RSS

Wisata Lembang

27 Jun

Hm…. nggak berasa, udah weekend lagih… waktu cepat sekali berlalu yah… o, ya met liburan buat yang lagi liburan. Nah bicara soal liburan, nggak ada salahnya gue bicara soal tempat liburan yang asik. Setuju yah…

Salah satu tempat seru untuk mengisi weekend atau liburan kamu adalah kota Lembang. Lembang terdapat di sebelah utara Bandung. Jadi bagi kamu yang udah blanja-blanji di Bandung, trus ingin suasana yang rada2 adem, sejuk dan gimana gituh… main deh ke Lembang.  Di sana banyak terdapat tempat hang out yang asik.

Lembang dulunya adalah tempat peristirahatan tuan-tuan Belanda, tapi seiring berjalannya waktu, Lembang menjadi kawasan pertanian, peternakan dan perdagangan. Banyak sekali sayur dan buah segar diperdagangkan di Lembang, itu karena suhu di Lembang sangat kondusif untuk bertani. Suhu di Lembang berkisar antara 17 sampai 27 derajat celsius. Kalo kamu pergi ke Lembang pagi hari, wuh, jangan tanya udaranya, cuma dua kata : Seger Gila!… selama perjalanan menuju Lembang yang melewati jalan menanjak dan berkelok-kelok, baiknya kamu matikan AC mobil kamu, trus buka jendela dan nikmati udara di sepanjang jalan yang seger bangets…. bener2 fresh. Tapi siang dikit, polusi udah mulai banyak kali yah… hehe… udaranya udah ga bersih lagee…

Lembang merupakan kota Kecamatan yang terletak di ketinggian antara 1300 hingga 2084 meter di atas permukaan laut. Lembang banyak menawarkan tempat yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata kuliner, wisata alam, wisata ilmu pengetahuan sampe wisata tanaman. Waktu yang diperlukan untuk menuju Lembang dari Bandung sekitar 30 menit (kalo ga macet, hehe) sementara jaraknya sekitar 16 Km dari Bandung.

Untuk wisata kuliner, banyak sekali terdapat cafe dan resto di Lembang, sebut saja cafe the peak, cafe sapu lidi. Kamu juga bisa menjumpai aneka tempat jajanan di sepanjang pasar Lembang yaitu pasar Panorama sampai ke pintu masuk arah Jayagiri. Makanan yang dijajakan di sini tentunya variatif .

Tempat wisata yang ada di Lembang dan sekitarnya a/l :

1. Teropong Bintang Bosscha

Observatorium Bosscha merupakan tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha diresmikan pada 1 Januari 1923 oleh Gubernur Jenderal Mr. d. Fock. Dalam peresmian itu Dr. Voute diangkat sebagai Direktur pertama.

Pembangunan observatorium ini semula bertujuan untuk memajukan ilmu Astronomi di Hindia Belanda (Indonesia) saat itu. Observatorium yang sebagian besar didanai oleh Karel Albert Rudolf  Bosscha (seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar) ini berada di atas tanah seluas 6 hektar dengan ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut sehingga dianggap cocok untuk menjadi tempat mengamati bintang2, planet2, dan benda2 langit lainnya. Selain itu, daerah Lembang memberikan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah karena dulu pada masa pembangunannya, dalam radius 5 km, daerah ini masih kosong sehingga terbebas dari polusi cahaya yang bisa mengurangi kualitas pembentukan citra atau hasil pengamatan terhadap benda langit yang sedang diamati.

Observatorium Bosscha kabarnya merupakan observatorium terbaik di Asia Tenggara. Observatorium ini memiliki 5 buah teleskop besar yaitu : teleskop refrektor Ganda Zeiss, teleskop Schmidt Bima Sakti, teleskop Bamberb, teleskop Cassegrain Goto dan teleskop refrektor Unitron. Setiap teleskop mempunyai spesifikasi tersendiri dan digunakan untuk keperluan berbeda-beda.

Setiap tahun, sekitar 60.000 orang, yang 80%nya adalah pelajar mengunjungi observatorium ini untuk mengetahui temuan pakar2 dunia atas benda2 langit. Sejak didirikan, tak kurang 500 kertas kerja telah dihasilkan oleh observatorium ini. Mr. Bosccha meninggal beberapa bulan setelah pembangunan instalasi teleskop Zeiss selesai (pada 1928). Saat ini, observatorium Bosscha dikelola oleh Departemen Astronomi Institute Teknologi Bandung.

Observatorium Bosccha bisa dikunjungi pada siang dan malam hari karena ada teleskop untuk melihat matahari dan bintang. Sejak 15 Desember 2007, observatorium ini memiliki museum yang disebut MAI atau Museum Astronomi Indonesia. Di museum ini terdapat foto2 pembangunan observatorium, teleskop secretan, micromate untuk membaca posisi bintang dan measuring engine untuk membaca posisi benda2 langit. Di sini juga terdapat ruang perpustakaan yang berkaitan dengan seluk beluk ilmu astronomi, ruang ceramah umum, dll. Selain itu, pengunjung dapat menikmati paket khusus bernama Astro Camp, dimana peserta  tinggal di dekat observatorium untuk mendapatkan pendidikan dan latihan dasar astronomi selama dua hari dua malam. Peserta dapat berdiskusi dan menggunakan teropong bintang untuk melakukan pengamatan dan pemotretan langsung benda2 langit bersama astronomi profesional.  Observatorium Bosccha terletak di jl Peneropongan Bintang, desa Gudang Kahuripan, Lembang.

2. KPSBU (Koperasi Peternak Susu Bandung Utara)

Kamu penggemar susu sapi segar?! yuk, kita nyari susu sapi segar. Di Lembang ada banyak tempat untuk mendapatkan susu sapi segar, dan salah satunya adalah KPSBU. KPSBU merupakan koperasi yang menampung susu sapi segar dari para peternak sapi yang tersebar di kota Lembang. Semua susu yang tertampung di KPSBU biasanya akan langsung diambil oleh pabrik2 susu yang sudah jadi partner bisnis KPSBU. Hanya saja, mereka masih menyisakan susu untuk dijual langsung pada konsumen. Susu dan yogurt tentu aja dijual murah di sini. Tapi kamu harus sabar kalau mo beli, harus antri, hehe, secara banyak orang yang beli susu di marii. O, ya lupa ngasih tau, KPSBU ini letaknya di bagian Timur pasar Panorama Lembang. Tanya saja sama orang2 di sana kalo kamu mau ke sana, pasti pada tau, heuheu….

3. Wisata Strawberry Walk

Suka buah Strawberry?!… hm… kalo gue suka bangets. Strawberry merupakan tanaman buah berupa herba yang rata2 memiliki 200 biji kecil per satu buahnya. Ada 700an macam strawberry. Salah satu jenis spesiesnya bernama Fragaria Chiloensis L (wah bagus bangets namanya…), jenis ini yang menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Spesies yang lainnya, yaitu F. Vesca L, lebih ngetop dan happening dibandingkan temannya yang bernama Fragaria tadi. Strawberry jenis F. Vesca L ini yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Warna merah pada strawberry matang sangat beralasan. Warna merah itu disebabkan karena buah ini kaya pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan tinggi. Buah strawberry menyimpan nutrisi yang banyak. Selain antioksidan tadi, ia juga kaya akan serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C, B1, asam folat, potassium serta asam ellagic. Khasiat dari strawberry diantaranya adalah :

- mampu menyusutkan kadar kolesterol

- dapat melumpuhkan kerja aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya.

- dapat meredam gejala stroke

- mengandung zat anti alergi dan anti radang

- mencegah proses oksidasi pada tubuh (oksidasi adalah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas).

- dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit kelihatan cerah.

- dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi (jadi kalo ga ada pasta gigi, pake strawberry ajah, hahahaha…)

dan masih banyak manfaat buah strawberry lainnya.

Lalu apa hubungannya strawberry dengan Lembang?!…. ada, tenang aja, ada kok hubungannya. Selain di Ciwidey dan Rancabali, Lembang ternyata merupakan tempat strategis untuk bertani strawberry. Sebut saja Rumah Strawberry. Lokasi Rumah Strawberry ga begitu jauh dari cafe the peak. Di Rumah Strawberry ini (waktu gue ke sana), kamu harus beli jus strawberry dulu sebagai syarat untuk memetik buah strawberry. Kamu dilarang makan buah strawberry sambil memetik, sementara hasil petikan kamu, per-kilonya dihargai (saat itu) rp. 20.000, ga tau d sekarang…

Selain Rumah Strawberry, lokasi wisata petik strawberry lainnya adalah di Kayu Ambon, jalan menuju Maribaya (Strawberry Sweethearts di jl raya Lembang – Maribaya) hingga jalan raya Tangkuban Perahu.

3. Cihideung

Kamu suka bunga dan lagi sibuk nyari bunga?! ke Cihideung ajah. Di sana adalah pusatnya bunga hias. Segala jenis bunga ada di sana, dan harganya, pastinya lebih murah dibanding tempat lain (yakin? hehe). Budi daya tanaman (khususnya bunga) emang udah jadi mata pencaharian warga Cihideung. Itu sebabnya kawasan ini disebut sebagai kawasan Taman Bunga Cihideung. Di sepanjang jalan Sersan Bajuri, yang merupakan jalan utama yang melewati desa Cihideung, terdapat banyak kios bunga.

Rasanya cool bangets melewati kawasan ini, secara di sisi kanan jalan terhampar bunga berwarna-warni. Keliatan indah bangets. Serasa ada di mana gitu kalo udah berada di kawasan ini. Serasa ada di ………………. cihideung… hehe.. ya iyalah lah….

Capek nyari bunga, sok rehat dulu. Ada banyak cafe juga di sini. Ada bandrek dan bajigur juga loh, minuman khas sunda yang bisa menghangatkan badan kamu…

4. Tangkuban Prahu

Tangkuban Prahu adalah gunung berapi yang terletak 28 km utara kota Bandung. Gunung ini berada pada ketinggian 2076 meter dari permukaan laut. Kota Bandung bisa dilihat dari kawasan ini. Gunung Tangkuban Prahu memiliki kawah yang luas dengan bentuk memanjang (kawah Ratu), sementara kawah2 kecil lainnya turut terdapat di kawasan ini, seperti kawah Upas dan kawah Domas. Kawah Domas memiliki sumber air panas yang mendidih dan juga geyser (air panas yang memancar ke atas). Gunung Tangkuban Prahu terkenal dengan legendanya, yaitu Legenda Sangkuriang.

5. Maribaya

Maribaya terletak sekitar 4 km Tenggara Lembang. Obyek wisata Maribaya ini memiliki sumber mata air panas, taman dan juga air terjun setinggi 25 M. Mata air panas di Maribaya mengandung belerang yang nyaman untuk berenang ataupun berendam. Dari Maribaya, kamu bisa melakukan trekking atau berjalan sejauh 6 km ke Dago di Bandung, waktu yang kamu tempuh untuk trekking ini sekitar dua sampai tiga jam. Trekking dilakukan melalui jalan kecil melewati lembah, sungai, hingga ke bukit Dago. Jadi bagi kamu yang hobi jalan kaki, ga ada salahnya melakukan trekking dengan rute di atas. Lagian, jalan kaki bagus bangets kok buat kesehatan.

6. Ciater

Ciater atau Sari Ater adalah obyek wisata yang memiliki sumber mata air panas yang mengandung belerang yang katanya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti reumatik dan penyakit kulit. Kamu bisa berenang di kawasan ini atau sekedar bermain air saja.

Air panas yang berasal dari obyek  wisata ini kemudian mengalir ke sungai-sungai yang ada di sekitarnya dan menjadi dingin yang kemudian digunakan oleh petani setempat untuk mengairi sawah mereka sehingga menjadi subur.

O, ya Ciater terleta kurang lebih 8 km Timur Laut Tangkuban Prahu dan berada pada ketinggian 1500 di atas permukaan laut.

7. Situ Lembang

Situ Lembang terletak di sebelah Barat Ciater. Merupakan wilayah dengan luas sekitar 78 hektar dimana 40%nya merupakan danau/situ. Di dekat situ ini terdapat hutan alam yang membuat kawasan ini menjadi indah, teduh dan adem.

Hm.. asik kan tempat berliburnya, ga ada salahnya juga main ke Lembang. Atau kalau udah pernah ke sana, ga ada  salahnya dateng lagi, itung2 nostalgia, hehe… siapa tahu banyak perubahan yang terjadi. Have a nice holiday buat yang lagi holiday! (berbagai sumber)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Juni 27, 2009 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: