RSS

Gagap, apa penyebabnya?

03 Apr

Gagap adalah gangguan bicara atau kesalahan dalam ucapan dengan cara mengulang-ulang bunyi, suku kata atau kata, atau pengulangan konsonan dan suku kata secara spasmodic (terjadi pengejaan).

Efek Gagap

Efek gagap secara fisik mungkin tidak bergitu berpengaruh namun secara psikologis mereka biasanya minder dan malu memiliki kekurangan dalam hal berbicara di depan umum. Mereka mungkin akan menjadi pendiam dan hanya bicara ke orang-orang yang dekat saja. Rasa tidak percaya diri selalu ada terus-menerus dan mungkin ada rasa putus asa jika penderita gagap dikucilkan dan selalu dicemohkan orang yang berada di sekitarnya.

Apa penyebab Gagap?

Gagap bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikologis. Penyebab fisik yaitu kemungkinan berasal dari keturunan yang menyebabkan ketidaksempurnaan secara fisik seperti gangguan pada syaraf bicara, gangguan alat bicara, keterbatasan lidah. Penyebab psikologis yaitu ketegangan yang berasal dari reaksi seseorang terhadap lingkungannya (orang tua, teman, dll), karena gangguan emosi, hingga stress mental karena sesuatu yang dirasakan tidak dapat dilakukannya.

Pada gangguan bicara ini secara tak terkontrol sering terjadi pengulangan, pemanjangan kata/suku kata, penghentian (silent block), kadang didapatkan  juga ketegangan yang berlebihan pada muka, tenggorokan serta rasa takut selama bicara. Kadang timbul suara nafas yang tidak biasa atau seperti memerlukan perjuangan untuk mengeluarkan kata.

Pada orang normal, misalnya, anak usia 2 hingga 5 tahun, pengulangan kata atau suku kata biasanya dilakukan kurang lebih 45 kali perseribu kata yang diucapkan. Batas atasnya adalah 100 kali per 1000 kata. Bila melewati batas ini, dianggap abnormal/gagap.

Apa Penyebab Gagap?

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan penyebab seseorang menderita gagap yaitu teori stuttering Block, Cybernatic models dan Brain Function yang semuanya  mengungkapkan bahwa gagap terjadi karena gangguan sensoris dan motoris di otak.

Penampilan gagap pada anak sering dijumpai, biasanya disebabkan karena kesalahan pendidikan orang tua, seperti sering menakut-nakuti secara tiba-tiba, memarahinya, takut karena suatu yang tidak jelas atau kebiasaan menutup-nutupi mulut dengan tangan ketika berbicara sehingga ucapannya tidak jelas.

Faktor lain penyebab gagap pada anak adalah keadaaan jiwa anak tidak tenang berhadapan dengan ibu atau ayahnya dalam situasi tertentu.

Jenis-Jenis Gagap Menurut Fasenya

~ Gagap Perkembangan – Terjadi pada usia 2 – 4 tahun. Kondisi ini tergolong wajar, karena merupakan rangkaian proses perkembangan bicara sang anak. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidak-sinkronan emosi anak dengan pengaturan alat bicara saat berbicara. Gagap perkembangan biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan perkembangan anak.

~ Gagap sementara – Anak berusia 5 – 8 tahun bisa mengalami gagap sementara dikarenakan faktor psikologis dari lingkungan, misal kecemasan, kepanikan, ketakutan. Jenis gagap ini akan lenyap sendiri meskipun tanpa terapi tertentu. Sebagai orangtua, sebaiknya bersabar, jangan memarahi anak ketika anak menunjukkan gejala gagap.

~ Gagap menetap – problem gagap ini biasanya dari usia 8 tahun hingga usia dewasa/bahkan lanjut. Penyebab masalahnya biasanya disebabkan oleh faktor psikologis, misal stress, kecemasan berlebihan, takut salah bicara, merasa rendah diri/tidak percaya diri.

Cara penyembuhannya gimana?

1. untuk mengobati gagap diperlukan tekat yang kuat, kerja keras serta dukungan dari orang-orang terdekat. Si penderita harus dibantu untuk melatih kegegapannya hingga sembuh dengan menggunakan metode-metode yang mungkin ada. Jika perlu lakukan bimbingan konseling atau psikolog.

2. Untuk mengatasi gagap pada anak, orang tua atau pendidik harus bersikap tenang bila berhadapan dengannya. Hadapi anak dengan sabar dan penuh perhatian.

3. Gagap dapat disembuhkan antara lain dengan cara hipnoterapi.

4. Membiasakan diri untuk berpikir positif. Lakukan latihan membaca dengan suara keras. Cari tempat yang sepi bila perlu. Selain itu, bisa melakukan latihan pidato sendiri, dengan atau tanpa teks. Intinya, harus terus berlatih bicara lancar/tanpa gagap dan merasa yakin (berpikir positif) bahwa gagapnya perlahan-lahan akan menghilang.

5. Cobalah berlatih di depan kaca, pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, dan konsentrasikan diri bahwa kamu pasti bisa mengucapkan kalimat yang ingin kamu sampaikan. Buka mata dan tersenyumlah, lalu mulailah secara perlahan mengucapkan suatu kalimat. Tambah dengan kalimat berikutnya, begitu seterusnya.

(Berbagai sumber)

Hipnoterapi

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada April 3, 2011 in Psikologi

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: