RSS

Khasiat Rambutan

21 Des

Horee…. musim rambutan… dimana-mana dipinggir jalan banyak banget rambutan dijual, yummy loh makan rambutan ituh walo kadang banyak semutnya heuheu… cari tau yuk khasiat rambutan itu apa.

Asal Usul Rambutan

Rambutan (Nephelium lappaceum L) diperkirakan adalah tanaman asli Indonesia yang  penyebarannya dimulai ke Cina bagian selatan (Yunnan dan Hainan), lalu terus debarkan ke Thailand, Malaysia dan Filipina.

Rambutan banyak dibudidayakan hampir di seluruh daerah yang beriklim tropik basah dan dalam jumlah yang kecil bisa dijumpai juga di daerah tropik basah Amerika, Afrika dan Australia.

Tinggi pohon rambutan biasanya antara 15 hingga 25 m, bercabang-cabang, dan daunnya berwarna hijau. Buah rambutan bentuknya bulat lonjong, panjang 3-5 cm dengan duri temple (rambut) lemas sampai kaku.

Kulit buahnya berwarna hijau dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal, biji berbentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air.

Rasa buah rambutan bervariasi, dari masam sampai manis.

Jenis Rambutan

Setidaknya ada 22 jenis rambutan yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Ciri-ciri yang membedakan rambutan satu dengan yang lain adalah daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit dan panjang rambut.

Rambutan berasal dari kata Melayu, yaitu kata ‘rambut’ yang artinya ‘mengurai’. Dalam bahasa Thai, rambutan disebut dengan ngoh atau phruan, orang Kamboja menyebutnya saaw maaw, orang vietnam menjulukinya chom chom, vai tieu, orang China (cantonese) menyebutnya hooun mo daon, sementara Chine (putonghua) menyebutnya shau tsz.

Beberapa jenis rambutan yang terkenal, diantaranya:

1. Rambutan Rapiah

Rambutan ini memiliki ciri kulit berwarna hijau, kuning dan merah tidak merata. Rambut agak jarang, rasanya manis dan agak kering, kenyal, daging buah tebal dan mudah dipisahkan dari biji, dan memiliki daya tahan yang baik. Dalam kondisi cuaca normal, rambutan ini bisa bertahan hingga 6 hari setelah dipetik.

2. Rambutan Aceh Lebak

Rambutan ini memiliki ciri khas pohonnya tingga dan buahnya lebat. Kulit buah berwarna merah dan kuning, rasanya manis sedikit asam, kadar air tinggi dan daging buah mudah dipisahkan dari biji. Daya tahan rambutan ini juga cukup baik, dapat bertahan 4 hari setelah dipetik.

3. Rambutan Cimacan

Rambutan ini memiliki ciri kulit yang berwarna merah kekuningan sampai merah tua, memiliki rambut kasar dan agak jarang. Daging buah manis, sedikit berair, tapi daya tahannya kurang lama. Produksi buahnya juga terbilang sedikit.

4. Rambutan Binjai

Rambutan ini merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia. Buahnya memiliki kulit berwarna merah darah sampai merah tua dengan rambut agak kasar dan jarang. Daging buahnya besar dan manis sedikit asam. Produksi buah sedang, tetapi kualitasnya bagus.

5. Rambutan Sinyonya

Ciri rambutan ini buah berwarna merah tua sampai merah anggur, rambut halus dan rapat, daging manis, lembek, berair dan tidak ngelotok.

Yang Terkandung Dalam Rambutan

Buah rambutan mengandung karbohidrat, protein, lemak, forsfor, besi, kalisum dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol, pectic substance dan zat besi.

Kandungan 100 gram daging rambutan, terdiri atas :

82,1% air

0,9% protein

0,3% lemak

0,3% serat kasar

2.8 g glukosa

3,0 g fructose

9,9 g sucrose

2,8 serat

0,05% asam malat

0,31% vitamin C

0,5 mg niacin

15 mg zat kapur

0,1 per 2,5 mg besi

70 mg vitamin C

0,01 mg thiamine

0,07 mg riboflavin

140 mg kalium

2 mg natrium

10 mg magnesium

Khasiat Rambutan

Beberapa bagian pohon rambutan ternyata dapat digunakan sebagai obat, yaitu:

~ daging buah mengandung saponin, dapat digunakan sebagai obat demam.

~ kulit buah digunakan untuk mengatasi disentri dan demam. Untuk disentri, cuci kulit buah rambutan (kurang lebih 10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing tiga perempat gelas. Untuk demam, cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (kurang lebih 15 g), tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing2 sepertiga bagian.

~ kulit kayu digunakan untuk mengatasi sariawan. Cara pengobatan; cuci kulit kayu rambutan (kurang lebih tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.

~ daun digunakan untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut. Cara untuk menghitamkan rambut adalah sebagai berikut: Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk rata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.

~ akar digunakan untuk mengatasi demam

~biji digunakan untuk mengatasi kencing manis (diabetes mellitus). Caranya, gongseng (sangrai) biji rambutan kurang lebih lima biji, lalu giling sampai menjadi serbuk, setelah itu seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1 – 2 kali sehari.

(berbagai sumber)

About these ads
 
2 Komentar

Posted by pada Desember 21, 2011 in khasiat buah

 

2 responses to “Khasiat Rambutan

  1. daniahapsari

    Desember 30, 2011 at 2:40 p

    waktu masih tinggal di malang, saya hobi banget sama binjai, tapi setelah di karawang, gak ada yang jual. biasanya jualannya aceh, airnya lebih dikit dari pada binjai. trus, keluarga suami dari Semarang, juga gak nemuin binjai. kenapa ya? apa cuma bisa tumbuh di daerah dingin, ya?

     
    • Shatikah

      Desember 30, 2011 at 10:01 p

      mungkin, hehe, kurang tau juga, tapi aku menemukan catatan tentang syarat tumbuh rambutan binjai sebagai berikut :
      Tanaman rambutan binjai tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi. Tanaman ini relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5. Suhu udara 22-35° C. Tipe tanah latosol kuning sangat disenangi. Hembusan angin yang kering, biasanya di pantai, dapat menyebabkan tepi-tepi daun berwarna kecokelatan seperti terbakar. Namun, untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau (kering) antara 3-4 bulan. Hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan banyak bunga berguguran dan mendorong timbulnya serangan penyakit mildu tepung (Oidium sp). Bila kemarau berkepanjangan, buah menjadi kurang berisi (kerempeng) dan bijinya tidak berkembang (kempis, rudimenter).

       

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: