RSS

Seputar Puasa

03 Sep

Marhaban Ya Ramadhan, ga berasa, puasa udah mau masuk pertengahan bulan ajah, hehe… seneeeng rasanya bisa ketemu Ramadhan lagi… moga-moga ibadah puasa kita bisa lebih khusyu dari tahun-tahun sebelumnya, dan smoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah Swt, amien.

Berbicara soal puasa, berarti berbicara soal lapar dan haus. Lapar adalah kosongnya rongga pencernaan sebagai akibat laporan syaraf  sensorik ke sistem syaraf pusat. Ini juga berhubungan dengan berkurangnya glukosa dalam darah, dan berkurangnya glikogen otot/hati setelah 4  jam intake makanan terakhir.

Apa yang terjadi setelah makan sahur?! berikut tahapan keadaan keseimbangan energi berturut-turut setelah makan sahur :

1. 0 s/d 4 jam setelah makan sahur

Pencernaan karbohidrat yang masuk ke dalam perut meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Akibatnya, viskositas gula meningkat, sehingga harus diturunkan dengan jalan pembentukan glikogen. Sekresi hormon insulin memacu sintesis glikogen dari glukosa. Glikogen  adalah cadangan karbohidrat dalam otot dan hati. Jadi, glikogen merupakan cadangan instan.

2. 4 jam s/d 14 jam setelah makan sahur

Glukosa adalah bahan bakar yang didistribusikan ke sel-sel di seluruh tubuh. Karena glukosa dikonsumsi sel untuk dibakar, maka lama kelamaan kadar glukosa dalam darah menipis. Melewati 4 jam setelah sahur, tubuh butuh alternatif energi. Maka, glikogen yang merupakan cadangan karbohidrat,  digunakan sebagai energi dengan cara melarutkan kembali dalam darah sebagai glukosa. Untuk itu, hormon glukayon berfungsi mendegradasi glikogen menjadi glukosa. Jadi, pasokan glukosa dalam darah selama periode 4 s/d 14 jam ini bergantung pada degradasi glikogen.

3. 14 jam s/d 48 jam setelah sahur

Karena glikogen diambil dari otot dan hati untuk dirombak menjadi glukosa dalam darah, maka lama kelamaan badan kehabisan glikogen. Tubuh mulai mencari alternatif energi internal dalam badan. Yang “dilirik” pertama adalah asam-asam amino yang didegradasi juga yang relatif siap. Artinya bukan yang struktural menyusun tubuh, oleh karena otot adalah struktur badan yang penting, maka degradasi otot sedapat mungkin dicegah oleh sistem tubuh kita. Seperti kita tahu, degradasi otot guna mendapat protein dan asam amino bersifat irreversible (tak dapat kembali), maka tubuh sebenarnya enggan menggunakan jalur metabolisme asam amino untuk mencukupi energi.

4. Lebih dari 3 x 24 = 72 jam setelah sahur

Badan mulai membiasakan pola metabolisme keton (ketone bodies). Keton adalah senyawa karbon yang berasal dari degradasi lemak. Ini diikuti dengan degradasi otot terus menerus jika tak diiringi dengan makan.

5. Lebih dari 40 hari puasa

Kelangsungan hidup seseorang bergantung kepada masukan energi. Karena masukan ditiadakan, maka energi bergantung kepada pasokan badan keton yang berasal dari degradasi lemak atau protein otot.

Puasa yang terlalu lama dapat menimbulkan kerusakan tubuh. Allah SWT Maha Tahu, sel manusia yang normal tak akan mampu puasa lebih dari 2 hari tanpa masukan kalori yang konstan. Oleh karena itu, perintah puasa hanya berlaku dari waktu bersahur sampai waktu berbuka. Kisaran waktu di daerah tropis kira-kira 13 – 15 jam. Ini masih merupakan waktu kisaran penggunaan energi glikogen. (sumber : Choirul Muslim, Rahasia Puasa)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 3, 2009 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: