Familiar dengan nama Firman Siagian?!… hm, tentu ajah.. do’i kan vokalisnya The Fly… tapi denger2 sekarang Firman udah keluar dari The Fly karena memilih bersolo karir. YANG BENER?!… (hehe, biasa aja kalii…)“Ya, gue pengen ngeluarin album, tapi The Fly minta gue milih salah satu, sebenarnya gue pengen dua-duanya jalan,” ujar Firman menceritakan ikhwal keluarnya ia dari The Fly.
“Gue tetep sayang sama The Fly, terus gue ada side job mumpung band ini vakum, gue pernah punya komitmen pada bulan Februari lalu The Fly mau ngeluarin karya terbarunya, tapi gue tunggu sampai April nggak keluar-keluar, karena personelnya sibuk sama proyek masing-masing, setelah diskusi dan berdebat gue mutusin untuk solo karir, tepatnya 3 April by phone dini hari,” ungkap Firman. “Gue pengen jadi ONE MAN SHOW, sendiri,” ujar Firman lagi saat gue nanya kenapa memilih bersolo karir daripada nge-band.
Langkah Firman berkiprah sebagai penyanyi solo dimulai dengan dikeluarkannya single perdana Firman yang berjudul : Kehilangan, yang diciptain Charly ST-12. Menurut Firman, Charly emang sengaja menciptakan lagu itu untuk dirinya.
Bermusik, sebenarnya bukan hal baru bagi Firman. Firman udah mulai bernyanyi dari kecil. Genre musik yang digandrungi Firman sebenarnya rock, tapi lucunya sejak kecil, ia malah belajar musik melayu. That’s why ketika Firman ada kesempatan bikin album (yang ada corak melayunya), dia ga nolak, “karena gue seorang SINGER,” ujar Firman saat ditanya kenapa mau bawain lagu bercorak melayu padahal dia ‘berangkat’ dari musik Rock. “Tapi lagunya kalo gue yang nyanyi jadi gak melayu banget kan? hehehe…” hm… gimana yah, lumayan lah, masih ada ngerocknya dikit, heuheu….
Album solo perdana Firman judulnya adalah ANAK MELAYU, produksi Nagaswara Record, dengan hit single : Kehilangan. “Gue bukan metal (melayu total),” ujar Firman, “gue tetep suka rock, blues, jazz bahkan dangdut, tapi gue nggak bisa pungkiri gue orang melayu, jadi feel-feel melayunya keluar. Gue bikin sepuluh lagu di album ANAK MELAYU, ada Charly ST-12 juga di situ.” Saat ditanya musisi2 mana aja yang ingin dilibatkan dalam album solo perdanya, Firman bilang, “pengennya sih semua musisi handal Indonesia, hahaha….”
Firman kini disibukkan dengan job nyanyinya yang lumayan padat (off air & on air), dan menyiapkan single ke-2 yang siap rilis yang berjudul ‘Tetap Yang Terindah‘. Rilis single ke 2 rencananya akan dibarengi dengan launching mini album dari Firman.
Nama Firman mulai dikenal di industri musik tanah air ketika berhasil menjadi tiga besar Indonesian Idol 2 bareng Mike dan Judika. Sejak namanya dikenal, karir bermusiknya mulai bersinar. Hal yang tak diduga Firman sebenarnya, karena dulu, di Bandung, saat nge-band dengan anak Jimi Jangkrik, Firman rada2 susah untuk berkiprah di Industri musik. Tapi rupanya, Indonesian Idol membuka peluang bagi Firman. Firmanpun mulai ‘berkenalan’ dengan industri musik yang sesungguhnya dan masuk dapur rekaman.
Dari seri cinta (album Indonesian Idol 2 th 2005), Firman kebagian bawain lagu karya Dodo Zakaria yang berjudul : Esok Kan Masih Ada, selain juga lagu Cintaku- yang dibawain all finalist Indonesian Idol 2.
Selepas dari Idol, Firman kemudian mendapat tawaran dari The Fly, untuk menjadi vokalisnya, dan berhasil mengeluarkan album yang berjudul If Loving You Is Wrong, I Don’t Wanna Be Right (2007), album itu sebenarnya album kelima The Fly, tapi yang pertama bagi Firman sejak gabung di The Fly. Di album ini, single yang menjadi hit adalah Mencintaimu (Keangkuhanku).
Firman adalah anak bungsu dari 9 bersaudara dari ayah J. Siagian dan ibu T. Simanjuntak. Firman lahir di Balige pada 3 November 1978. “Hobi gue dengerin musik, nonton bola, maen play station bareng ponakan,” ujar Firman di situs pribadinya.
“Kalo nyebut musisi fave, gue paling nge-fans ama Iwan Fals . Abis banyak lagu-lagu bang Iwan yang seolah jadi “sound track” hidup gue.. ada satu lagu yang juga bisa bikin gue nangis, yaitu lagu “Ayah”-nya Eddy Silitonga…” tambah Firman lagi, “hal yang paling gue gak suka adalah nunggu, ngeliat orang lain kesusahan, ngeliat orang ketakutan, diceramahin…”
Ada yang lucu dari Firman ketika ia pertama kali datang ke Jakarta. Ketika kelas lima SD, Firman merantau ke Jakarta (dari tanah kelahirannya), bukan naik kapal laut atau pesawat atau naik bis, tapi Firman dititipin kakaknya sama supir truk. Kebetulan itu Supir berencana nganterin muatan ke Jakarta.
Di Jakarta, Firman, tinggal bareng kakaknya, lalu sekolah di SDN 01 pagi Menteng Dalam (sekolahnya Obama bukan?! heheh). Meskipun kecilnya bandel dan tukang berantem, tapi Firman punya sisi baik, karena ternyata dia suka bantuin kakaknya nyari duit.
“Pagi sebelum sekolah, gue nyempetin jualan koran dulu di perkantoran sekitar Casablanca. Dari situ gue dapat duit lumayan loh… heheh…” kenang Firman bangga.
Oke deh Firman, sukses buat karir nyanyinya yah. (sumber : Firman dan sumber lain)
~~~
Lirik “Kehilangan”
kucoba ungkap tabir ini, kisah antara kau dan aku
terpisahkan oleh ruang dan waktu
menyudutkanmu meninggalkanku
ku merasa tlah kehilangan
cintamu yang tlah lama hilang
kau pergi jauh karena salahku
yang tak pernah menganggap kamu ada
*
asmara memisahkan kita
mengingatkanku pada dirimu
gelora mengingatkanku
bahwa cintamu tlah merasuk jantungku
reff:
sejujurnya ku tak bisa
hidup tanpa ada kamu aku gila
seandainya kamu bisa
mengulang kembali lagi cinta kita
takkan ku sia-siakan kamu lagi
back to *, reff:
sejujurnya ku tak bisa
hidup tanpa ada kamu aku gila
Takkan ku sia-siakan kamu lagi.. (2x)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.