RSS

Wisata Bandung

06 Feb

Home sweet home. Kata2 itu yang terbersit di benak gue kalo gue lagi ngebicarain soal Bandung, hehe, secara Bandung adalah hometown gue. Gue terbiasa bolak-balik Bandung-Jakarta sampe lupa kalo Bandung ternyata salah satu kota cantik di Indonesia yang pantes untuk dipromosiin sebagai kota wisata.

Tapi sebenernya, tanpa dipromosiinpun udah cukup banyak orang (yang berasal dari luar Bandung) yang dateng ke sana, untuk sekedar ber-week end ria atau untuk blanja-blanji.

Fiuh,  dulu, sekian tahun yang lalu, daerah rumah gue, which is di sekitar jl. Setiabudi, masih sepi. Kendaraan yang lalu lalang di sana masih sekedarnya, masih mau2, enggak2, hehe. Tapi sekarang, bujug, macet gila. Dan itu pastinya karena banyaknya Factory Outlets (FO) yang bertebaran di sana. Kemacetan itu diperparah dengan adanya angkot yang lewat sana, padahal jalan itu (tadinya) bukan rute angkot bersangkutan. Kejar setoran Mang….

Tapi walo perkembangan Bandung makin pesat dan makin rame aja, udara Bandung for me tetep asik, tetep cool, tetep bersahabat. Even di siang hari di Bandung sekarang terkadang terik bangets, tapi still menyejukkan for me. Belom lagi air (tanahnya) yang biasa dipake mandi, wuuuh dingin gila, kayak es.

Bandung terletak pada ketinggian kurang lebih 750 meter di atas permukaan laut. Bandung dikelilingi banyak gunung, bahasa gaulnya mah diriung ku gunung. Denger2 waktu Belanda masih bercokol di negara kita terkasih (bosen tercinta melulu, hehe), mereka pernah berniat menjadikan Bandung sebagai ibukota Hindia Belanda, tapi ga tau kenapa niat itu ga jadi terlaksana. Even that way, beberapa departemen penting pada waktu itu pada mindahin kantor pusatnya ke Bandung. Ga heran kalo sekarang di Bandung banyak gedung2 bagus peninggalan Hindia Belanda yang masih eksis, hotel Savoy Homan, contohnya.

Pada masa kolonial dulu, pemerintah Belanda membangun jalur jalan kereta api dan membagi Bandung menjadi dua bagian, yaitu wilayah Utara dan Selatan. Bagian utama kota Bandung umumnya berada di wilayah Selatan rel kereta api dimana pada masa itu merupakan kawasan rakyat jelata (pribumi), sedangkan kawasan Bandung utara adalah kediaman orang2 Belanda. Kawasan Utara ini jalannya lebar, terbagi tiga lajur dimana di sepanjang lajur itu ditanami bunga yang indah dan berwarna-warni. That’s why Bandung kemudian dijuluki kota Kembang.

Oke deh, daripada muter2 kayak gangsing (bo, yang lagi eksis sekarang yoyo yah?! hahahaha… peace) kita liat aja tempat2 apa aja yang asik dikunjungi :

1. Jl. Asia-Afrika

Jalan Asia-Afrika adalah jalan satu arah yang melewati sejumlah persimpangan, yaitu persimpangan Jl. Gardu Jati Astana Anyar, Otto Iskandardinata, Jl. Tamblong-Lengkong Besar dan Jl. Sunda-Karapitan. Kenapa kamu harus ke jalan Asia-Afrika?! karena di sana terletak alun2 kota Bandung, Masjid Agung dan Gedung Merdeka. Belum lagi hotel dan resto, poko’nya rame bener. Tapi itu tadi, kamu harus sabar kalo terjebak dalam kemacetan, karna angkot di sana gila2an jumlahnya. Di sekitar jl. Asia-Afrika, kamu juga bisa nemuin toko2 yang menjajakan barang2nya yang pastinya berkualitas baik dan terjangkau oleh kantong kamu.

2. Jl. Braga

Jalan Braga adalah jalan tertua di kota Bandung. Dulu jalan ini namanya jalan Pedati dan menjadi pusat perbelanjaan none dan tuan Belanda. Di jalan Braga terdapat banyak cafe. Yang mo beli souvenir, yuk mariii, disini juga banyak dijajakan souvenir.

3. Jl. Cihampelas

Di sepanjang jalan Cihampelas, banyak berjejer toko2 yang menjajakan berbagai barang, kebanyakan sih jeans. Harganya lumayan terjangkau-lah. Seiring dengan banyaknya pendatang yang memenuhi jalan Cihampelas tiap week-end, sekarang disana bermunculan jasa travel dengan harga bervariatif, tapi masih dibawah cepe-lah, rata2 antara 60 sampe 80 ribuan. Mostly jurusannya Jakarta dan sekitarnya. Jadi bagi kamu yang ke sana naik kendaraan umum, nggak usah pusing kalo mo balik ke Jakarta secara banyak travel yang bakal nganterin kamu pulang, tinggal pilih aja yang mana. Belanja aja dengan tenang ya Bu… O ya, salah satu tempat di Cihampelas yang lumayan asik untuk dikunjungi adalah Ciwalk atau Cihampelas Walk, disini terdapat banyak cafe, dan sesekali suka diadain acara live music.

4. Gedung Merdeka

Gedung merdeka menyimpan sejarah tentang Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.  Kamu bisa nemuin foto Soekarno yang lagi ngadain pertemuan dengan Chou-En-Lai, Ho Chi Minh, Nasser dan para pemimpin dunia ketiga lainnya yang memerintah pada tahun 1950an. Bangunan gedung Merdeka sendiri berasal dari tahun 1879. Dulu namanya adalah Concordia Sociteit, yang merupakan ruang pertemuan dari berbagai organisasi Belanda.

5. Gedung Sate

Gedung Sate adalah pusat pemerintahan Gubernur Jawa Barat. Gedung ini merupakan bangunan di Bandung yang menggunakan konstruksi beton bertulang untuk pertama kalinya. Gedung Sate dirancang oleh arsitek J. Gerber dan dibangun pada 1920. Disebut Gedung Sate karena di puncak gedung terdapat ornamen yang berbentuk sate. Tidak jauh dari gedung sate (kurang lebih 500m) ada monumen Perjuangan Rakyat. Monumen ini dibangun bertepatan dengan peringatan perlawanan Rakyat pada masa penjajahan Belanda. Di sebelah utara Gedung Sate terdapat lapangan Gasibu yang sering dipakai untuk ngadain berbagai event.

6. Dago Thee Huis

Jika kamu menyusuri jalan Merdeka, terus ke Utara, maka kamu akan bertemu dengan jalan Ir. H. Juanda. Jalan ini akan menanjak terus ke bukit Dago hingga mencapai Taman Budaya Jawa Barat : Dago Thee Huis (kini biasa dipanggil tea house). Dago Thee Huis adalah tempat dimana berbagai pertunjukan kesenian dan kebudyaan sering diadain. Mereka punya teater sendiri, baik yang terbuka atau tertutup. Udara di sekitar Dago Thee Huis sejuk banget secara dikelilingi banyak pohon yang lebat dan rimbun. Panorama di sini juga indah bangets, apalagi pada malam hari. Kamu bisa liat kota Bandung dari sini dengan semua lampunya yang berkerlap-kerlip. Kalo kamu lapar atau haus, don’t worry, banyak terdapat saung dimarii. Kamu bisa lesehan bareng temen2 kamu di salah satu saung untuk dinner. Harga yang ditawarin bervariatif, tapi masih masuk akal (kecuali kalo kamu makan gila2an + pake bungkus segala, hehe), makanan fav gue dimariii adalah nasi timbel.

7. Taman Juanda

Dari Dago Thee Huis, kamu dapat kembali ke jalan H. Juanda, terus menuju ke Utara. Kira2 100m, jalan akan bercabang dan kamu dapat belok kiri ke jalan Jajaway, setelah itu jalan akan bercabang lagi, kamu ambil arah kanan yang menanjak, dan jalan ini akan menuju ke Taman Hutan Ir. H. Juanda. Tapi sebelum menuju taman Juanda, di kiri jalan Jajaway, terdapat sebuah jalan kecil yang akan membawa kamu ke obyek wisata curug Dago, dimana di sini tedapat air terjun Dago yang punya ketinggian kurang lebih 15 meter. Di curug Dago terdapat juga batu prasasti yang berasal dari Kerajaan Thailand. Curug Dago adalah tempat yang asik untuk rehat (tapi jangan sambil melamun ato menghayal yah, ntar kesambet lagi). Dari curug Dago kamu bisa terus berjalan kaki menyusuri sungai Cikapundung ke arah taman Juanda (tapi kayaknya musti hati2 kalo musim ujan). Taman Juanda adalah kawasan hutan lindung dan hutan raya yang gede bangets. Jadi, jangan salah, bukan Bogor aja yang punya kebun raya, Bandung juga punya. Di taman ini, kamu bisa mengenal berbagai jenis flora yang ada di Indonesia atau dari luar Indonesia seperti Afrika (tapi itu juga kalo kamu tertarik sama tanaman, hehe). Taman Juanda sebenarnya lebih dikenal dengan nama Dago Pakar. Dago Pakar pada mulanya hanya didominasi tumbuhan dengan spesies tertentu, tapi pada 1963, kawasan ini mulai dipersiapkan sebagai hutan lindung dan kebun raya. Di taman ini terdapat kurang lebih 2500 pohon yang termasuk dalam 40 familia dan 108 spesies.

8. Gua Jepang

Gua Jepang masih terletak di taman Juanda atau Dago Pakar tadi. Umumnya dikenal dengan nama Gua Pakar. Gua Pakar dulunya adalah tempat penyimpanan amunisi yang dibuat oleh tentara Jepang selama Perang Dunia ke II. Sebelum digunakan tentara Jepang, gua ini awalnya adalah terowongan irigasi PLTA Belanda yang kemudian hari dijadikan benteng markas tentara Jepang di kota Priangan.

9. Cibaduyut

Mulai merasa boring berada di dalam gua?! kita hirup udara segar dulu dengan cara bershopping-ria. Tau ga seh kalo salah satu tempat yang asik untuk shopping adalah Cibaduyut?! ngga tau ya?! makanya gue kasih tau…. hihihi.. Cibaduyut terletak di sebelah Selatan Bandung, tidak begitu jauh dari terminal bus Leuwi Panjang, tapi cukup jauh dari Dago, secara Dago letaknya di Utara Bandung. Tapi lupakan jarak, kalo udah bicara shopping, jarak nggak penting lagi, secara shopping di Cibaduyut murah gila. Kalo kamu pinter nawar, harga sepatu di Cibaduyut bisa kamu dapatkan hanya separo harga dari yang dijual di pusat perbelanjaan. Nggak percaya?! coba aja.  Cibaduyut emang pusat pembuatan sepatu, sandal, tas, dan teman2nya. Kualitas barang2 di sini cukup bagus kok. Barang yang kamu beli cukup awet, asal dijaga aja pemakaiannya dengan benar, jangan kesel dikit, barang itu dibanting, marah dikit dibanting, itu mah pastinya cepet rusak. Saran gue, lupain gengsi. Gengsi nggak cool. Produk kita ga kalah bersaing kok dari produk luar. Jadi cintai produk sendiri, ok?!

10. Penginapan, Factory Outlets, Oleh2

Penginapan di Bandung, beragam, ada yang sangat eksklusif seperti hotel  bintang lima, sampe ke penginapan biasa2 aja, seperti guest house. Semuanya tergantung sama kamu mo milih yang mana. Untuk Factory Outlets (FO), terakhir sih yang gue inget masih banyak, ga tau yah sekarang, hehe, beberapa diantaranya : Dago Stock Ekspor, Au’let, Move Zone, Up Town, Rich & Famous, M & M, VIP (jl. Juanda) ; The Summit Boutique Outlet, China Emporium, Oasis (jl. Riau); Cargo (jl. Diponegoro) ; Bandung Factory Outlet, Splish-Splash (Jl. Sumatera); Fosh Fashion, Stock Center (Jl. Soekarno Hatta); Buah Batu Stockline, Lobana Collection (jl. Buah Batu); Oten One, Bosh Factory Outlet (jl. Oten); Paris Van Java, Ekspor Shop (jl. Cihampelas); Rumah Mode, Mode Plus, Natural, Donatella, La Fayette, Best Choice (jl. Setiabudi), dll.

Seiring adanya krismon, ada beberapa FO yang terpaksa gulung tikar. Tapi banyak diantaranya yang terus berjaya.

Untuk oleh2 khas Bandung adalah : Oncom goreng dunk, abis itu Tempe goreng, Pisang Molen-nya Kartika Sari, Brownies-nya Amanda, Sus-nya Merdeka, cireng berbagai isi (makanan apaan tuh), cilok (sodaraan sama cireng, hehe), dan pastinya batagor (ugh!).

Untuk sementara itu dulu yang gue kasih tau, ntar kalo ada tempat yang asik lagi dikasih tau lagi. Have a nice weekend everybody.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 6, 2009 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: