
Engga tau kenapa, tiba2 gue kok kangen yah dengerin lagu2 sweet rock atau lagu rock yang manis, seperti yang pernah merajai tangga lagu Indonesia beberapa waktu ke belakang. Dulu ada beberapa lagu yang oke, yang asik banget didengerin, sebut saja : Ku Tak Bisa-nya Slank, trus apa lagi yah?!… Rocker Juga Manusia-nya Seurieus…. Pelangi Di Matamu-nya Jamrud (Pak SBY aja suka sama nih lagu, hehe, apa kabar Pak, good luck Pilpres 8 Juli besok…), tapi sepertinya lagu2 dengan tipe musik seperti itu mulai berkurang sehingga pilihan musik kita jadi semakin terbatas.
Sekarang, musik kita dikuasai lagu pop (pop alternative, pop modern, pop melayu, pop kreatif, dll). Musik rock, secara dramatis kelibas musik pop. Tapiiiii…. ada yang lebih dramatis lagi…. musik dangdut yang notabene pernah jadi primadona musik di negeri sendiri, ikut2an kelibas musik pop juga….. hahahaha… parah…. (tapi tenang sodara2, Rido Rhoma & Sonet 2 Band sekarang lagi eksis, yuk).
Rasanya rada2 miris ngeliat kenyataan ini, tapi kondisi seperti inilah yang terjadi sekarang. Gempuran band pendatang baru + band lama dengan lagu2 pop-nya yang variatif, membuat musik rock kita agak “megap-megap”. Untung aja masih bisa nafas walo nafasnya tersendat-sendat…. but wait the minutes, is it too much or what?!… yeah paling engga, itu yang gue liat. Emang sih ada beberapa band rock yang masih wara-wiri di tipi atau chart radio kita kayak Slank, Andra & The Backbone, Kotak, Superman is Dead, Shaggy Dog, dll… tapi selebihnya au ah gelap, tau pada kemana…. (ato mungkin kurang terekspose?!)..
Kang Andi /Rif, apa kabar Kang?! Damang? kangen euy pengen denger musik /Rif yang ter-gress…. pada suatu kesempatan gue sempet liat performance-nya Andi /Rif di salah satu cafe di Bandung, bawain tembang2 rock klasik punyanya Rolling Stones, white snikes (is this love?), Robbie McCauley (teach me how to dream), still got the blue… poko’nya 2 kata buat Andi /Rif saat itu : Keren Pisan.
Judika, apa kabar?!… album keduanye mane?!… kok ga muncul2?!… keluarin dunk… still on your genre ya bro, secara kita kekurangan solois rocker cowok.. luv ya… (bukan kekurangan malah, tapi nyaris ga ada…. seingat gue yang ada sekarang cuma Once (di luar Dewa 19), pay, trus anang, tapi itu juga jadul…), abis itu siapa lagi yah?!… au ah gelap… lupa…
Solois rocker ceweknya?!…. pada masak kali yah…. hehehe…
Sebenernya ada sih salah satu cara yang bisa bikin musik rock kita rada2 eksis lagi. Mo tau ga caranya?!….
Adain deh kompetisi band rock se-Indonesia di salah satu tipi kita. Lakuin audisi di beberapa kota besar yang notabene jadi barometer musik rock kita kayak Surabaya, Malang, Bandung, Jakarta, Jogja, dll. Hadirkan komentator yang gape di bidangnya (misal : penyanyi/musisi rock senior). Pooling untuk nyari band ter-cool atau ter-favorit seperti biasa, lewat SMS ajah (abis lewat mana lagi?). Trus hadirkan bintang tamu yang okeh2. Sediain hadiah yang cool kayak : Rekaman Album.
Percaya deh, kalo hal itu dilakuin, peminatnya akan membludak. Kenapa?! karena sebenarnya komunitas musisi rock kita di tanah air ini banyak bangets. Mereka berkelompok, terpecah menurut kota (tongkrongannya) masing2. Mereka ada. Mereka jenius. Yang ga ada di sini cuma : KESEMPATAN. (Kesempatan, lo dimana?!… susah banget nyariin lo… hihihihi…)
Ketika kesempatan itu diberikan, akan terjaring musisi2 rock yang muda, berbakat, berkarisma, grees, smart, fungky, santai, cool dari seantero negeri kita. Pada akhirnya akan muncul band rock baru yang jadi idola dan digandrungi masyarakat….. dan akan muncul juga lagu2 baru yang keren.. dan pada akhirnya masyarakat akan ikut ter-influence dengan hal itu dan (moga2) mulai menghargai lagi musik rock kita….. asik kan sarannya?!… yeah, tapi itu hanya sekedar saran….
Ya sudahlah, moga ada yang mo nampung unek2 gue ini (ngarep, hehe). Moga musik rock kita ga mati suri apalagi mati beneran.
Sukses buat musik rock Indonesia.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.