RSS

Hunting Sunset Di Kepulauan Seribu

13 Feb

Hai smuanyah… apa kabar…. moga weekendnya menyenangkan….. bicara soal weekend, biasanya ga jauh dari acara refreshing…. dan bicara soal refreshing…. ada loh tempat refreshing yang asik kita kunjungi, dimanaaaah?!……… heuheu… pastinya di sekitar kamu… dan  salah satunya adalah Kepulauan Seribu.  Suer loh, ini ga lebay, gue bangga punya negri yang cantik seperti Indonesia yang terdiri dari banyak pulau yang cantik2…. (ups, moga ini ga terkesan seperti promosi yah… hihihi…), oke deh, mu tau acara jalan2 gue di Kepulauan Seribu?!!!… yuk marii kita buka catatan perjalanan gue…….tapi sebelum itu kita cari tau dulu tentang kepulauan seribu.

Tentang Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu merupakan bagian wilayah DKI Jakarta yang berada di sebelah utara Jakarta. Terdiri dari untaian pulau, yang rata2 mempunyai panorama alam yang indah. Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten yang masuk dalam wilayah provinsi DKI Jakarta. Luas yang dimiliki kepulauan seribu sekitar 869, 61 km2.

Di sebelah Utara dan Barat, kepulauan seribu berbatasan dengan Laut Jawa dan Selat Sunda sementara di sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa. Di Bagian Selatan, berbatasan dengan Kecamatan Cengkareng, Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing dan Tangerang (Banten).

Secara administratif, kep. Seribu terbagi dalam dua wilayah kecamatan, 6 kelurahan dan 110 pulau.

Nama2 pulau di kep. Seribu, di antaranya :  Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Sepa, Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Air, Pulau Semak Daun, Pulau Keramba Bandeng (Nusa Keramba),  Pulau Sub Colar, Pulau Kuburan Cina (tapi jangan salah, ga ada kuburan di mariii, itu yang ngasih nama iseng apah? Hehe), Pulau Peteloran Barat, Pulau Penjaliran Timur, Pulau Belanda, Pulau Kayu Angin, Pulau Bira, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, dll.

Nah, dari pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu, gue cuma sempet dateng ke Pulau Pramuka, Pulau Air, Pulau Semak Daun, Perairan Pulau Sub Colar dan Pulau Keramba Bandeng….. secara gue cuma punya waktu seharian… kalo mu ngunjungi semua pulau yang ada, perlu waktu seminggu kali yah, ato jadi nelayan aja sekalian… hihihi.. kidding…

Tapiii… tau ga seh, gue dapet sunset di sana….. indah banged… thx God, alam lagi bersahabat  sama gue…. walo gue mengabadikan sunset itu dari digcam dan kamera hape gue, tapi hasilnya lumayan oke-lah…. (setujukan hasilnya oke?!)

Oke, daripada panjang kali lebar sama dengan luas,  ini dia catatan perjalanan gue selengkapnya :

Pagi, jam 6an sampe jam 7an

Gue dalam perjalanan menuju Muara Angke. Karna rumah gue di Slipi, gue perlu waktu kurang lebih setengah jam-an menuju Muara Angke. Tapi itu juga karna masih pagi2 buta dan jalanan ga macet…. Ga tau deh kalo macet perlu waktu berapa lama.

Muara Angke adalah salah satu dermaga yang bisa mengantar kita ke kepulauan seribu. Di sana selain banyak perahu, (hehe..pastinya) banyak juga pedagang ikan.  Muara Angke emang  terkenal sebagai tempat lelang ikan. Semua hasil tangkapan nelayan biasanya, blek, di jual di marii. Muara Angke masuk ke dalam Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Letak Muara Angke berdekatan dengan Muara Karang, suatu tempat yang banyak banged terdapat resto seafood-nya.

O, ya selain terkenal sebagai tempat pelelangan ikan , di Muara Angke juga terdapat Suaka Margasatwa, suatu kawasan hutan bakau seluas 25,02 hektar yang dihuni tak kurang dari 90 spesies burung. Muara Angke merupakan bagian dari hutan bakau terakhir yang tersisa di provinsi DKI Jakarta.

Dari Muara Angke, kamu bisa mencapai Pulau Pramuka dengan naik kapal penumpang dengan membayar ongkos Rp. 30.000, dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam.

Selain dari Muara Angke, tempat-tempat yang bisa kamu gunakan untuk mencapai kepulauan seribu adalah :

  1. Tanjung Pasir di Tangerang (Banten), perahu yang berangkat adalah menuju Pulau Untung Jawa, ongkos relative murah. Pulau Untung Jawa, terkenal dengan kripik sukunnya, jadi kalo kamu mampir ke sana jangan lupa beli sukun yah….
  2. Dari Jakarta utara, kamu bisa pergi ke dermaga Marina (Ancol), kamu bisa naik kapal wisata (speedboat) menuju Pulau Pramuka, dengan ongkos kurang lebih Rp. 350.000 (tapi ini sifatnya biasanya sesuai permintaan, jadi kamu harus pesen boat dulu kalo mu pergi, ato engga nanya apa ada boat yang pergi ke sana sehingga kamu bisa ikutan pergi). Karena ongkos naik speedboat lebih mahal di banding kapal tradisional di Muara Angke tadi, maka lama perjalanan pastinya lebih cepat, yaitu selama kurang lebih 1,5 jam sajah.
  3. Dari Dermaga 21, masih di wilayah Ancol, kamu bisa naik kapal cepat lumba2 trans Jakarta dengan ongkos lebih mahal dari Muara Angke, tapi lebih murah dari naik speedboat. Jadi pertanyaannya, berapakah ongkosnya?!… hehe… maap, ini bukan tebak2an, tapi gue emang kurang tau ongkosnya berapa (perkiraan sih sekitar Rp. 50.000an). Masih di Dermaga 21, kamu juga bisa naik kapal ferry yang harganya murah meriah. Kapal ferry ini cuma ada satu kali dalam sehari, dengan waktu tempuh kurang lebih 3,5 jam ke Pulau Pramuka.
  4. Dari Tanjung Priok ada transportasi laut menuju ke Pulau Panggang …………….. tapiii adanya dua kali dalam seminggu…. Jadi rada2 lama kali yah nunggunya…. Kalo kamu nungguin kapal itu berangkat, bisa habis masa liburan kamu, hihihi…mending cari yang cepet ajah..… O ya,  setiap hari sabtu juga diadain perjalanan laut dengan menggunakan jet foil, dengan lama perjalanan kurang lebih  1 jam (but again, ini juga sesuai pesanan).

Jam 7an

Kapal berangkat sebenarnya harusnya jam tujuh pas, tapi you knowlah… budaya ngaret udah mewabah… so kapal akhirnya berangkat kurang lebih jam tujuh lewat sembilan belasan. Kapal yang gue tumpangi adalah kapal kayu yang terdiri dari dua tingkat… gue milih duduk di atas, secara lebih asik liat2 pemandangan…. Jumlah penumpang, lumayan banyaklah…. tapi maap, ga  gue itungin, secara selain masih ngantuk, gue takut disangka kurang kerjaan… hihihi… tapi yang gue inget ada beberapa turis di sana, ada yang dari Jepang, dan pastinya banyak juga turis lokal, …. bawaan mereka, bujug, dah siap tempur ajah sama….. aer…

Pulau Untung Jawa

Di tengah perjalanan banyak kejadian lucu. Noraknya orang yang jarang liat aer sama yang sering liat aer kayak nelayan emang kentara di sini. Ngeliat burung laut yang terbang di atas aer ajah gue dah seneng, trus ngeliat banyak ikan berenang secara bergerombol udah kagum….. pliz deh…. (sementara nelayan kalo liat itu semua dah amat sangat bosen kali yah….hahahaha)

Di tengah perjalanan, kapal sempat berhenti sebentar secara penyedot airnya tersangkut sampah. Kata awak kapalnya, kejadian ini udah sering terjadi, secara masih banyak sampah dibuang ke teluk Jakarta. WHAT?!…. lautku sayang, lautku malang….. wooiiii yang suka buang sampah sembarangan ke laut, insap napah….

Jam 10an kurang dikit

Dermaga Pulau Pramuka

Dermaga Pulau Pramuka

Finally, nyampe juga di pulau Pramuka…. horeee…. Untung gue ga ngalamin boatleg… hihihi… (istilah baru?! *turungtungtung*).

Pulau Pramuka adalah salah satu pulau dengan jumlah penduduk yang lumayan banyak. Mayoritas penduduknya beragama islam. Pulau Pramuka masuk ke dalam wilayah Pulau Panggang, yang berjarak kurang lebih 1 km dari Pulau Pramuka. Berbeda dengan Pulau Panggang yang terkesan lebih gersang, di pulau Pramuka terlihat lebih asri dengan pohon bakau dimana-mana. Pulau Pramuka masuk ke zona pemanfaatan tradisional TNLKS (Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu) dimana penduduknya boleh menangkap ikan dengan alat tradisional seperti jaring dan pancing (pake tangan langsung juga boleh kalo bisa….hihihi…).

Luas dari Pulau Pramuka kurang lebih 10 hektar. Walaupun padat penduduk, penataan pemukiman di pulau ini tergolong rapi.

Di pulau ini terdapat juga sebuah masjid yang lumayan besar yang bernama masjid  Al-Ma’Muriyah, tempat di mana penduduk pulau pramuka yang mayoritas beragama muslim  beribadah.

O, ya yang menarik dari Pulau Pramuka adalah kamu  bisa nemuin penangkaran penyu sisik (eretmochelys imbricate). Penangkaran penyu ini dirintis sejak tahun 1984. Pada mulanya dilakukan di Pulau Semak Daun. Tempat penangkaran penyu sisik di Pulau Pramuka ini sebenarnya ga terlalu luas. Tapi lumayanlah, yang penting kan penyu2 itu bisa berlindung……  ada dua bangunan induk di penangkaran ini. Bangunan pertama adalah tempat pembesaran penyu, sedang bangunan kedua adalah rumah pengelola penangkaran. Telur2 penyu biasanya diambil dari Pulau Peteloran Timur dan Barat yang letaknya berada di gugusan terluar Kepulauan Seribu. Telur2 itu diambil untuk ditetaskan di media pasir yang dipagari sehingga terhindar dari predator. Tempatnya dibuat sebagaimana habitat aslinya. Telur2 yang menetas kemudian dibesarkan di bak-bak penangkaran. Yang termuda berusia dua bulan-an sementara yang tertua berusia dua tahunan dengan ukuran lumayan besar. Penyu2 itu nantinya akan dilepaskan lagi ke laut lepas, biar ga punah.

pohon bakau

Abis liat penyu gue melanjutkan perjalanan dengan ngeliat-liat keadaan pulau. Tapi karena waktu terbatas, gue cuma bisa liat2 pulau pramuka dikit aja, diantaranya pohon2 bakau yang berada di pesisir pulau pramuka, abis itu gue dan temen2 nyari beberapa galeri untuk liat2 kerajinan penduduk yang ada. Salah satu galeri yang gue kunjungi menawarkan lukisan laut yang indah banged. Dia melukis apapun permintaan kita di kaos, dan dijual dengan harga sekitar Rp. 100.000an.

Abis ngelilingi pulau pramuka kita akhirnya sepakat untuk makan, ya iyalah, lapeerr…. Gue memilih nyari warung nasi padang… dan ternyata tuh warung penuh banged secara ada beberapa mahasiswa Univ. Pajajaran, Bandung sedang makan juga di sana…. bareng beberapa bule yang amat sangat kesulitan berbicara bahasa Indonesia… hehe…

Rasanya ga nyangka di pulau seperti itu ada warung nasi padang juga…. pasti yang jual orang…… Jawa, heuheu…

Selesai makan, kita akhirnya balik ke wisma yang kita sewa. Untuk tiga kamar, uang sewa yang harus kita keluarin  kurang lebih Rp. 500.000an. Tapi kalo kamu mau nginep di rumah penduduk atau guest house, kamu harus ngeluarin uang sekitar Rp. 250.000 sampe Rp. 400.000 semalam.

Konon kabarnya, semua wisma dan guest house2 itu sering diserbu wisatawan setiap liburan. Malam tahun baru kemarin, semua rumah penduduk juga laris manis diserbu dan disewa wisatawan yang berkunjung ke sana.

By the way… kamu jangan kaget yah kalo siang hari kamu ga nemuin listrik di sini karena listrik di Pulau Pramuka, ternyata hanya nyala mulai dari jam 5 sore sampe jam tujuh pagi. Jadi sesiangan listrik mati, jadi pintar2lah membagi waktu untuk nge-charger hape kamu… hehehe…

Siang menjelang sore  (Jam 12an lebih sampe jam 16.an)

Selesai istirahat bentar (banget) gue sama temen2 akhirnya setting alat snorkeling, yaitu berupa jaket pelampung dan sepatu katak (ini wajib dilakuin, mau sepatunya kegedean atau jaketnya kekecilan? Hehe).

Wisata air di Pulau Pramuka dan pulau2 lainnya di Kepulauan Seribu  cukup terkenal dan mendapat peminat yang cukup banyak, mungkin hal itu karena laut di sekitar Pulau Pramuka dan pulau2 sekitarnya masih bersih dan bebas polusi (tidak seperti perairan di sekitar Jakarta yang masih tercemari sampah), selain itu  lautnya juga emang  indah. Dan snorkeling jadi primadona di sini. Untuk menyewa alat snorkeling kamu harus merogoh kocek kamu kurang lebih Rp. 60. 000an untuk snorkeling selama 6 jam. Lokasi biasanya kamu yang menentukan, bisa di perairan Pulau Pramuka, atau perairan lainnya di sekitar Pulau Pramuka. Gue dan temen2 memilih Pulau Semak Daun untuk latihan Snorkeling, dan perairan pulau Sub Coral untuk melihat2 keindahan terumbu karang dan ikannya yang berwarna-warni.

Dermaga Pulau Semak Daun

Wisata air lainnya yang ditawarkan oleh pulau pramuka adalah scuba  diving, kamu bisa menyewa alat untuk scuba per set sebesar Rp.350.000 untuk dua kali diving. Buat yang hobi mancing, kamu bisa menyewa perahu nelayan untuk memenuhi hobi mancing kamu, Kamu harus ngeluarin uang Rp. 350.000 sampai Rp. 450.000 untuk sewa perahu sekali trip.

Sementara untuk nyewa perahu untuk beberapa kali trip (setengah harian), uang yang harus kamu keluarkan kurang lebih satu jutaan.

Menurut tukang perahu yang gue sewa (haduh, siapa yah namanya gue lupa!)…. Dia juga bisa nyediain penyewaan perahu yang berangkat dari dermaga di Jakarta dan disewa seharian sampai balik lagi ke Jakarta, dengan kapasitas penumpang sebanyak kurang lebih 15 orang dengan harga sewa sekitar 6 sampai 8 jutaan…. wah, lumayan juga ya harganya…..(jadi pebisnis perahu kayanya bisa kaya neh…. huuftt….)… Dia bersedia nganter kita kemana aja kalo kita dah sewa perahunya… kecuali tentu aja keluar dari perairan di Kepulauan Seribu.

O, ya, ingin menikmati sunset sambil mendayung sama pasangan kamu?!…. jiaah… romantis bener!!!… awasss…. jangan keasikan, ntar ombak dateng lagih.. hihihi… kamu bisa sewa kayak dengan harga sewa Rp. 50.000 untuk satu jam…. (bo, gue di sini ga terkesan sedang jualan pan?! … asli… ini cuma informasiin harga ajah… bicara soal harga… harga sewaktu2 bisa berubah loh kayak harga BBM)

Pulau Air

Pulau Air

Dan… perjalanan wisata pulau pun dimulai. Setelah mendapatkan alat snorkeling masing2 dan naro alat2 itu semua di perahu, gue dan temen2 akhirnya naik ke perahu yang udah kita sewa. Tujuan pertama adalah Pulau Air. Pulau ini terletak tidak begitu jauh dari Pulau Pramuka. Waktu yang kita perlukan untuk mencapai Pulau Air dari Pulau Pramuka adalah kurang lebih 10 menit. Pulau air sebenernya pulau Pribadi….. APAH?! SERIUS?! Bukannya seluruh kepulauan di Indonesia milik kita bersamaaaaaa?! huwah…. ngimpi kaliii…. So, siapapun yang ingin pergi ke pulau Air dan beberapa pulau lainnya yang (katanya) milik pribadi orang2 berduit (siapa aja tuh?!)… harus minta ijin dulu…

Pantai Pulau Air

Singkat cerita, kita dibolehin mampir di sana untuk liat2 pemandangan dan foto2. Dan, bo, asli…. Pemandangan di sana indah banged. Airnya ijo gila…. kamu mu bercermin di sana, bisa, saking beningnya… ikan juga keliatan dengan jelasnya dari atas…..

Pulau Air merupakan tiga gugusan pulau kecil. Dua pulau di sebelah Utara adalah pulau yang menghimpit Pulau Air. Himpitan kedua pulau membentuk ceruk/teluk kecil tempat kapal merapat. Kedua pulau yang menghimpit ini ditumbuhi cemara dan semak belukar. Pantai air yang berpasir dan landai, konon katanya pantai bikinan. Pantai ini menghadap ke arah matahari terbit. Di pulau ini juga terdapat tempat untuk mendaratkan helikopter mini dan lapangan golf mini….……fiuuuuuuhhh…..

Pulau Semak Daun

Pulau Semak Daun

Abis foto2 di Pulau Air dan menikmati keindahan panorama di sana, gue dan temen2 (yang kesemuanya berjumlah lima orang saja plus satu orang guide plus tukang perahu, jadi totalnya bertujuh), melanjutkan perjalanan ke Pulau Semak Daun.  Pulau Semak Daun termasuk di gugusan sebelah Utara Kepulauan Seribu. Untuk menempuh pulau ini diperlukan waktu kurang lebih setengah jam dari Pulau Pramuka. Dermaga di Pulau Semak Daun indah banged… gue suka banged pemandangan di sini. Pulau Semak Daun sering dijadiin tempat untuk latihan snorkeling secara pantainya termasuk dangkal.

Seperti Pulau Air, konon, katanya Pulau Semak Daun juga milik pribadi…. (bo, sepertinya semua orang punya pulau deh di dunia ini….. huh!!!), tapi tidak seprivat Pulau Air, Pulau Semak Daun masih boleh dikunjungi siapa saja dan GRATIS….. kamu2 juga diperbolehkan camping di pulau ini kalau kamu mau…. tapi pastinya kamu harus bawa peralatan masak  (plus bahan untuk dimasak tentunya) ke mariii secara di mariii ga ada yang jualan… yang ada cuma pohon, air, perahu, dan ikan. Tapii…. nangkap ikan ide bagus tuh…. modalnya kan tinggal garam, merica ama kecap….

Perairan Sub Coral

perairan pulau sub colar

Abis berbasah-basah ria di Pulau Semak Daun dan ngejar2 segerombolan ikan kecil yang ga bersalah (yang pastinya pada kebingungan kenapa mereka di kejar2), akhirnya kita melanjutkan perjalanan…. Perahu tiba2 dihentikan di tengah2 lautan. Guide gue, Pak Muji bilang kalo tempat itu tempat yang indah untuk ngeliat-liat terumbu karang. AH, YANG BENER PAK?!….

Ga percaya sama kata2 Pak Muji, akhirnya gue turun… OMG, ternyata bener, pemandangan di bawah laut sono indah bener….. ikan2 yang jumlahnya banyak banged nampak berseliweran kesana kemari dengan cueknya dan dengan penuh semangat (hehe… tau darimana penuh semangat?! ups.. ini hanya perkiraan)… warnanya variatif banged, ada biru menyala, ada juga ijo menyala…. dan mereka berenang melewati aneka bentuk terumbu karang yang jumlahnya  pastinya banyak … what amazing view….

Pulau Keramba Bandeng (Nusa Keramba)

Pulau Keramba

Puas bersnorkeling, akhirnya kita nyampe di pulau Keramba Bandeng (Nusa Keramba). Di pulau ini terdapat penangkaran ikan hiu dan teman2nya. Ikan2 di sini emang sengaja dipelihara untuk dijual. Konon bahkan sampe di ekspor segala. Kualitasnya, pastinya okeh. Pulau Keramba terkenal dengan bandengnya yang berduri lunak. Bandeng2 itu biasanya dipasok untuk supermarket2 terkenal di Jakarta.

Pulau Keramba terletak di antara Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.

O, ya di sini ada resto apung yang cantik yang bernama Nusa Resto, yang nyediain masakan laut, yang harganya ehm… gimana ya bilangnya…. rada2 ga enak nih… yang dua kali lipat harga resto2 seafood di Jakarta!!! Tapi… hey… ini pan di tengah lautan…..

Dan ajibnya, bagi kamu yang males bawa uang cash, disini terima juga debit kartu…. huaah… ini so….. cool…..

Nyampe Nusa Resto, gue dan temen2 (yang pastinya udah basah2an) membersihkan diri dan ganti baju…. Fiuuh untung ada kamar mandi bersih di mariii…. Abis itu, karna gue lumayan puyeng sempet minum air laut yang asin…. (kok bisa?!)…. bisalah… blebep..blebep… kadang2 gue kelelep.. hehe.. so gue akhirnya pesen kelapa muda yang seger gilaaa….. Alhamdulillah tinggal minum, ga usah manjat pohon kelapa dulu untuk ngambil kelapanya…. (hehe, lebay)…

Selesai minum kelapa muda, gue akhirnya liat2 penangkaran ikan di sana…. baunya lumayan menyengatlah…. Abis itu…. Hunting sunset! ……… What a beautiful place with beautiful sunset!!!…… Alhamdulillah cuaca saat itu lagi cerah, jadi gue bisa mengabadikan suasana senja di sono dengan hasil yang lumayan okeh… coba kalo lagi ujan…. hm… ga cool…. Bicara soal ujan, saat kita dinner, petir dan kilat ternyata mulai menyambar2…. so karena takut kenapa2 kita akhirnya cepet2 mutusin balik ke Pulau Pramuka sebelum ujan turun.

O, ya di pulau Keramba ini kamu ga bisa nginep, karena di sini ga nyediain tempat penginapan…. Kecuali, tentu aja kalo kamu… nekat…. hehe..

Bagi yang muslim yang mau melakukan ibadah sholat, Nusa Resto juga nyediain Musholla, so kamu ga perlu khawatir.

O, ya bagi yang hobi mancing, di sini juga ternyata di sediain pemancingan untuk umum, isinya ikan dengan berat 3 kiloan dan 2 kiloan, sementara ikan yang bisa dipancing adalah ikan bandeng dan ikan baronang.

Harga per kilo ikan yang kita pancing, sekitar Rp. 50.000an (but again, harga sewaktu2 bisa berubah)

Jam 7an malem

Diiringi ujan rintik2, perahu kita akhirnya nyampe ke Pulau Pramuka. Huah, ternyata cukup seru naik perahu malem2…. Nyampe wisma, pastinya kita langsung mandi dan beristirahat. Dan tau ga, malemnya gue mimpi indah…. Jiaaaah….

Jam 5an – 6an pagi

pagi di Pulau Pramuka

Sebenernya gue kepengen mengabadikan sunrise, tapi gue terlambat bangun! Tapi gue masih sempat hunting foto lagi loh….

Gue langsung menuju ke tempat penangkaran penyu sisik, secara, matahari terbitnya dari sono…. dan ternyata…. lumayan, gue masih bisa mengabadikan matahari terbit, walo terbitnya dah lumayan tinggi…… hehe…

Jam 7an pagi

Gue dan temen2 akhirnya siap2 balik ke Jakarta. Dari Pulau Pramuka, tiap harinya ada dua kali perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan perahu untuk penumpang umum (bukan sewaan) yaitu jam tujuh pagi dan jam satu siang. Tadinya gue ingin naik perahu yang jam satu siang ajah, tapi setelah dipikir2, cuaca di pagi hari lebih fresh …… so akhirnya kita mutusin pulang dengan kapal yang jam tujuh pagi.

Tau ga, kapal yang kita tumpangi ternyata bentuknya macam2. Kalo waktu pergi, gue bisa naik lewat pinggir, secara ada pijakannya di sana, pas pulang, gue harus naik dari depan…. Hadoooh pak Muji gimana sih, masa gue harus nginjek kaca… ntar pecah lagih… hihihi….. tapi seru… tetep aja smuanya seru….. so kamu ingin ngelakuin petualangan kecil seperti gue di kepulauan yang indah ini?!…. tunggu apa lagi, packing baju2 kamu sekarang dan…… berrangkattttt!!!!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2010 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: