RSS

Fenomena Alam Yang Menakjubkan

12 Sep

Banyaknya fenomena2 aneh belakangan ini membuat gue jadi tertarik nyari berita tentang fenomena2 tersebut, tapi yang terkumpul kemudian malah beberapa fenomena alam yang soooooo incredible alias  menakjubkan, ini dia beberapa di antaranya :

1. Laut Terbelah Di Korea Selatan

Fenomena laut terbelah terjadi di Korea Selatan dan terkenal dengan nama “The Miracle of Moses”.

Dalam setahun, terjadi dua kali air surut yang menghubungkan pulau Jindo, (pulau terbesar ketiga di Korea setelah pulau Jejudo dan Geojodo) dan pulau Modo selama satu jam saja untuk selanjutnya, air menyatu lagi. Fenomena alam yang unik ini terjadi mendekati akhir Februari dan pada pertengahan Juni tiap tahunnya.

Air yang surut itu menyebabkan terjadi belahan sepanjang 2,8 km dengan lebar 40 meter. Ga ada banyak orang tau tentang fenomena alam yang unik ini, sampe akhirnya pada tahun 1975, seorang duta besar Perancis untuk korsel; Mr. Pierre Randi mempublikasikan fenomena tersebut di surat kabar Perancis, sehingga fenomena itu diketahui oleh seluruh dunia. Kini, festival khusus air surut itu rutin diadakan oleh masyarakat setempat. Namanya adalah festival Yeongdeung. Selama festival berlangsung, kesenian2 rakyat setempat biasanya digelar. Pengunjung dapat melewati jalanan yang membelah lautan tersebut. Festival ini banyak dikunjungi turis yang datang dari berbagai negara. Fenomena alam ini mirip dengan ‘The Splitting of the Red Sea‘ dalam buku  Exodus in the old Testamen, sehingga disebut sebagai ‘the miracle of Moses’.

2. Midnight Sun (Matahari Tengah Malam)

Matahari tengah malam (midnight sun) adalah fenomena alam yang terjadi pada bulan-bulan musim panas (summer) di Lintang Utara dekat Lingkaran Arktik (kutub Utara) dimana matahari masih terlihat di tengah malam pada waktu lokal bila cuaca sedang cerah.
Pada bulan Mei banyak turis dari Asia dan Eropa yang berkunjung ke ujung utara bumi itu untuk menyaksikan fenomena alam yang keren itu. Salah satu kota tujuan wisata ‘midnight sun’ yang terkenal adalah Tromso; Bodo; Hammerfest dan Nordkapp.
Tromso adalah kota besar terakhir sebelum memasuki wilayah Lingkaran Kutub Utara. Kota ini terletak 69 derajat Lintang Utara.
Pada setiap bulan Mei, matahari akan tenggelam dan langsung terbit di langit kota Tromso. Turis2 biasanya berdatangan pada pertengahan bulan ini.
Adapun negara yang bisa merasakan fenomena ini adalah : Kanada, AS, Denmark (Greenland), Norwegia, Swedia, Finlandia dan Rusia.
Seperempat wilayah Finlandia berada di bagian utara Lingkaran Arktik sehingga bisa turut merasakan fenomena tersebut.
Sementara sunrise atau matahari terbit tidak bisa disaksikan di daerah Svalbard, Norwegia pada sekitar 19 April hingga 23 Agustus. Jadi ketika kamu terbangun matahari masih gelap gulita, hehe..
Fenomena midnight sun di Norwegia dapat dilihat dikota-kota sbb :
1. Longyerbyen (Spitzbergen): Apr 20 – Aug 20
2. North Cape (Nordkapp): May 14 – July 30
3. Hammerfest: May 16 – July 27
4. Tromsø/Tromso, Hausberg: May 20 – July 22
5. Narvik, Hausberg: May 25 – July 18
6. Lofoten & Vesterålen: Late May – Mid July
7. Bodø/Bodo: July 4 – July

Polar Night
Polar Night adalah kebalikan dari fenomena Midnight Sun. Polar Night terjadi saat musim dingin, ketika matahari tetap berada di bawah horison (ufuk) sepanjang hari. Bahkan ekstremnya, di beberapa daerah kutub, matahari akan terus tampak selama 6 bulan.
Di daerah kutub sendiri, matahari hanya terbit dan terbenam sekali dalam setahun (i’m so lucky coz bisa merasakan matahari terbit dan terbenam setiap hari!!!). Selama 6 bulan ketika matahari berada di atas ufuk, matahari akan terus bergerak di sekitar ufuk, dan mencapai ketinggian tertinggi saat titik balik matahari pada saat musim panas.
3. Sundog

harbin city, 14 nov 2007, matahari terlihat seperti ada dua (kembar)

Sundog adalah fenomena atmosferik yang sudah terkenal di dunia sains. Fenomena sundog adalah sebuah fenomena ketika kita bisa melihat adanya kumpulan cahaya tambahan di kedua sisi matahari. Kadang, kumpulan cahaya ini bisa terlihat seperti bola yang membuat kita berpikir kalau cahaya ini sebagai matahari tambahan.
Disebut sundog, karena ‘matahari tambahan’ itu seperti seekor anjing yang duduk manis disamping matahari ‘majikannya’.
Kenapa fenomena langka ini bisa terjadi?
Sundog terjadi ketika cahaya matahari bersinar menembus kumpulan lempeng es kristal hexagonal yang tersusun secara horizontal di langit yang mengakibatkan cahaya itu dibelokkan dengan sudut minimum 22 derajat.
Proses ini bisa disamakan dengan proses terciptanya pelangi yang terbentuk karena cahaya matahari yang menyinari tetesan air di angkasa.

Fenomena ini bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Namun, ia akan lebih mudah terlihat ketika matahari berada pada posisi yang lebih rendah di Horizon (saat terbit atau terbenam).

Pada matahari terbit, matahari akan naik semakin tinggi, Sundog pun akan bergeser dari sudut 22 derajat. Ketika matahari menjadi lebih tinggi lagi,  Sundog pun lenyap.

Umumnya Sundog berwarna merah ketika ia berada pada jarak terdekat dari matahari. Ketika ia semakin menjauh dari matahari, warnanya akan berubah mengarah ke biru.

4. Jabal Magnet Di Madinah


Jabal (gunung batu) magnet adalah suatu fenomena alam yang cukup misterius sekaligus menakjubkan. Fenomena alam ini terdapat di kota Madinah Almunawarah.

Kota Madinah memang dikelilingi oleh jabal (bukit batu), tapi adalah suatu keajaiban kalau di salah satu jabal tersebut terdapat magnet.

Daerah Timur Madinah diliputi jabal batu hitam bagaikan bebatuan yang terbakar matahari. Sebelah Barat, Utara dan Selatan nampak batu berwarna kemerah-merahan.

Batas kota Madinah di sebelah selatan adalah Jabal ayr merupakan gunung tertinggi setelah Jabal Uhud.

Tentang Jabal Magnet

Jabal Magnet terletak di luar kota Madinah, sekitar 30 km dari kota Madinah, berbatasan dengan kota Tabuk. Jabal magnet tidak ada dalam literatur sejarah, namun menyimpan misteri tersendiri. Tiap-tiap kendaraan yang lewat wilayah ini dapat terdorong dengan kecepatan 120 km per jam dengan posisi persnelling netral. Hal tersebut dirasakan oleh seorang wartawan asal Indonesia yang sengaja menyewa taksi untuk menguji keanehan yang terjadi di Jabal Magnet.

Saat taksi yang mereka tumpangi menuju arah Selatan, supir taksi merasa kendaraan menjadi sangat berat meskipun medan jalan tidak begitu menanjak. Ia bahkan terpaksa memindahkan persnelling mobil ke posisi satu, karena kesulitan bergerak hingga kecepatannya hanya 15 hingga 20 km per jam. Padahal, dengan kondisi jalan yang tdiak terlalu menanjak, seharusnya dengan persnelling dua, taksi masih kuat.

Dengan laju yang berat itu, supir taksi merasa yakin ada pengaruh magnet yang menahan gerakan mobil. Sebaliknya, ketika mobil berbalik arah menuju Madinah, supir mengaku taksinya melaju dengan kecepatan tinggi, meskipun persnelling dalam posisi netral. Kian lama kecepatan kendaraan kian tinggi. Bahkan baru sekitar 3 km, kecepatan taksi sudah menunjukkan angka 120 km per jam.

Ada beberapa cerita tentang asal mula jabal magnet ini ditemukan. Salah satu cerita menyebutkan bahwa ada pesawat yang terbang rendah di kawasan ini dan tiba-tiba kecepatannya atau speednya tiba-tiba berkurang. Cerita lainnya adalah bahwa jabal magnet ditemukan oleh seorang Arab Baduy. Saat itu ia menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Ia mematikan mesin mobil tapi tidak memasang rem tangan. Setelah ia keluar dari mobil, mobilnya tiba-tiba  berjalan sendiri dan melaju dengan kencang. Ia berusaha mengejar tapi tidak berhasil. Mobilnya baru berhenti setelah menabrak tumpukan pasir di pinggir jalan.

Bagi kamu yang ingin datang ke tempat ini, jalan dari Madinah menuju kawasan ini  dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Madinah, setelah itu memutar balik ke kota Madinah lagi karena kawasan ini merupakan jalan buntu atau berupa tujuan akhir.

5. Aurora Borealis atau  Dance of Spirits di Kutub Utara

Aurora, pada mitologi Romawi kuno, dikenal sebagai Dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya matahari. Lalu apakah Aurora Borealis itu?

Benjamin Franklin berteori bahwa Aurora Borealis atau terkadang dibilang sebagai “Misteri Cahaya Utara”  disebabkan oleh konsentrasi muatan listrik di daerah kutub yang didukung oleh salju dan uap air. Kristian Birkeland juga berteori bahwa Auroral Elektron terjadi dari sinar yang dipancarkan matahari, dan elektron tersebut dibimbing menuju kutub utara.

Aurora Borealis sering terjadi antara bulan Maret-April dan Agustus-September-Oktober. Aurora Borealis adalah fonemana pancaran cahaya yang terjadi di daerah utara atau kutub utara. Pada saat Aurora Borealis terjadi, seakan-akan matahari akan terbit dari sebelah utara.

Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer bumi akibat medan magnetik, dan partikel yang dipancarkan matahari. Sumber energi utama dari aurora adalah angin matahari yang mengalir melewati Bumi. Magnetosfer dan angin matahari terdiri dari gas terionisasi yang menghantarkan listrik. Aurora yang terjadi tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859 mungkin adalah yang paling spektakuler sepanjang sejarah.

Fenomena Aurora Borealis telah lama menarik perhatian para Ilmuwan. Andres Celcius, antara rentang tahun 1716 s/d 1732 mengamati Aurora Borealis dan menghasilkan sekitar 300 pengamatan yang dipublikasikannya. Celcius adalah seorang Professor Astronomi yang namanya diabadikan sebagai satuan pengukur suhu.

Penerima nobel asal Belanda bernama Pieter Zeeman mempublikasikan laporan tentang Aurora Borealis yang terlihat di Zonnemaire. Elias Loomis juga menerbitkan serangkaian laporan mengenai Aurora di American Journal of Science.

Aurora juga terjadi pada Planet lain dalam tata surya, misalnya Planet Uranus dan Neptunus. Jupiter dan Saturnus memiliki medan magnet yang lebih kuat dari Bumi dan memiliki sabuk radiasi yang besar. Teleskop Huble digunakan untuk menangkap terjadinya Aurora di planet lain.
Tgl. 14 Agustus 2004, Pesawat Mars Express mendeteksi terjadinya Aurora di planet Mars, para Ilmuwan mempelajari dengan memasukkan data-data yang dihasilkan Mars Global Surveyor, dimana daerah emisi berhubungan dengan suatu daerah yang memiliki medan magnet paling kuat, dan menunjukkan bahwa asal-usul emisi cahaya adalah aliran elektron.

Pada sebuah fenomena Aurora, satelit menangkap gambar Aurora yang terlihat seperti “cincin api”. Aurora-aurora jenis lain juga diamati dari luar angkasa, misalnya “Poleward Busur”, tapi tampaknya masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai fenomena ini, mengingat fenomena ini sangat jarang  terjadi.

Aurora dan arus terkait menghasilkan emisi radio sekitar 150 kHz, dikenal sebagai radiasi Auroral Kilometric yang ditemukan pada tahun 1972 dan dapat diamati dari luar angkasa. Masih banyak hal lain yang harus di teliti dan di pelajari menyangkut proses yang terjadi pada Aurora. (berbagai sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 12, 2010 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: