RSS

Khasiat Pare

17 Mar

huhuy… akhirnya ngomongin pare juga.. pasti banyak yang ga doyan ama pare ya, secara sayuran ini pahit gila… kalo gue sih kebetulan doyan, apa sih gue yang ga doyan heuheu… apalagi kalo parenya dicampur ama siomay hmmm.. yummy..
by the way tau ga sih kalo pare sangat baik untuk kesehatan? tapi ada juga loh yang ga boleh makan pare… hmm… siapa ya yang ga boleh makan pare… yuk kita liat penjelasannya…..

Tanaman pare atau momordica charantia L (set dah, namanya keren juga padahal cuma pare… *so what gitu loh*.. hihihi…) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Indonesia. Pembudidayaan biasanya dilakukan sebagai usaha sampingan.

Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas padi sebagai penyelang musim panas (kemarau). Tanaman pare (paria) adalah tanaman herba  yang tumbuh merambat. Tanaman yang merupakan sayuran buah ini mempunyai daun yang berbentuk menjalar dengan bunga yang berwarna kuning. Permukaan buahnya berbintil-bintil dan rasa buahnya pahit. Tanaman pare ini sangat mudah dibudidayakan.

Pare memiliki nama yang beragam di setiap daerah. Orang gayo menyebutnya Prien, orang batak toba, sunda, makasar, bugis menyebutnya Paria,  Nias; Foria, Melayu; Peria, Jakarta dan halmahera menjulukinya; pepare, Jawa Tengah; pare, Madura; Pepareh, Sasak; Paya Truwok,  Bima; Paria,  Timor; Pania, Menado; Popari, Gorontalo; Beleng Gede, Seram; Papariane, Buru; papari,  ternate; kepare.

Pare atau dalam bahasa Mandarin, “Khu Khu” = pahit, adalah satu jenis sayuran yang hanya bisa hidup di tempat yang berhawa panas seperti Asia, Afrika Timur, Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia.

Kandungan Dalam Pare :

Buahnya mengandung:

– albiminoid

– karbohidrat

– zat warna

Daunnya mengandung :

– zat pahit

– minyak lemak

– asam dammar

– protein

– besi

– kalsium

– fosfor

– vitamin A, B1, C

Akarnya mengandung:

– asam momordia

– asam aleonolat

Bijinya mengandung:

– saponin

– alkoloid

– triterprenoid

– asam momordial

Belum lama ini, prof. Lee-Huang dari Universitas New York juga menemukan zat yang luar biasa pada pare, yakni senyawa anti HIV-AIDS. Zat ini dinamakan alpha-momorchorin, beta momorchorin dan MAP 30 (momordica antiviral protein 30). Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua. Di Amerika, kapsul berisi bubuk pare sudah lazim dipasarkan. Obat tersebut diakui dapat menahan laju perkembangan virus HIV-AIDS. Berkat terapi pare, para pengidap HIV-AIDS di Thailand dan Amerika secara klinis tampak lebih sehat dan berat badannya meningkat.

Penelitian yang dilakukan di Jepang sebagaimana dimuat dalam majalah Kenko  membuktikan bahwa pare dapat digunakan untuk melawan kanker. Penelitian ini menggunakan tikus sebagai binatang percobaan. Tikus-tikus yang sudah diinjeksi sel kanker di dalam perutnya, diberi ekstrak pare untuk mengetahui perkembangan sel kanker. Hasilnya, sel kanker yang terdapat di perut tikus berhenti berkembang. Khasiat ini diperoleh dari salah satu kandungan pare, yaitu Lesichin yang berfungsi untuk melawan sel kanker.

Khasiat Pare :

*Buah*

– sebagai obat diabetes (pare yang masih muda)

cara pengobatan: siapkan 200 gram pare yang telah dicuci dan diiris tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan tersebut tiap hari.

– Gangguan pencernaan

– obat malaria

– penyakit kuning

– bronkhitis

cara pengobatan:  sediakan dua buah pare, lalu ambil sarinya. Tambahkan satu sendok makan madu, minum sekali sehari. Lakukan selama tiga bulan. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk penyakit: anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik dan efektif untuk melangsingkan tubuh.

*Daun*

– menyembuhkan batuk

– menurunkan panas/meredakan demam.

cara pengobatan: ambil 3 lembar daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam lalu seduh. Peras dan saring lalu minum.

– mematikan cacing kremi

cara pengobatan: seduh 7 gram daun pare dengan air panas, dinginkan lalu saring air rebusannya. Tambahkan satu sendok madu, minum sebelum sarapan.

– membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan

– menjaga kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sengatan ultra violet.

– dapat mencegah munculnya noda hitam dan kerutan pada wajah.

*akar*

– mengobati disentri amuba

cara pengobatan:

rebus 300 gram akar pare yang sudah dicuci bersih dan dipotong-potong. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas, lalu minum. Tambahkan sedikit gula bila perlu.

Yang Perlu Diperhatikan Dari Pare

Pare tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil karena pare mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.  Selain itu, batasi konsumsi pare pada anak-anak  karena pare dapat menurunkan kadar gula yang berperan penting dalam pertumbuhan anak.

(berbagai sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 17, 2011 in khasiat sayur

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: