RSS

Wisata Yogyakarta

06 Apr

Seperti kita tau, Yogyakarta adalah salah satu tempat yang selalu jadi tujuan wisata baik untuk turis lokal atau mancanegara. Pergi ke jogja bagi gue ga pernah merasa bosan….

Masalahnya, selain udaranya emang sejuk, orangnya ramah2, jajanannya enak dan murah, banyak obyek wisaya yang bisa didatengi, kita juga ternyata bisa ngeborong batik dengan harga asik… hahaha…. mo jualan bu…

Ya gitu deh, kalo kamu lagi puyeng, trus ga tau mo ngapain, ke Yogya deh, asik tau pergi ke sana (suer ini nggak lebay)… kamu bisa lesehan makan gudeg di Malioboro, truz bisa naik andong di Parangtritis sambil liat2 pemandangan yang indah buanged.. atau bahkan duduk2 aja di pinggir pantai nungguin sunset….. pasti rasa puyengnya nambah, secara pengeluaran juga nambah… hehe…

Oke deh, untuk lengkapnya, kita liat tempat2 apa aja yang asik di Yogya dan sekitarnya yang seru untuk kita datengi :

1. Komplek Keraton

Pergi ke Yoyga  ga mampir ke keratonnya (keraton Ngayogyakarto)?!.. wah sama aja bohong, secara keraton udah jadi ciri khas-nya kota Yogya. Keraton Yogya merupakan istana kesultanan yang bernuansa jawa tradisional. Banyak aspek kehidupan di dalam keraton yang masih tetap dipertahanin nilai2nya. Kamu bisa pergi ngelilingi komplek keraton dengan dipandu oleh seorang pemandu (yang biasanya orang2 keraton langsung).

Ada banyak wisata yang ditawarin di dalam komplek keraton ini, antara lain wisata mengunjungi bangunan2 keraton yang pastinya punya nilai histori tinggi, truz wisata kuliner (dimana kamu bisa nyicipin masakan khas keraton), dan wisata budaya (kaya ngeliat gimana cara nge-batik).

Dari sekian banyak tempat di komplek keraton, ada satu tempat yang sering bangets dikunjungi anak2 muda Yogya terutama tiap weekend, yaitu alun-alun kidul. Di alun-alun ini terdapat dua pohon beringin yang berusia ratusan tahun, yang terkenal dengan nama beringin kembar, letaknya pas di tengah alun2. Kabarnya, kalau kamu bisa masuk di antara dua beringin ini dengan mata tertutup, keinginan kamu bisa terkabul. Tapi itu kabarnya, bener ato engganya, i don’t know. Yang jelas sih, katanya rada2 susah ngelewati itu pohon beringin, kebanyakan orang yang lewat jalannya pada melenceng ga jelas gitu.

beringin kembar

Nah, karena penasaran,  gue nyoba juga untuk nembus. So, i tried through that twin trees for couple times. Percobaan pertama, gue melenceng jauh ke arah kiri (ga tau knapa begitu, kurang konsentrasi kali yah..). Percobaan kedua, alhamdullilah, bisa nembus dengan mudah. Moga beneran keinginan gue bisa tercapai, amien.

Eh, bo, tau ga sih ngelewatin tuh dua pohon beringin ternyata ada tata caranya, yaitu:

– berdiri lurus ke depan sekitar 25 meter dari beringin kembar, tepatnya dekat dengan gedung Sasana Hinggil arah Utara pohon beringin kembar.

– mata dalam keadaan tertutup, terserah mo ditutup apa, pokoknya nggak boleh ngintip, karena kalo ngintip katanya nggak sah.

– badan harus diputar lebih dulu 360 derajat berkali-kali (ga heran banyak orang yang sempoyongan jalannya abis badannya diputar-putar).

– arahkan posisi badan lurus ke depan, sejajar dengan jalan tengah beringin kembar.

– mulai berjalan tanpa bantuan orang lain, pokoknya pede aja, hehe (jangan dengerin support dari orang2, karena biasanya menyesatkan).

seru kan? seru kan?… gue sih ngelakuin itu untuk seru2an ajah…

2. Jl. Malioboro

Jalan Malioboro adalah jalanan paling terkenal di Yogyakarta dan merupakan tempat yang seru untuk belanja dan wisata kuliner, karena di sepanjang jalan itu emang tersedia berbagai resto dan toko yang menjajakan dagangannya, termasuk tentunya para pedagang kaki lima. Semuanya ada di sana, dari kerajinan tangan khas Yogya, tas, baju batik, bahkan baju2 yang fungky juga ada. Harganya cukup terjangkau. Pede aja nawarnya, hehe. Percaya nggak, gue bisa dapetin tas rajutan tangan yang ukurannya lumayan gede seharga 15 ribu rupiah ajah. Gokil kan? padahal itu tas lucu gila.

Yang butuh souvenir, jangan berpikir panjang dah, di sini tersedia juga aneka macam souvenir yang lucu2 yang bernuansa budaya Jawa, kayak pulpen atau pinsil yang terbuat dari kayu yang menyerupai wayang golek, pokoknya, bisa kamu peroleh dengan harga murah banget. Buat kamu yang suka aksesori gelang, kalung, anting juga banyak pilihan.

Jalan Malioboro terletak kurang lebih 1 km dari keraton Yogya. Jalan ini terbentang dari Stasiun Tugu ke Keraton.

Masih di sekitar jalan Malioboro terdapat pasar Beringharjo yang menjajakan aneka batik khas Yogya. Tapi selain batik banyak hal lainnya yang dijajakan di pasar tradisional yang sudah beroperasi sejak tahun 1758 ini.

O, ya kalau kamu haus atau laper, nggak usah khawatir, banyak resto atau cafe yang nyediain masakah khas Yogya seperti gudeg. Tapi selain gudeg, pastinya ada banyak alternatif makanan lain yang bisa kamu cicipi. By the way, kalo kamu berniat keliling dari Malioboro sampai Keraton, kamu bisa nyewa becak atau andong. Harganya bervariatif, tapi harga andong biasanya lebih mahal dari becak. Dalam tour kamu itu, abang becak atau abang andongnya biasanya nawari kamu untuk beli oleh2 khas Yogya seperti kaos dagadu atau bakpia Pathok dan bersedia nganterin kamu ke tempat itu atau tempat lainnya yang kamu mau (tapi biasanya ongkosnya nambah, hehe). Untuk bakpia, rata2 harganya berkisar antara 15 ribu sampai 20 ribuan (aneka rasa).

3. Parangtritis

Parangtritis adalah pantai di pesisir Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah Selatan kota Yogya. Parangtritis merupakan obyek wisata yang cukup terkenal di Yogya dan selalu jadi tempat favorit bagi siapa aja (kecuali bagi mereka yang phobia sama air, hehe).

Di sekitar pantai terdapat gunung-gunung pasir yang tinggi yang biasa disebut gumuk. Selain itu, di Parangtritis juga terdapat pemandian perang wedang, konon katanya air di pemandian tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit (terutama sakit kulit) secara mengandung belerang yang berasal dari pegunungan di sekitarnya.

Pergi ke Parangtritis bikin badan kamu makin segar. Kamu bisa bermain air di sekitar pantai, tapi ga bisa berenang terlalu jauh karena ombak di sini lumayan besar.

Ups, almost forget, jangan memakai baju hijau kalau ke parangtritis, karna konon kabarnya bisa menjadi korban keganasan ombak di sana.

4. Candi Prambanan

Candi prambanan adalah salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Merupakan peninggalan kebudayaan Hindu pada abad ke 10. Tinggi candi Prambanan kurang lebih 47 meter. Letaknya kurang lebih sekitar 18 km dari kota Yogya. Prambanan dikenal juga dengan nama candi Loro Jongrang.

Tiket yang harus kamu beli untuk masuk Prambanan adalah 15 ribu rupiah saja. Di dalam komplek candi ada kereta yang bisa nganter kamu ngelilingi komplek candi, karena selain terdapat candi Prambanan yang berukuran besar masih terdapat beberapa candi lainnya yang berukuran kecil di beberapa tempat di komplek tersebut yang letaknya berjauhan. Kamu harus bayar tiket terpisah untuk naik kereta. Tapi kalau mo jalan kaki juga bisa, nggak masalah.

O, ya kalau kamu perlu souvenir, di Prambanan juga banyak di jajakan souvenir dengan harga terjangkau. Suasana di sekitar candi sangat indah, penataan taman di sekelilingnya juga okeh banget, cuma sayangnya ada beberapa kerusakan di candi itu yang masih belum diperbaiki, mungkin akibat gempa hebat yang pernah terjadi di Yogya atau akibat2 lainnya yang terjadi pada masa lalu.

Yah, moga2 aja, peninggalan sejarah kita tercinta yang ternyata banyak sekali menarik minat turis mancanegara itu masih bisa terus kita pertahankan kelestariannya.

Waktu gue dateng ke Prambanan, cuacanya panas buanged, jadi gue banyak rehatnya, sambil rehat makan pecel deh yang banyak dijajakan di sana… heuheu… panas apa laper…

5. Kotagede

Mo berbelanja aksesoris perak/silver?! dateng aja ke Kotagede, karena di sini pusatnya kerajinan perak. Kamu bisa melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan perak yang terdapat di sepanjang jalan Kemasan. Letak Kotagede kurang lebih 5 km sebelah Tenggara kota Yogya. Kotagede dikenal juga dengan sebutan Pasar Gede. Dulu Kotagede adalah nama sebuah kota yang merupakan ibu kota kerajaan Mataram Islam (sekarang Kotagede merupakan salah satu Kecamatan di Yogyakarta). Kerajaan Mataram kemudian terpecah menjadi kesunanan Surakarta dan kesunanan Yogyakarta.

Selain terkenal dengan kerajinan peraknya, di kota ini juga terdapat makam-makam raja Mataram terdahulu, seperti makam Panembahan Senopati (pendiri Mataram) dan makam Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram yang menyerang Batavia). Makam raja-raja berikutnya kemudian dipindahkan ke Imogiri.

Di Kotagede terdapat juga Masjid Agung yang mempunyai pagar batu yang ber-relief yang mengelilingi Masjid. Di masjid itu pula terdapat sebuah bedug berukuran besar yang usianya sudah sangat tua, setua umur Masjid Agung itu sendiri.

Nah, seru kan jalan2 ngelilingi Yogya?! jadi tunggu apa lagi, sisihkan waktu kamu untuk berwisata ke Yogya. There’s lots of thing that can you get or do around there. Have  a nice trip.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2009 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: