RSS

Cara Nyusun Skripsi Yang Ga Begitu Ribet (Khusus Ilmu Komunikasi)

27 Jul

Menjawab pertanyaan gimana biar skripsi gue cepat selesai, jawabannya sangat sederhana: KERJAIN!! JANGAN MALES! kalau bukan kita yang ngerjain, emang itu skripsi bisa jadi?! engga kan? lagian ga ada yang perduli juga skripsi kamu jadi/selesai atau engga, dosen pembimbing kamu juga ga perduli… yang prihatin paling orang tuamu secara udah keluar duit banyak buat biayain kuliah hehe (kecuali tentu aja kalo kamu biayain kuliah ndiri)…

well, jawaban di atas sebenernya berdasarkan pengalaman gue, hahaha… gue pernah stuck dalam nyusun skripsi hanya karena dosen pertama gue ama dosen kedua maunya beda, disambungin juga ga nyambung walo dah coba diiket pake tali… hehe…. karena pertentangan itu gue jadi males ngerjain, karena percuma juga ga pernah nemu titik temu, gue ngikutin pembimbing 1, pembimbing 2 kurang setuju, gue ngikutin maunya pembimbing 2, pembimbing 1 nyuruh rombak abis. Karena bingung, akhirnya gue pegangan sama pager kampus…. udah bagus gue ga naik dan nongkrong di pager karena stress… hihihi…. tapi waktu terus berlalu, temen2 gue dah pada mau sidang, dan skripsi gue masih bermasalah, akhirnya gue ngambil tindakan  cukup ekstrim, yaitu minta ganti salah satu pembimbing… dan alhamdulillah di acc oleh kajur, dengan pembimbing yang baru, kerjasama yang baik bisa lebih terjalin harmonis… alhamdulillah…

tapi kendala yang gue hadapi di atas adalah kendala non-teknis… bukan berhubungan dengan isi/materi dari skripsi itu sendiri… tapi ga menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada diri kamu…. jadi bijaksanalah dalam bersikap/bertindak bila kejadian yang gue alami terjadi sama diri kamu…. tapi moga2 sih ga terjadi yaa… amin…

Oke, berdasarkan pengalaman gue, gue di sini mau sharing gimana cara nyusun skripsi yang praktis yang ga begitu ribet. Tapi berhubung dulu gue kuliahnya di Jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Jakarta Timur sono, so, mau tidak mau, tulisan gue (mungkin) bisa membantu adik2 kelas yang kuliah di fakultas/jurusan yang sama. O, ya, perlu gue tegaskan. Orang komunikasi, ga ada yang ga bikin skripsi, (setau gue), semuanya harus bikin karya  tulis (skripsi), harus ngadain survei karena gimanapun ketika kuliahnya dah kelar, jenis pekerjaan yang berhubungan dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah adalah berhubungan dengan 0rang2 (masyarakat luas), kayak jadi jurnalis, PR dan lain sebagainya.

Oke, kita mulai yaa…

Outline

apaan sih tuh outline? emang kita perlu ngerjain?

Outline bisa dikatakan semacam ringkasan atau kerangka dari skripsi yang akan kita bikin. Yang masuk kategori outline adalah hal-hal pokok seperti:

- judul, kenapa lo milih judul tersebut, apa alasannya. Oke, sebagai contoh, skripsi gue judulnya adalah Efektivitas Acara Ketoprak Humor di RCTI (dulu acara ini masih ada/diputer di RCTI dan ratingnya cukup bagus, gue pengen tau kenapa acara ini disukai).

Tapi alasan utama gue adalah sbb (yang gue masukin sebagai latar belakang penulisan) :

“Di era globalisasi ini, kesenian tradisional yang dulunya menjadi favorit sebagian besar penduduk Indonesia, khususnya di desa-desa, dikhawatirkan akan kehilangan pamornya, karena maraknya hiburan modern makin disukai oleh masyarakat.  Hiburan modern itu, bukan saja berupa film-film yang semakin gencar masuk ke Indonesia, tapi juga berupa tarian, musik dan lagu-lagu yang kebanyakan di adaptasi dari Barat. Melihat gejala seperti itu, penulis ingin mengetahui, apakah benar kesenian tradisional kurang disukai atau diminati lagi oleh sebagian penduduk Indonesia. Untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penulis ingin mengetahui efektivitas dari salah satu kesenian tradisional yang disiarkan melalui televisi, dan objek penelitian penulis adalah acara Ketoprak Humor.  Kenapa penulis memilih acara kesenian tradisional yang ditayangkan melalui media massa elektronik televisi, karena mengingat salah satu sifat televisi yang dapat menjangkau masyarakat luas dalam waktu yang serempak (Amri Jahi, Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga; suatu pengantar).

- abis judul, kamu harus bikin perumusan masalah, sebagai contoh, berhubungan dengan skripsi gue, maka perumusan masalah gue adalah:

1. Bagaimana efektivitas acara Ketoprak Humor di RCTI?

2. Apakah acara Ketoprak Humor dapat meningkatkan minat audience untuk tetap (kembali) mencintai kesenian tradisional?

- abis itu, kamu juga harus menentukan apa tujuan penelitian kamu, sebagai contoh, tujuan penelitian yang gue lakukan adalah:

* untuk mengetahui apakah seni tradisional yang ditayangkan melalui televisi dapat diterima oleh sebagai penonton dan seberapa efektifnya acara tersebut.

- abis itu kamu harus nentuin teori yang bakal gunakan. Ada banyak teori komunikasi yang bisa kamu gunakan sesuai dengan skripsi yang sedang kamu kerjakan. Contoh dari beberapa teori tersebut adalah sbb:

a. Individual Defferences Theory (Melvin DeFleur)

Pesan-pesan yang disampaikan media massa ditangkap individu sesuai dengan kebutuhan personal individu dan latar belakang perbedaan tingkat pendidikan, agama, budaya, ekonomi sesuai dengan karakteristik. Efek pesan pada individu akan beragam walaupun individu menerima pesan yang sama. Terdapat faktor psikologis dalam menerima pesan yang disampaikan media massa. Masing-masing individu mempunyai perhatian, minat, keinginan yang berbeda yang dipengaruhi faktor-faktor psikologis yang ada pada diri individu tersebut sehingga mempengaruhi dalam menerima pesan yang disampaikan media massa.

b. Teori Social Category (DeFleur)
Individu yang masuk dalam kategori sosial tertentu/sama akan cenderung memiliki prilaku atau sikap yang kurang lebih sama terhadap rangsangan-rangsangan tertentu. Pesan-pesan yang disampaikan media massa cenderung ditanggapi sama oleh individu yang termasuk dalam kelompok sosial tertentu. Penggolongan sosial ini berdasarkan usia, jenis kelamin, suku bangsa, pendidikan, ekonomi, agama dsb.
Dengan adanya penggolongan sosial ini muncullah media massa yang sifatnya special atau khusus yang diperuntukan bagi kalangan tertentu, dengan mengambil segmentasi/pangsa pasar tertentu. Sebagai contoh:
Majalah Bobo misalnya diperuntukan untuk anak-anak, majalah Bola, Soccer, diperuntukan bagi mereka yang senang olahraga. Begitu juga di media elektronik disajikan acara-acara tertentu yang memang diperuntukan bagi kalangan tertentu dengan memprogramkannya sesuai dengan waktu dan segmen khalayaknya.

c. Menciptakan norma baru

Media massa mempengaruhi budaya-budaya masyarakatnya dengan cara : Pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang  ada. Ketika suatu budaya telah kehilangan tempat apresiasinya, kemudian media massa memberi lahan atau tempat maka budaya yang pada awalnya sudah mulai luntur menjadi hidup kembali.
Contoh : Acara pertunjukan Wayang Golek atau Wayang Kulit yang ditayangkan Televisi terbukti telah memberi tempat pada budaya tersebut untuk diapresiasi oleh masyarakat.
Media massa telah menciptakan pola baru tetapi tidak bertentangan bahkan menyempurnakan budaya lama.
Contoh : Acara Ludruk Glamor misalnya memberi nuansa baru terhadap budaya ludruk dengan tidak menghilangkan esensi budaya asalnya. Media massa mengubah budaya lama dengan budaya baru yang berbeda dengan budaya lama.
Contoh : Terdapat acara-acara tertentu yang bukan tak mungkin lambat laun akan menumbuhkan budaya baru.

Menurut Paul Lazarfeld dan Robert K Merton terdapat empat sumber utama kekhawatiran masyarakat terhadap media massa, yaitu : Sifat Media Massa yang mampu hadir dimana-mana (Ubiquity) serta kekuatannnya yang potensial untuk memanipulasi dengan tujuan-tujuan tertentu. Dominasi kepentingan ekonomi dari pemilik modal untuk menguasai media massa dengan demikian media massa dapat dipergunakan untuk menjamin ketundukan masyarakat terhadap status quo sehingga memperkecil kritik sosial dan memperlemah kemampuan khalayak untuk berpikir kritis. Media massa dengan jangkauan yang besar dan luas dapat membawa khalayaknya pada cita rasa estetis dan standar budaya populer yang rendah. Media massa dapat menghilangkan sukses sosial yang merupakan jerih payah para pembaharu selama beberapa puluh tahun yang lalu.

oke, setelah teori kamu dapatkan, (note: teori yang kamu pilih harus benar2 sesuai dengan penelitian yang sedang kamu lakukan, karena hal tersebut merupakan dasar dari penelitian kamu), kamu harus memilihnya dengan tepat. Nah, setelah kamu menetapkan teori apa yang menjadi landasan penelitian kamu, kamu lalu menentukan metode penelitian yang kamu lakukan.

Ada dua jenis metode penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Metode Kualitatif

Kirk dan Miller (1986), mendefinisikan metode kualitatif sebagai “tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.

Sedangkan Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004:3) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

Miles and Huberman (1994) dalam Sukidin (2002:2) mendefinisikan metode kualitatif sebagai metode yang berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Jika kamu menggunakan metode kualitatif, hasil penelitian kamu nantinya akan berupa penjelasan dalam bentuk kata-kata/deskripsi. Tidak ada data dan angka di sana.

Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan menentukan perangkat penelitian terlebih dahulu secara ketat seperti perumusan masalah, teori dan hipotesis. Penelitian ini menghubungkan atau melakukan verifikasi teori. Penelitian kuantitatif biasanya berhubungan dengan data dan angka, dan metode yang biasanya dilakukan untuk penelitian jenis ini adalah survai. Penelitian survai merupakan metode formal untuk memperoleh informasi yang sama atau sejenis dari berbagai kelompok orang, yang ditempuh dengan melakukan penyebaran angket (daftar pertanyaan) atau melakukan wawancara secara pribadi. (Tatang M. Amirin, Menyusun Rencana Penelitian, Rajawali Pers).

Oke, judul sudah ada, perumusan masalah udah dibikin, tujuan penelitian udah ada, teori penelitian sudah dipilih juga metode penelitiannya, saatnya kamu menyusun skripsi kamu bab per bab. Itulah gunanya outline, membuat penyusunan skripsi kamu lebih mudah. Sebenarnya tidak memakai outline pun tidak apa2, tapi biasanya kajur kamu ingin tahu judul penelitian kamu apa, dan tidak jarang menolak judul kamu karena penelitian tersebut sudah pernah dilakukan kakak2 kelas kamu sebelumnya, seperti penelitian gue tentang kesenian tradisional ketoprak humor, tentunya ga bisa dijadiin penelitian lagi, kecuali tentu saja jenis kesenian tradisionalnya berbeda.

Nyusun Skripsi, apa yang harus dilakukan pertama kali?

Pastinya, kamu harus nyari bahan tulisan sebanyak-banyaknya yang berkenaan dengan judul skripsi kamu. Kalau gue, karena bicara soal kesenian tradisonal, media televisi, pastinya nyari tulisan sebanyak-banyaknya tentang hal tersebut.

Masuk bab satu : Bab satu biasanya terdiri dari:

- latar belakang masalah; disini kamu ceritakan kenapa kamu milih melakukan penelitian itu, seperti yang udah gue kasih contoh di atas, tapi kalo bisa garis umumnya aja, karena secara rincinya bisa kamu jelaskan di bab dua.

- perumusan masalah

- tujuan penelitian

- manfaat penelitian

kalo manfaat penelitian yang gue lakukan adalah : sebagai bahan acuan (referensi) bagi penelitian-penelitian selanjutnya, khususnya di bidang yang sama, yaitu mengenai efektivitas acara tradisional yang ditayangkan media massa elektronik televisi.

- sistematika penulisan

di sini kamu hanya menjabarkan lima bab dalam penelitian kamu, biasanya meliputi:

BAB 1 : Pendahuluan

Membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan Kepustakaan

Berisi mengenai landasan teori dan hipotesis.

BAB III : Metode Penelitian

Membahas mengenai metode penelitian yang digunakan juga membahas mengenai teknik pengumpulan data, populasi, sampel, teknik sampling, pengolahan data, analisa data, definisi oeprasional variable penelitian dan kerangka analisis.

BAB IV : Analisis dan Temuan

Mengemukakan analisis data, yaitu penyederhanaan data dalam bentuk tabel frekwensi dan tabel silang, dimana hasil-hasil temuan ini berkaitan dengan asumsi, hipotesis, dan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan dalam pendahuluan.

BAB V : Penutup

Merupakan akhir dari penulisan skripsi yang memuat tentang kesimpulan data dan saran-saran dari penulis.

~~~

BAB DUA

Bab dua adalah bab dimana kita membeberkan/menjelaskan teori penelitian yang kita gunakan secara lengkap. Biar ga bingung, kembali sebagai contoh gue kasih tau tentang skripsi gue.

Landasan teori yang gue gunakan adalah model komunikasi linear dari Claude Shannon dan Warren Weaver. kutipannya:

“Pandangan tentang komunikasi sebagai suatu interaksi di antara partisipan boleh dibilang sebagai suatu kejadian yang masih baru. Dalam dasawarsa 1940, komunikasi umumnya dianggap sebagai suatu fungsi linear. Seseorang mengkomunikasikan pesan-pesannya melalui sebuah saluran kepada seorang penerima yang kemudian memberikan umpan balik kepada pengirim tersebut.” Model linear dikembangkan atas dasar suatu model mekanis yang didesain untuk sistem telepon oleh Claude Shannon dan Warren Weaver. Model linear mengidentifikasikan elemen-elemen utama proses komunikasi yaitu: sumber, pesan, saluran, penerima dan efek. Oleh karena riset pada waktu itu memperhatikan persuasi dan propaganda, maka model tersebut bermakna dengan aliran pengaruhnya yang satu arah (itu sebabnya gue pilih teori ini, karena pengaruh media televisi juga satu arah, walau tetap menghasilkan feed-back atau umpan balik. Feedback terjadi setelah seorang pemirsa menonton suatu acara, apakah ia terkena dampak dari acara yang sudah ditontonnya atau tidak).

Setelah menjelaskan tentang teori, gue lalu menjelaskan tentang hal-hal yang berkenaan dengan judul, contoh:

- perkembangan seni pertunjukan di Indonesia (gimana sejarah ketoprak pertama kali di Indonesia)

- menjelaskan tentang acara Ketoprak Humar di RCTI termasuk rating acara tersebut selama beberapa pekan

- membahas tentang mengapa media tradisional (sepertinya) mulai menyusut dan ditinggalkan penggemarnya

- membahas/menjelaskan tentang peran televisi sebagai media massa elektronik termasuk apa dampak umum (global) televisi bagi pemirsa.

Masuk ke point B, yaitu point Hipotesis, disini kamu harus ngejelasin hipotesis kamu apa/gimana. Hipotesis berhubungan sangat erat dengan hasil penelitian. Gue punya lima hipotesis, dan kelima hipotesis tersebut harus terjawab dari survei yang udah dilakukan (yang kemudian biasanya nanti masuk ke bab lima, tentang kesimpulan penelitian).

Oke, biar ga bingung, kita definisikan dulu, apa hipotesis itu.

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu masalah penelitian, dirumuskan dalam pernyataan yang dapat diuji dan menjelaskan hubungan antara dua peubah atau lebih (Hermawan wasito, pengantar metodologi penelitian, GPU, 1992).

Sehubungan dengan pentingnya fungsi hipotesis dalam penelitian, ada beberapa ketentuan penyusunannya yang harus diperhatikan, yaitu:

- hipotesis hendaknya menggambarkan keadaan atau hubungan logis antara dua peubah atau lebih.

- hipotesis hendaknya merupakan suatu pernyataan yang dapat diuji.

- hipotesis hendaknya merupakan penyatuan sederhana dan terbatas tetapi cukup jelas serta mudah dimengerti oleh pihak lain.

- hipotesis hendaknya memberi petunjuk dilakukannya pengamatan dan pengukuran peubah yang dicantumkan dalam penelitian.

Memperhatikan masalah dan teori yang sudah dikemukakan, maka hipotesis dari penelitian gue adalah:

1. Efektivitas acara ketoprak humor dipengaruhi oleh jenis media yang digunakan (televisi)

2. Efektivitas acara ketoprak humor dipengaruhi oleh ciri kultural pemirsa.

3. Efektivitas acara ketoprak humor dipengaruhi oleh jalan cerita/tema cerita.

4. Efektivitas acara ketoprak humor dipengaruhi oleh isi pesan yang disampaikan.

5. Efektivitas acara ketoprak humor dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan.

~~~

Bab tiga

Bab tiga adalah bab yang berisi tentang metodologi penelitian.

Biasanya menjelaskan tentang metode penelitian dan jenis penelitian yang dilakukan. Berkenaan dengan penelitian yang gue lakukan, maka metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif – survai (penjelasan sudah diberitahu sebelumnya). Sementara jenis penelitian yang dilakukan dapat dikategorikan dalam penelitian penjelasan. Penelitian penjelasan adalah suatu penelitian yang mempunyai tujuan tertentu. Penelitian ini meneliti atau menjelaskan bagaimana hubungan sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti. Jadi pada penelitian ini, penjelasan lebih ditekankan pada hubungan antara variabel  dan pengujian hipotesis yang sudah dirumuskan.

Di bab tiga ini pula, kamu harus menjelaskan tentang populasi, sample dan teknik sampling kamu, serta lokasi penelitian yang kamu lakukan.

Penelitian gue saat itu adalah masyarakat di Kelurahan Semper Timur Jakarta Utara, yang terdiri dari 1 RW dan 3 RT, dengan jumlah total warga 787 warga (populasi).

Sampel, diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian, artinya, dari jumlah warga sebanyak 787 orang, maka samplenya adalah 10% dari jumlah populasi yaitu 78,2 yang dibulatkan menjadi 80 orang.

Teknik sampling adalah teknik penentuan sampel (Sampling) yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi.

Teknik sampling yang gue pilih saat itu adalah penentuan sampel secara tak acak, dimana dalam teknik tersebut, anggota populasi tidak diberi peluang yang dapat dihitung untuk dipilih menjadi anggota sampel. Anggota sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dan harus representatif. Adapun teknik penelitian sampel tak acak yang dipilih adalah penentuan sampel secara sengaja (purposive sampling). Dalam purposive sampling, anggota sampel ditentukan berdasarkan pada ciri tertentu yang dianggap mempunyai hubungan yang erat dengan tujuan penelitian. Karena gue ingin mengetahui  pendapat masyarakat (responden) tentang acara ketoprak humor yang ditayangkan oleh RCTI, maka gue menentukan bahwa mereka yang pernah menonton acara inilah yang akan menjadi sampel dalam penelitian yang sedang dilakukan.

Di bab ini pula kamu harus menjelaskan tentang cara atau alat pengumpulan data yang kamu gunakan. Untuk teknik survei, alat yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner.

Pada bab ini juga kamu harus sudah mulai menyusun daftar pertanyaan yang ingin kamu tujukan pada responden kamu. Jangan sampai lupa, hipotesis kamu, harus masuk dalam daftar kuesioner kamu, karena tentu saja untuk menjawab hipotesis yang udah kamu jelaskan di bab dua. Seperti kelima hipotesis gue, pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hipotesis tersebut pastinya gua ajukan. Bentuk pertanyaan yang diajukan adalah :

pertanyaan tertutup, contoh:

Apakah Anda pernah menonton acara Ketoprak Humor di RCTI?

a. Tidak Pernah

b. Pernah

- kombinasi tertutup dan terbuka, contoh:

Menurut pendapat Anda, apakah acara Ketoprak Humor masih dapat disebut sebagai kesenian tradisional?

a. Tidak, alasan………

b. Ya, alasan ………….

- Pertanyaan semi terbuka – pada pertanyaan ini, jawaban sudah tersusun, tapi masih ada kemungkingan tambahan jawaban, contoh:

Apa alasan Anda menonton acara Ketoprak Humor di RCTI?

(1) hanya sekedar iseng/mengisi waktu luang

(2) ada ajakan menonton dari orang lain

(3) untuk mendapatkan informasi dan hiburan

(4) lainnya (sebutkan)…..

- Pertanyaan terbuka – pada pertanyaan terbuka, jawaban tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas untuk memberikan jawaban. Contoh:

Apa alasan Anda atas jawaban yang Anda berikan pada pertanyaan nomor 1?

Definisi Operasional Variabel Penelitian

Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Variabel sendiri merupakan deskripsi dari suatu konsep atau merupakan penurunan tingkat abstraksi dari konsep ke level yang lebih rendah (yang lebih dekat dengan pernyataan empiris yang hendak diukur). Dengan demikian, variabel merupakan konsep yang memiliki variasi baik dalam jumlah, ukuran ataupun bentuknya. Penentuan variabel ini berkaitan dengan masalah-masalah yang akan diukur dalam suatu penelitian. Sebagai contoh, ; motivasi, percaya diri, loyalitas, tingkat kepuasan, umur, tingkat pendidikan, status dan sebagainya. Derajat perbedaan dari variabel inilah yang akan menjadi fokus perhatian dari suatu penelitian. Dalam beberapa hal variabel  merupakan suatu konsep yang harus didefinisikan yang mungkin terdiri dari beberapa sub variabel di dalamnya. Sehingga pendefinisian variabel dikaitkan dengan menurunkan konsep tersebut dalam bentuk operasionalisasi (dapat diukur).

contoh:

Variabel: Efektivitas acara ketoprak humor

Definisi: tingkat keberhasilan acara ketoprak humor dalam meningkatkan minat audience untuk tetap/kembali mencintai kesenian tradisional.

Tingkat definisi ini bisa dipecah lagi dalam beberapa sub variabel, misal:

- Tingkat keberhasilan : —-> tingkat pendapat tentang acara ketoprak humor

- Tingkat keberhasilan : —-> tingkat pendapat tentang waktu penayangan

- Tingkat keberhasilan : —–> tingkat pengertian jalan cerita

- Tingkat Operasional : seperti sudah dikemukakan, variabel merupakan konsep yang memiliki suatu variasi atau daya beda, tapi variasi tersebut memerlukan suatu atribut (indikator) hingga pengukuran dapat dilakukan. Proses pemberian atribut inilah yang dinamakan sebagai proses operasionalisasi variabel. Jika dihubungkan dengan tingkat definisi diatas, maka contoh tingkat operasional adalah sbb:

skor, antara 1 = sangat tidak menarik, sampai 5 = sangat menarik

skor, antara 1 = sangat tidak setuju, sampai 5 = sangat setuju

skor, antara 1 = sangat tidak mengerti, sampai 5 = sangat mengerti

Kerangka analisis

Kerangka analisis dari skripsi gue adalah terjadi hubungan satu arah (asimetris) antara variabel X (variabel bebas) dan variabel Y (variabel terikat), dimana variabel X akan menentukan variabel Y.

Contoh:

Variabel bebas (X)

x1. jenis media (televisi)

x2. ciri kultural pemirsa

x3. jalan cerita/tema cerita

x4. isi pesan yang disampaikan

x5. bahasa yang digunakan

kelima variabel di atas, mengarah pada variabel terikat (Y) yaitu efektivitas acara ketoprak humor, dimana efektivitas terjadi/terbentuk jika: (i) masyarakat merasa terhibur; (ii) masyarakat tetap (kembali) mencintai kesenian tradisional.

~~~

Bab IV, merupakan bab di mana kamu harus memaparkan analisis dan temuan dari hasil penelitian kamu. Untuk skripsi gue, tiap-tiap pertanyaan dijabarkan secara sendiri-sendiri dalam bentuk tabel silang. Pertanyaan yang gue ajukan dalam kuesioner adalah sebanyak 22 pertanyaan,  dan ke-22 pertanyaan tersebut dibahas satu persatu. Pada akhirnya, hipotesis kamu juga akan terjawab di sini setelah kamu melakukan pengolahan data.

~~~

Bab V adalah bab penutup biasanya berisi tentang kesimpulan dan saran dari penulis. Kesimpulan, biasanya berkenaan dengan hipotesis yang udah gue bilang sebelumnya, dimana kamu harus menjabarkan hasil temuan kamu satu-satu. Karena hipotesis gue ada lima, maka kelima-limanya gue jelaskan satu persatu.

Saran lebih pada saran kita tentang penelitian yang sudah kita lakukan.

Demikian sharing dari gue, semoga barmanfaat.

About these ads
 
10 Komentar

Posted by pada Juli 27, 2011 in How To

 

10 responses to “Cara Nyusun Skripsi Yang Ga Begitu Ribet (Khusus Ilmu Komunikasi)

  1. Muhammad Fakhreza (@fakhreza_ramlan)

    September 22, 2012 at 11:15 p

    mbak. saya mau minta pendapat mbak ttg outline saya. dmn saya bisa menghubungi mbak?

     
  2. Dimas Avicenna

    November 8, 2012 at 6:07 p

    Aku mau tanya dong kalau Penyusunan BAB II Kualitatif Bidang Komunikasi itu gimana yah tahap” an nya ?? Terus Teori” Komunikasi dari berbagai Sumber nya jg yah .. tolong yah please ,, balas ke email ku yah gemini_dimas@yahoo.com Terimakasih banyak bagi yg mau membantu saya :)

     
  3. Shatikah

    November 18, 2012 at 6:13 p

    buku Teori Komunikasi, keluaran Universitas Terbuka karangan Sasa Djuarsa Sendjaja biasanya masih jadi favorit, hehe, disana lengkap tentang penjelasan teori komunikasi dan dijelaskan dengan cara yang sederhana. Wah metode penelitian yang digunakan berbeda dengan metode yang aku gunakan hehe, jadi aku agak2 kurang ngerti tentang metode kualitatif ini, cuma metode penelitian kualitatif biasanya bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Laporan penelitian kualitatif biasanya disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh dengan nilai-nilai otentik.

     
  4. Dudung Syamsuddin Dudung

    November 29, 2012 at 8:03 p

    mba aku mau sharing donk sama mba tentang skripsi aku. nanti aku hubungi mba lewat email mba ya. boleh kan mba?

     
    • Shatikah

      Desember 11, 2012 at 3:19 p

      boleh saja, silahkan ^___*

       
  5. Afandyy Linee

    Januari 8, 2013 at 9:40 p

    mbk mw nya tntng indiktor ne. ,
    indikator pda variabel y. jdl aq pengaruh terpaan iklan pil kb andlan dTV trhdp keputusan menggunakan pil kb andalan. variabel X: terpaan iklan indikatorx frekuensi menonton n perhatian trs vriabel y nya keputusan menggunkan nah ne indiktorx yg aq g bsa .. kptsan dcini dlm artian pentuan kputusan trhdp alternatif pilhan untk mnggunkan pada massa yg akn dtg. indiktorx pa ja?

    pa indktor keputsan menggunkan tu hrs dihububfkan pda iklan indikatorx cz yg dtliti kn iklan, nh sya bngugx ada bbrpa skripsi dg jdl yg sma tpi indiktorx dr faktor2 org mnggunkan bkn dri iklan pdhl yg dtlitikn iklannya.. mksh mbak..

     
    • Shatikah

      Februari 3, 2013 at 8:53 p

      Variabel X Variabel Y
      ?? Keputusan terhadap
      alternatif pilihan-
      utk mgunakan pil kb
      andalan pada masa
      yang akan datang

      Menurut pendapatku sih, kalau penelitiannya tentang iklan pil kb andalan, variabel X-nya ya iklan itu sendiri, karena kan ingin mengetahui pengaruh iklan tersebut terhadap keputusan menggunakan pil kb andalah. Apakah iklan tersebut cukup berpengaruh/tidak, terus kalau ya berpengaruh, seberapa besar pengaruhnya.

      Indikator variabel x bisa bermacam-macam, (1) bahasa yang digunakan dalam iklan (ringan/mudah dimengerti atau berat/susah untuk dimengerti (2)kemasan iklan menarik atau tidak (lebih kepada story iklan) (3) isi pesan yang disampaikan dalam iklan mudah dipahami/tidak (4) model iklan (terkenal/tidak atau tokoh yang dipercaya/tidak (5) durasi iklan (6) frekwensi menonton iklan, dll.

      Semoga bisa membantu. Sukses skripsinya.

       
  6. chessy.s.insani (@chessyyyy)

    Maret 13, 2013 at 3:25 p

    mba tolong info buku yang menjelaskan tentang teori indivdual difference dong. saya kesulitan untuk mencari buku itu, karna saya juga menggunakan teori itu untuk skripsi saya. terima kasih.

     
  7. Shatikah

    Maret 19, 2013 at 2:34 p

    hadooh repot juga yah nyari buku ttg teori ‘perbedaan individu’… well kita liat,

    Teori Perbedaan Individu ( Individual Differences Theory)
    Asumsi teori ini adalah :
    Pesan-pesan yang disampaikan media massa ditangkap individu sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan personal individu. Efek komunikasi pada individu akan beragam walaupun individu menerima pesan yang sama. Terdapat faktor psikologis dalam menerima pesan yang disampaikan media massa. Masing-masing individu mempunyai perhatian, minat, keinginan yang berbeda yang dipengaruhi faktor-faktor psikologis yang ada pada diri individu tersebut sehingga mempengaruhi dalam menerima pesan yang disampaikan media massa.”

    diliat dari asumsi teori tsb, coba saja nyari penjelasan lebih lanjutnya di buku2 efek komunikasi massa seperti karangan Jalaluddin Rakhmat misalnya (Efek komunikasi Massa, penerbit rosdakarya). Terus Psikologi Perkembangan (Drs. Zulkifli L, Rosdakarya, Bdg 2001), dll.

     

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: