana Tar, lo kenapa nggak milih nemenin Alvin aja sih? Minggu depan gue mungkin bisa nemenin lo pulang!” Endah masih ngotot dengan pertanyaannya.

“Alvin akan baik2 aja. Lagian, gue udah terlanjur janji sama adik gue si Meli, mau beliin dia roti Unyil.”

“Hah, roti Unyil? Lo musti lewat Bogor dong?”

“Yoi.”

“Macet tau lewat sana!”

“Ya mo gimana lagi, udah janji sih sama Meli!” Dan sekarang, aku menyesal nggak nurutin saran Endah untuk pulang minggu depan, karena masuk kota Bogor, kendaraan benar2 nggak bisa bergerak.

Dengan kesal, aku memindah-mindah channel radio di mobilku, tapi lagunya nggak ada yang bagus. Akhirnya aku dapat lagu oke, dari Chris Daughtry, Home. Tepat sekali, lagu itu seolah2 mewakili apa yang kulakukan sekarang yaitu Pulang. Tanpa sadar aku ngikutin bait2 lagu itu.

Staring out into the night, trying to hide the pain

I’m going to the place where love and feeling good don’t even cost a thing

And the pain you feel’s a different kind of pain

I’m going home, back to the place where i belong

And where your love, has always been enough for me

I’m not running from, no, i think you got me all wrong

I don’t regret this life i chose for me

But these places and these faces are getting old

So i’m going home, i’m going home

The miles are getting longer, it seems, the closer i get to you

I’ve not always been the best man or friend for you But your love remains true

And i don’t know why, you always seem to give me another try

So i’m going home, back to the place where i belong

And where your love has always been enough for me

I’m not running from, no i think you got me all wrong

I don’t regret this life i chose for me

But these places and these faces are getting old

Be careful what you wish for

Cause you just might get it all

You just might get it all and then some you don’t want

Lagi asik2nya ngikutin suara Chris, penyiarnya tiba2 ngomong, ngasih tahu keadaan lalu lintas yang macet. Dasar nyebelin, aku langsung mindahin channel lagi.

~~~~~

Aku kini mengarahkan mobilku ke jalan Pajajaran dimana roti Unyil itu berada. Roti Unyil adalah salah satu makanan yang biasa dijadiin oleh2 khas Bogor selain asinan. Disebut roti Unyil karena bentuknya kecil, pas sekali makan. Rasa dari roti Unyil macam2, ada roti jagung, roti coklat keju, roti daging, roti asap sapi, roti coklat, dll. Dari semua rasa itu, roti jagung adalah roti favoritku dan adikku Meli. Dengan memikirkannya saja sudah bikin aku lapar.

Setelah mendapatkan roti yang dipesan adikku (aku beli dua dus ukuran paling besar), akhirnya aku melanjutkan perjalanan sambil mencomoti roti itu satu2, diselingi minum air mineral. Aku berharap roti ini nggak benar2 habis hingga aku tiba di rumah nanti.

Sebenarnya aku sudah sarapan, tapi aroma roti itu benar2 menggugah selera makanku lagi. Aku tadi pergi dari tempat kosku jam tujuh pagi dengan harapan bisa sampai rumah sebelum Dzuhur.

Sebelum pergi, Alvin nelpon aku dan ngasih wejangan macam2. Aku kenal Alvin karena aku sering bertemu dengannya untuk membicarakan masalah pekerjaan. Alvin adalah orang kepercayaan dari owner yang memasarkan produk suplemennya di Indonesia, sementara perusahaan tempat aku bekerja adalah salah satu distributor yang memasarkan produk tersebut. Dan karena aku termasuk salah satu orang kepercayaan bosku, jadi aku yang lebih banyak berhubungan dengan Alvin. Bukan karena aku pintar atau kerjaku bagus, aku jadi kepercayaan bosku dan sering disuruh menangani ini-itu, tapi lebih karena bosku orangnya males sekali. Ia nggak mau pusing menangani ini-itu. Ia sebenarnya udah kelebihan duit. Bekerja hanya formalitas baginya. Sebenarnya tanpa bekerjapun ia akan baik2 saja. Tapi mungkin ia nggak mau dinilai hidupnya tak berguna, sehingga ia mendirikan perusahaan distributor itu. Tapi baguslah, jadi menciptakan lapangan kerja terutama buat aku, hehe. Tapi itu dia, karena males itu tadi, ia memerintah ini dan itu hanya melalui telepon. Ia datang ke kantor kalau aku dan karyawannya yang lain membutuhkan tanda tangannya.

Lagi asik2nya makan roti, hapeku tiba2 bunyi, ternyata dari ibuku.

“Udah jalan Tar?” tanya Ibuku setelah mengucapkan salam terlebih dulu.

“Ini udah sampai Bogor.”

“Loh, kok lewat Bogor sih,”

“Itu, si Meli titip roti Unyil segala.”

“Kenapa kamu turutin, kamu jadinya kan jauh.”

“Nggak apa2, Ma.”

“Macet nggak?”

“Tadi macet banget, sekarang udah lumayan lancar.”

“Ya udah, nyetirnya hati2 ya?”

“Oke bos, dah Mama.”

Baru saja aku selesai bicara dengan ibuku, hapeku bunyi lagi, kali ini dari Eni.

“Tar, gue males banget ikut kursus itu Tar, sumpah,” Eni menggerutu.

“Lah, kenapa elu mau? Lo tuh ada2 aja deh.”

“Abis camer gue maksa gitu. Gue batalin aja ya Tar? Menurut lo gimana?”

“Tapi kan lo udah bayar lunas biayanya. Sayang tahu. Angus nggak duitnya?”

“Katanya sih 20% angus.”

“Yaelah Eni, 20% kan duit.”

“Iya sih, tapi gue males banget.”

“Ya udah, terserah lo dah Ni. Tau lo males kursus, lo temenin gue aja kali. Dasar payah. Lagian camer lo aneh, masa dia pengen menantunya pinter bikin kue. Kawinin aja anaknya sama koki, kan beres.”

“Itu dia masalahnya Tar, Reno tuh sebenarnya udah dijodohin sama anak sahabatnya yang pinter bikin kue. Tapi Reno nolak perjodohan itu. Tapi karena punya menantu yang pinter bikin kue udah jadi semacam obsesi bagi camer gue, jadinya seperti ini, gue jadi korban.”

“Ya udah gini aja, nggak ada salahnya lo ikutin kursus itu. Kali aja lo bakal suka. Ini pertemuan pertama lo, lo nggak bisa bilang kursus itu asik ato enggak kalo lo nggak mencobanya.”

“Tapi Tar, masak mie instan aja gue sering kelembekan melulu, gimana gue bikin masakan yang lain coba.”

“Itu masalah lo, gimana caranya bikin mie instan nggak lembek.”

Loh, kok jadi ngomongin mie instan sih? Gue nyengir sendiri. “Ya udah Ni, you must try, ok?” seruku lagi.

“Oke deh Tari, take care yah.”

“Take care too.”

“Take care three.” Eni cekikikan.

“Take care four, gak lucu tau!” Seruku, Eni memang gokil.

“Biarin, dadah Tari, drive carefully!”

I will.”

Selesai Eni, gantian Boni yang nelpon aku.

“Tari, gimana yah caranya supaya ngantuk?”

“Hah, lo dimana?” Aku bingung, nggak ba-bi-bu, Boni langsung nanya aja gimana caranya ngantuk.

“Lagi di kereta, nggak tahu udah sampai mana, i don’t care.” Jawab Boni males.

“Kok nggak naik pesawat sih Bon?”

“Nggak asik, cepet nyampe. Mending kayak gini, a little bit adventure, lebih berasa.”

“Lebih berasa dari Hongkong, kalo kenyataannya sekarang lo mau tidur. Eh, yang namanya adventure tuh enaknya nikmati pemandangan, bukan bobo terus.”

“Tapi pemandangannya pohon melulu!”

“Ya iyalah pemandangannya pohon, masa lo mau pemandangannya laut. Naik perahu aja kali. Lo bilang tadi gimana caranya supaya ngantuk?”

“iya.”

“itungin aja jumlah pohon yang dilewati kereta lo satu2, pasti lama2 lo ngantuk deh!”

~~~~~

Matahari mulai memancarkan sinarnya yang terasa hangat. Suasana di sekitarku mulai kelihatan ramai. Sesekali satu dua orang terlihat sedang olah raga pagi dengan berlari-lari kecil di pinggir jalan. Aku udah memasuki Cipanas. Sedang asik2nya menikmati suasana di sekitarku, hapeku tiba2 bunyi lagi, kali ini dari Alvin.

“Everything ok, babe?” tanya Alvin langsung.

Sure,” aku menjawab antusias. Alvin sudah tiga tahun tinggal di Indonesia, tapi bahasa Indonesianya ampun, parah banget. Dia nggak pernah berhasil mempelajarinya, kata2 yang ia bisa cuma sedikit. Dia berasal dari Los Angeles.

How your foot?” tanyaku cepat.

“Getting better. I hope tomorrow will be ok. Babe, would you help me?”

about what?”

answer some questions.”

what do you mean, answer some questions?”

Well, i’ve got a puzzle here. So I’ll read the questions for you, then you help me to answer that, ok?”

Astaga, Alvin ngajak aku ngisi teka-teki silang bersama-sama?! Yang benar saja. Tapi cinta perlu pengorbanan, percuma aku ngasih wejangan ke Eni, kalo aku sendiri tidak bersikap baik pada pacarku. Jadi walaupun aku malas, aku akhirnya menjawab apa yang ditanyakan Alvin sebisaku.

Aku nggak tahu udah ngasih jawaban ke berapa saat seseorang tiba2 mengarahkan jempol tangannya ke mobilku, tanda bahwa ia mau menumpang mobilku. Saat jarakku semakin dekat dengannya, aku baru tahu kalau dia seorang cowok.

Honey, i think i can’t help you again for a while, i call you later,” ujarku buru2 pada Alvin.

What’s going on babe? Something happen?”

No.. nothing happen. I.. i just .. i call you latter hon, i promise.

Ok then, take care, babe, luv you much.”

luv you too.”

Aku ingin bilang sama Alvin bahwa sepertinya ada seseorang yang ingin menumpang mobilku, tapi aku nggak mau Alvin khawatir, karena tadi pagi sebelum aku berangkat, dia pesan wanti2, agar aku jangan pernah membiarkan orang asing ikut denganku, siapapun dia, mengingat banyak sekali kejahatan terjadi akhir2 ini.

Aku ingin sekali bersikap acuh, tapi entah kenapa, rem mobilku tiba2 kuinjak, dan aku berhenti di dekat cowok itu. Aku langsung membuka kaca mobilku dan bertanya padanya.

“Ada apa Mas?”

“i.. ini kakiku sakit,” ia menunjuk kakinya.

Aku memperhatikan kakinya sekilas, dan kakinya memang diperban.

“Aku numpang mobilmu sejauh tiga ratus meter saja ya? Rumahku ada di sana, dilewati oleh jalan ini.”

“kenapa Mas nggak naik angkot saja?”

“Aku tidak punya uang,” jawabnya langsung.

“ini, pake aja.” Aku langsung memberikan uang dua puluh ribu, sisa kembalian beli roti Unyil tadi.

“Tapi angkot di sini jarang yang lewat. Aku merasa sakit sekali. Kita hidup harus saling tolong menolong kan?”

Aku diam sejenak, menggigit bibirku dengan gelisah. Aku ingin mengabaikan cowok itu, tapi entah kenapa aku akhirnya mengiyakan. Aku tidak punya firasat buruk tentang cowok itu.

“Baiklah, duduk di bangku belakang aja, di sampingku ada makanan.”

“Tidak masalah, terimakasih banyak.” Ia tersenyum, lalu masuk ke mobilku.

“Sebenarnya kenapa kakinya sampai begitu?” tanyaku sambil menjalankan mobilku lagi, entah kenapa aku jadi ingat Alvin yang juga sedang sakit kakinya.

Cowok itu bukan menjawab pertanyaanku, tapi malah menangis.

“Wah, emang sakit banget ya, sampai nangis gitu?”

“Sebenarnya, kakiku tidak sakit,”

“Apa?” Aku langsung teriak kaget.

“Aku bohong, sebenarnya aku mau minta bantuan Mbak. Ibuku yang sakit, bukan aku. Badannya sudah tiga hari ini panas, tapi tidak bisa berobat karena nggak punya uang. Kumohon, bantu aku untuk ngobatin sakit ibuku.”

Aku terdiam dengan hati dongkol. Dasar rese, rutuk hatiku kesal. Modus operandi penipuan ternyata bentuknya macam2. Pura2 sakitlah untuk minta bantuan, padahal dia bohong. Aku menyesal sudah bertindak ceroboh memberikan tumpangan padanya.

“Ya, sudah, ambil ini,” akhirnya aku ngasih uang seratus ribu padanya, “cukup kan? Maaf gue nggak bisa ngasih banyak. Moga ibu lo cepet sembuh. Udah lo turun di sini aja ya”

“Tapi, aku juga minta tolong untuk nganterin ibu ke klinik.”

“Apa?!” untuk kedua kalinya aku teriak, “gue nggak bisa, gue buru2.”

“Aku mohon, kaki ibuku sakit, dia jalannya agak susah.”

O my God, ada sih orang yang minta tolong nawar.

“Ya udah, rumah lo dimana?” dengan kesal akhirnya aku nuruti cowok itu. Aku benar2 ingin urusanku dengannya cepat selesai.

Cowok itu akhirnya nunjukin jalan ke arah rumahnya. Sedikit berkelok-kelok, tapi akhirnya tiba juga di sebuah rumah kecil. Kupikir cowok itu bercanda minta aku nolong ibunya, tapi ternyata tidak. Setelah turun, ia buru2 lari ke rumahnya, lalu memapah ibunya keluar rumah dan masuk ke mobilku.

“Ayo bu, masuk,” ujarnya.

“Iya,” Ibunya masuk lalu tersenyum ke arahku, “terimakasih neng,”

Aku hanya mengangguk dan kembali menjalankan mobilku, “kliniknya letaknya di mana?” tanyaku males sama si cowok rese itu.

“Lurus saja, tidak jauh dari sini.”

Aku akhirnya menuruti lagi kata2nya. Setelah sampai di klinik, aku berniat langsung pergi, tapi melihat kondisi ibu itu yang cukup memprihatinkan karena jalannya tertatih2, akhirnya aku menunggui ia diperiksa dokter dan kembali mengantarnya pulang.

“Terimakasih banyak Neng, kata anak saya, tadi ia mencegat Neng di jalan.”

“Iya bu,”

“Maafkan kami ya udah nyusahin. Kami benar2 nggak punya uang. Saya udah bilang sama anak saya agar jangan berbuat seperti ini, tapi ia tak mau mendengar. Anak saya baru di PHK, pabrik tempatnya bekerja bangkrut.”

“Tidak apa2 kok Bu, jangan merasa tidak enak. Dan ini, bawa saja, ini untuk ibu.” Aku akhirnya mengambl roti Unyil yang ada disampingku dan memberikannya pada ibu itu. Kupikir Meli cukup mendapatkan roti Unyil-nya satu dus saja.

“Terimakasih Neng, sekali lagi makasih,” si ibu dan anaknya lalu turun dari mobilku.

Aku lalu melanjutkan perjalanan lagi. Aku bertekat untuk tidak membiarkan seseorang menumpang mobilku lagi. Alvin benar, seharusnya aku bertindak hati2 dan tidak ceroboh. Bukannya aku tidak ikhlas dengan apa yang sudah kulakukan terhadap Ibu itu, tapi cara anak itu membohongiku benar2 membuatku kesal.

~~~~~

Matahari tampak terik bersinar. Aku melirik jam di dasbor mobilku. Jam sebelas pas. Benar2 parah. Sudah jam sebelas, dan aku terjebak macet di Cianjur.

Seorang Bapak nampak menggedor-gedor kaca mobilku, membuat aku mengkeret. Aku takut kejadian tadi terulang lagi bahwa ia mau numpang mobilku, jadi aku acuhkan saja dia, tapi sepertinya ia masih saja menggedor2 kaca mobilku. Akhirnya kubuka juga dengan kesal.

“Ada apa sih Pak?”

“Ada longsor Mbak, banyak kendaraan yang putar balik. Longsornya parah, jalan ditutup untuk sementara.”

“Apa? Jadi gue harus lewat mana dong?”

“Mana saya tahu, cari saja jalan alternatif!”

Aku akhirnya memutar mobilku untuk kembali ke jalan yang telah kulalui tadi, sambil tak tahu apa yang harus kulakukan. Hebat sekali. Ini benar2 hari yang sempurna. Aku sudah menghabiskan waktu selama empat jam, dan baru separuh perjalanan berhasil aku tempuh.

Sambil mengemudi, aku melirik ke kiri dan kanan jalan. Sebuah jalan kecil di sebelah kiriku tiba2 menarik perhatianku, dan entah kenapa aku tiba2 membelokkan mobilku ke jalan itu.

Jalan yang kulalui pada mulanya agak lebar, tapi lama2 makin menyempit dan makin sepi. Pohon bambu nampak di sana-sini, nampak begitu rimbun, saking rimbunnya, seolah-olah memayungi jalan.

Ban mobilku tiba2 menabrak sesuatu. Aku langsung berhenti, dan keluar dari mobilku untuk melihat apa yang kutabrak. Dan aku langsung terkesiap saat tahu yang kutabrak adalah sebuah batu nisan. Aku langsung memandang sekelilingku. Dan hamparan batu nisan ada di mana-mana. Aku langsung merinding saat aku tahu sedang berada di sebuah pemakaman yang luas.

“Neng kesasar ya?” Suara seseorang mengagetkanku membuat aku langsung teriak.

Wajahku pucat.

“Maaf, saya tidak bermaksud mengagetkan,” seorang pria tua nampak tersenyum menatapku.

Tapi tetap saja aku gemetaran. Aku langsung memperhatikan kaki orang itu, menapak atau tidak ke tanah. Dan langsung mengucap syukur, karena Bapak tua itu tidak melayang. Aku sering nonton film horor yang akhir2 ini banyak tayang di bioskop, sehingga suka berpikiran yang aneh2.

“Saya penunggu makam di sini, maksud saya, yang selalu membersihkan makam2 di sini,” ujarnya lagi sambil memperhatikan ketakutanku. “Kenapa Neng sampai kesasar?”

“Saya mencoba mencari jalan alternatif Pak, ada longsor di jalan sana.”

“Neng mau kemana?”

“Cimahi.”

“O begitu. Soal longsor itu, memang sering terjadi di sekitar sini. Kalau Neng mau cari jalan alternatif, Neng keluar lagi dari jalan ini, kembali ke jalan besar, lalu belok ke kiri, terus lurus sampai kira2 empat ratus meter, habis itu ada pertigaan, nah Neng ambil kiri lagi, ikuti terus saja jalan itu, kalau ketemu pertigaan atau perempatan lagi, Neng tanya sama orang2 ya?”

“I.. iya Pak, makasih,” aku langsung merogoh kantung jaketku dan mengeluarkan uang yang ada di jaketku, “ini untuk Bapak,”

“Wah tidak usah Neng,”

“Tidak apa2, makasih banyak Pak.”

“Iya, sama2, hati2 ya neng.”

“Iya Pak.”

~~~~~

Aku mengikuti arah yang ditunjukkan Bapak di pemakaman tadi. Setelah enam ratus meter berjalan, tiba2 aku dihadapkan pada jalan yang sangat kecil, cukup dua mobil saja yang lewat sementara di sisi kiri dan kanan jalan adalah bentangan sawah.

Saat tiba di suatu belokan, mobilku berpapasan dengan sebuah minibus. Mobilku mentok, tidak bisa maju, aku akhirnya diam dengan pasrah.

“Mundur dikit Mbak, masih bisa kok!” teriak si supir sok tau.

“Mundur kemana? Nggak bisa.”

“Bisa!”

“Bapak aja yang mundur!”

“Saya juga mentok!”

“Abis gimana dong?”

Teman si supir akhirnya turun dan memandu aku untuk memundurkan mobilku.

Dengan terpaksa aku mengikuti apa yang dikatakannya. Dan …..blep… dengan sukses bagian belakang mobilku terjun terjun ke sawah.

“Gue bilang juga apa,” aku langsung teriak sewot.

“Sori Mbak, sori!”

“Sori, sori, gue nggak mau tahu, bantuin gue dorong.”

“Iya, sebentar, aku majuin dulu mobilku,” si supir akhirnya memajukan mobilnya ke tempat yang lebih luas.

Beramai2 dengan petani yang ada di sekitar sawah itu, akhirnya mereka mendorong mobilku kembali ke jalanan.

Aku lalu memperhatikan bagian belakang mobilku yang belepotan lumpur. Dengan kesal akhirnya kubersihkan mobilku dengan air mineral yang kupunya.

Sedang sibuk membersihkan mobilku, hapeku tiba2 bunyi, cepat kulirik nomor yang masuk, ternyata dari bosku, Pak Budi.

“Selamat siang menjelang sore Tari.”

“Selamat siang Pak.”

“Tari, aku ingin kamu meng-cancel pertemuanku dengan Pak Haryono besok jam sepuluh pagi, aku harus pergi ke Singapura, saudaraku ada yang sakit dan dirawat di sana. Aku mau menjenguknya.”

“Pak, maaf, kenapa Bapak tidak telepon Endah saja?”

“Loh, kenapa mesti telepon Endah? Saya maunya telepon kamu.”

“Tapi sebaiknya Bapak telepon Endah saja untuk memberitahu ini semua.”

“Kamu ini kenapa sih, memang kenapa saya harus telepon Endah?”

“Karena Endah sekretaris Bapak!” dengan putus asa aku memandangi mobilku yang kotor.

“O, iya ya, saya lupa,” Pak Budi langsung tertawa.

O my God, Pak Budi lupa sama sekretarisnya sendiri.

“Tapi kamu bisa menyampaikan hal ini pada Endah kan?” Pak Budi masih ngotot.

“I.. iya nanti saya sampaikan Pak, tapi tidak bisa sekarang.”

“Memang kenapa kalau sekarang?”

“Mobil saya masuk sawah Pak, saya lagi membersihkan lumpurnya.”

“Kamu tuh ada2 saja Tari. Masa mobil kamu masuk sawah. Mbok ya kalau cari alasan yang lebih masuk akal.”

Aku langsung menggertakkan gigi saking kesalnya, terserah-lah.

“Tari, menurut kamu, enaknya saya pergi ke sana pake pesawat apa ya?”

Demi Tuhan, emang aku pikirin enaknya naik apa.

“Pak Budi, maaf, bateriku low bat.” Ujarku akhirnya, berharap Pak Budi tidak menggangguku lagi.

“O, ya, ya tidak apa2, saya mengerti.”

Setelah pembicaraanku dengan Pak Budi selesai, akhirnya aku menon-aktifkan hapeku. Aku tidak mau ada gangguan lagi seperti tadi, masalahnya aku benar2 sedang repot dengan mobilku. Setelah mobilku agak bersih, akhirnya aku melanjutkan perjalanan lagi.

~~~~~

Aku menarik nafas lega saat akhirnya mobilku berhasil masuk komplek  dimana rumahku berada. Jam sekarang sudah menunjukkan jam tujuh malam. Ini benar2 hari yang keren. Aku pergi ke Cimahi dengan menempuh waktu selama 12 jam. Dengan waktu selama ini, harusnya aku sudah sampai Jogja.

Setelah mobilku tercebur ke sawah, aku masih harus berurusan dengan beberapa hal. Pertama, ban mobil belakangku yang sebelah kanan ternyata bocor, sehingga aku harus menggantinya. Kedua, aku kehabisan bensin, padahal SPBU jauh banget dari tempat mobilku mogok. Aku akhirnya meminta tiga cowok ABG yang kebetulan lewat di sekitarku manjaga mobilku sementara aku mencari bensin dengan naik ojek. Sisa roti Unyil yang masih satu dus akhirnya kuberikan pada para ABG sebagai ucapan terimakasih karena kondisi keuanganku sudah menipis sehingga aku tidak bisa memberi mereka uang. Ketiga, aku terjebak macet lagi hingga memasuki Cimahi.

Sepertinya, kalau diadakan perbandingan antara adventure-ku dengan adventure Boni, adventure-ku pasti lebih seru kemana2.

Ketika sampai di depan rumahku, aku langsung mengerjap-ngerjapkan mataku seolah-olah tak percaya dengan apa yang kulihat. Aku seperti sedang bermimpi. Alvin ada di sana, berdiri di pintu pagar rumahku dengan kakinya yang diperban.

Dia lalu berlari dengan tertatih-tatih saat mobilku berhenti tepat di hadapannya.

O my God, where have you been?! Why you took so long to get here?” teriaknya, saat aku keluar dari mobil.

“What are you doing here?” Aku tidak menjawab pertanyaannya, dan malah balik bertanya.

I’m worry about you babe. I called you again and again, but your phone off.” Jawab Alvin.

Aku teringat hapeku yang memang belum diaktifkan lagi sejak ngobrol dengan Pak Budi. Aku terlalu sibuk untuk bisa sampai ke rumah sampai lupa pada hapeku.

I’m sorry,” ujarku langsung, tak tahu alasan apa yang akan kuberikan pada Alvin, tapi aku akan menceritakan semuanya nanti saja. “How you get here?”

By train,” Alvin tersenyum lalu memelukku,“i’ve heard that the traffic was so bad.”

Yes, it was.” Jawabku sambil balas memeluknya.

I miss you, babe.”

I miss you too.”

So what happened to you?” Sepertinya Alvin masih penasaran dengan apa yang terjadi denganku.

“Gue kesasar,” aku memeluk Alvin erat. Aku sungguh tak mengerti kenapa saat aku pulang sendiri banyak kejadian aneh dan menyebalkan menimpaku, padahal kalau pulang bareng Alvin atau sohib2ku tak pernah terjadi hal2 yang menyebalkan. “Please don’t let me go home alone again,” bisikku kemudian ke Alvin.

I won’t.”

“Sayang, kau sudah sampai?” Ibuku tiba2 berlari ke arahku dengan panik.

“Sudah Ma,” aku melepaskan pelukan Alvin dan memeluk Ibuku.

“Apa yang terjadi? Kenapa hapemu nggak aktif?”

“Nanti saja ceritanya. Tari capek sekali Ma, mo mandi air hangat dulu.”

“Kakak Tariii, mana roti Unyilnya?” Meli tiba2 berlari ke arahku.

“Ke laut, dimakan ikan hiu.” Dengan lelah, aku lalu berjalan tertatih-tatih ke rumahku.

Jakarta, 22 Maret 2009

Lebih dari seratus juta warga dunia kini keranjingan jaringan sosial di dunia maya, facebook.com. Lewat situs ini pengguna dapat memperluas pertemanan lintas benua, bahkan kembali ‘bertemu’ dengan teman2 atau pacar lama yang tidak terlihat lagi seusai perpisahan sekolah.

Itulah buah karya Mark Elliot Zuckerberg, founder of Facebook, bersama tiga temannya, masing2 Andrew McCollum (roommate – saat  Zuckerberg bersekolah di Universitas Harvard jurusan Computer Science, -tapi kemudian Zuckerberg droup out), Dustin Moskovitz  (roommate) dan Chris Hughes (Hughes kemudian direkrut Obama saat masih jadi calon presiden untuk membuat situs barackobama.com).

Zuckerberg adalah pemuda berusia 25 tahun (lahir pada 14 Mei 1984, besar di Dobbs Ferry, New York) dan masih single. Ia perancang teknologi informasi sekaligus sosok muda yang punya jiwa wiraswasta. Zuckerberg mendapat julukan sebagai “salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008″ versi majalah Time. Pada forum ekonomi Davos (Swiss) 2009,   Zuckerberg termasuk dalam daftar pemimpin muda karena prestasi dan komitmennya terhadap masyarakat serta berpotensi menyumbangkan ide untuk membentuk tatanan dunia baru. Di forum itu ia tampil dalam sesi “pengalaman Digital  Mendatang“.

Peserta lain yang juga ikut hadir di forum tersebut antara lain Chad Hurley (YouTube), Craig Mundie (Microsoft), Shananu Narayen (Adobe), Hamid Akhvan (T-mobile) dan Eric Clemmons (Wharton).

Diperkirakan, kekayaan  Zuckerberg sekarang mencapai 3 miliar dolar AS ,  karena Zuckerberg memiliki 20% saham di Facebook. Ia (di Facebook) bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan umum dan penyusunan strategi perusahaan yang kini jadi rebutan para pemasang iklan dan investor.

Semuanya bermula dari hobi Zuckerberg yang suka berkutat dengan komputer sejak high-school (ia bersekolah antara lain di Ardsley High School dan the Phillips Exeter Academy, New Hampshire sebelum akhirnya kuliah di Harvard, Cambridge). 

Saat itu ia ingin membantu jaringan yang dimiliki ayahnya (seorang dokter gigi yang bernama Edward Zuckerberg) untuk dipertemukan lewat dunia maya. Kebiasaan ini terus melekat dan ia lupa belajar. Ia lalu memilih keluar dari Harvard untuk meneruskan hobinya.

Menurut Mashable (The Social Media Guide), Facebook banyak digunakan orang antara lain karena desain enak dilihat dan dijelajahi serta menawarkan hal2 yang lebih riil. Sebagai contoh, Facebook menawarkan orang lain yang kira2 dikenal untuk di-add (ditambahkan) jadi teman. My Space juga menyodori beberapa teman, tapi termasuk menyodori orang2 dari negeri antah berantah untuk menjadi teman.

Banyak pengguna Facebook yang merupakan orang2 elite dunia. Facebook bahkan menjadi sarana komunikasi bagi para karyawan Toyota, Ernst & Young dan perusahaan kaliber dunia lainnya.

Salah satu poin menarik yang diberikan Zuckerberg adalah bahwa lebih dari 100 juta orang secara aktif menggunakan aplikasi bergerak pada Facebook. iPhone Facebook saja telah memiliki 5 juta pengguna aktif bulanan dan Blackberry untuk Facebook memiliki 3,25 juta pengguna aktif bulanan.

Kiprah Zuckerberg lewat Facebook melesat seperti roket. Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asramanya di Harvard pada 15 Februari 2004. Apa yang ia luncurkan menjadi sukses di Harvard dan banyak pelajar dari dua atau tiga sekolah mendaftar pada dua minggu pertama Facebook diluncurkan.

Zuckerberg lalu memutuskan untuk memperluas  Facebook ke sekolah lain dengan meminta bantuan teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka memperluas jaringan Facebook ke Stanford, Columbia, Yale lalu sekolah dan kampus lainnya di wilayah Boston.

Pada permulaan musim panas,  Zuckerberg dan Moskovitz berhasil memperluas jaringan   Facebook hingga mencapai 45 sekolah.

Zuckerberg dan timnya kemudian berpindah ke Palo Alto, California, dan mulai merangkul investor seperti pendiri PayPal, Peter Thiel, dan pendiri Napster, Sean Parker.

Pada Agustus 2005 Zuckerberg secara resmi menamakan perusahaannya Facebook. Setelah berhasil mengumpulkan modal 12,7 juta dolar AS, ia mengembangkan perusahaannya ke level berikutnya. Situs Facebook secara bertahap dan konsisten terus memperluas jaringan.

Saat ini ada lebih dari 175 juta pengguna aktif dengan berbagai fasilitas yang ada di situs Facebook. Facebookpun kini kebanjiran uang.

Tapi sukses Zuckerberg kemudian dibarengi kontroversi. Teman sekelas Zuckerberg di Harvard yaitu  Divya Narendra, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, mengklaim bahwa mereka dulu pernah menyewa Zuckerberg untuk menyelesaikan kode dari website mereka, ConnectU dan dari sanalah banyak ide dari ConnectU dicuri untuk Facebook seperti design, rencana bisnis dan source code. Tapi gugatan itu ditepis pengadilan. Dia menyebabkan kehebohan karena dianggap “menjual” data2 pribadi pemilik akun, tanpa menghargai privasi.

Pada 2006 Zuckerberg mencengangkan dunia karena menampik tawaran Yahoo untuk membeli Facebook seharga 1 miliar dollar AS (atau sekitar Rp. 12 trilyun). Setahun kemudian, Microsoft membeli 1,6% saham Facebook seharga 240 juta dollar AS. Kini nilai ekonomi Facebook diperkirakan mencapai 15 milliar dollar AS.

Ambisi Zuckerberg adalah terus membuat Facebook senyaman mungkin untuk jadi alat penyatu warga dunia. (Sumber : Kompas dan sumber lain).

Gue mencoba mencermati, apa yang menarik dari Slumdog Millionaire sampe berhasil meraih predikat prestisius dari Oscar yaitu kategori Best Picture (dan pastinya penghargaan lainnya). Dan menurut penilaian gue, adalah screenplay-nya bagus bangets. Ada banyak adegan flash-back di sana, tapi semuanya tetap menjadi satu kesatuan yang utuh dan bikin penasaran. Nonton Slumdog Millionaire bikin gue nggak beranjak, sampe film itu benar2 selesai.

Seperti kita ketahui, Slumdog Millionaire adalah film adaptasi dari novel karya Vikas Swarup (seorang novelis India yang berprofesi juga sebagai seorang diplomat), yang punya judul asli Q & A, yaitu sebuah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda miskin yang berasal dari wilayah kumuh di Mumbai, India, yang berprofesi sebagai waiter, yang akhirnya bisa jadi jutawan karna kuis Who Wants To Be A Millionaire? (di India kuis itu dikenal dengan nama Kaun Banega Crorepati). Si pemuda, yaitu Ram Mohammad Thomas (di versi film namanya Jamal Malik), kemudian dituduh curang dalam menjawab pertanyaan di kuis tersebut, lalu dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi walopun tanpa bukti.

Novel karya tuan Swarup itu ternyata emang mendapat pujian dari banyak kritikus sastra dan berhasil memenangi penghargaan Exclusive books boeke prize 2006 di Afrika Selatan dan The Prix Grand Public at the 2007 dari Paris Book Fair. Bahkan novel tersebut selain jadi bestseller, juga udah diterjemahin ke dalam 40 bahasa.

Nah, yang ingin gue pertanyakan di sini adalah, apakah versi novel dan versi film itu mirip (soale, gue blom baca novelnya, hehe), tapi hanya menebak-nebak saja, sepertinya sih tidak (sotoy bangets, xixixi). Yah, namanya juga adaptasi, pasti hasilnya beda. Itulah salah satu kelebihan Slumdog Millionaire seperti yang udah gue bilang di atas, yaitu pada screenplay-nya.

Adalah Simon Beaufoy, seorang penulis skenario asal Inggris, yang membuat Slumdog Millionaire jadi menarik. Beaufoy udah cukup lama berkiprah di bidang film. Hasil karyanya udah cukup banyak, diantaranya Closer (1998), The Darkest Light (1999), This is not a love song (2001) dan yang lainnya. Kerja keras Beaufoy untuk Slumdog Millionaire ternyata ga sia2 secara dia berhasil memperoleh penghargaan best screenplay dari Golden Globe, best adapted screenplay dari Academy Award dan juga dari BAFTA award.

Tapi of course, cerita ga akan terjalin dengan indah tanpa karakter kuat dari para pemainnya (ada Dev Patel yang manis, Freida Pinto, Anil Kapoor, Irrfan Khan, Ayush Mahesh Khedekar, Tanay Chheda, Saurabh Shukla, dll). Dan itu terjadi atas arahan yang pintar dari Danny Boyle yang dibantu asistennya Loveleen Tandan. Mr. Boyle selain dapet penghargaan best director dari BAFTA, Golden Globe dan Academy Award, dia sama Loveleen Tandan juga berbagi piala kemenangan yang dihadiahkan New York Film Critics Online Award. Sebelum Slumdog Millionaire, Mr. Boyle pernah menyutradarai Trainspotting (film tentang pecandu heroin yang juga diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama), 28 days later (film fiksi ilmiah) dan Sunshine.

Gimanapun, Slumdog Millionaire berhasil menjadi film yang asik ditonton karena teamwork dari semua pihak yang terlibat, benar2 okeh, termasuk casting para pemainnya. Nuansa perkampungan India yang kumuh juga terasa kental disana, walo kabarnya, setting yang diambil di India sebenarnya hanya 20% saja. Potret negara India (kota mumbai) sebagai negara asia yang crowded tergambar jelas. Gambaran yang sebenernya ga berbeda jauh dari Jakarta.

Tapi, ada yang aneh for me di sini. Emang itu pembawa acaranya (Anil Kapoor) segitu irinya sama si Jamal sampe ngasih jawaban (di kaca toilet) salah segala?! Bukankah seorang host (apapun acara yang dibawainnya, terlebih2 acara kuis), harus bersikap netral dan honest?!. Whatever-lah. Toh, emang begitu adanya.