RSS

Hutan di tengah-tengah kota, hmm… nice place for walking

28 Mar

Hai guyz… apa kabarr? moga baik2 aja yah, ga kekurangan suatu apapun, terutama kekurangan duit… hehe… tapi kalo emang kurang, minjem aja dulu, masa ga ada yang ngasih… gimana kabar emak sama bapak? baik juga? Alhamdulillah… Apa? sedikit flu? yah mau gimana, emang cuacanya ga jelas juga, kadang ujan, kadang angin, kadang terik…………
Bicara soal cuaca, ternyata ada tempat yang lumayan adem loh untuk menghirup udara yang fresh… terutama di pagi hari, ga ngaruh deh mau cuaca panas/berangin/dingin tuh tempat teteeeep aja adem, soalnya, banyak pohon yang naungi kita kalo kita jalan2 ke sana… dan ajaibnya pohon-pohon itu letaknya ditengah-tengah kota yang hiruk pikuk, yaitu daerah Srengseng, Jakarta Barat. Nama tempatnya adalah Hutan Kota Srengseng, keren kan namanya? iya kan? iya kan? *maksa*

Hutan kota srengseng adalah tempat yang sengaja dibikin untuk penghijauan dan konservasi resapan air. Agar ruang terbuka yang hijau ditengah-tengah kota semakin banyak. Hutan kota ini terletak di Kelurahan Kelapa Dua, Kembangan, Jakarta Barat dengan luas area 15,3 hektar.

Hutan Kota Srengseng awalnya merupakan tempat pembuangan sampah Sanitari Landfill (sistem gali uruk) yang diresmikan Gubernur R.Suprapto tahun 1983. Namun prakteknya tidak gali uruk. Akibatnya penduduk sekitar harus menahan bau tak sedap sepanjang waktu. Jika musim panas, dan angin kencang berhembus, plasti-plastik kering berterbangan, mengotori permukiman.

Tahun 1993, LPA itu akhirnya ditutup. Namun residu sampah gak mungkin hilang gitu aja. Dinas Kehutanan Pemprov DKI mengundang pakar Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengadakan studi banding ke Beijing dan Berlin yang memang sukses mengembangkan hutan kota.

Proyek besar-besaran dimulai tahun 1994, dengan menimbun seluruh sampah dengan tanah, menanam pohon di atasnya dan membangun sebuah danau buatan seluas 7.000 meter dengan pulau di tengahnya. Dua tahun setelah LPA itu ditutup tidak ada lagi bau busuk yang menyelimuti Srengseng.

Setidaknya terdapat lebih dari 60 jenis tanaman yang ditanam di sini (seperti rambutan irian, kayu manis, tanjung, pilang, buah nona, buni, saga, bambu kuning, bintaro, mahoni, asam ranji, jati Lampung, dadap merah), yang di dalamnya terdapat juga kebun bibit pohon, seluas 2,5 hektar yang ditanami kurang lebih 42 jenis pohon produktif dan beberapa jenis tanaman anggrek. Pilihan terhadap jenis pohon yang ditanam membuat burung-burung berdatangan. Penanaman buni, misalnya, dilakukan untuk mengundang berbagai jenis burung. Begitu pula dengan asam ranji , dan buah nona. Sedangkan pohon jati Lampung, dadap merah, dan bintaro, menciptakan kerimbunan.

O, ya seperti yang udah dibilang tadi, ada danau di tengah2 hutan, tapi sayangnya airnya kok keruh yah, hmm… Tapi denger2 sih, biar airnya keruh banyak ikan juga di sana, jadi  asik juga buat mancing.. hehe…

Selain danau, masih terdapat juga area bermain untuk anak-anak. So kalo kamu bingung mau jalan2 atau olahraga kemana, hutan kota srengseng bisa dijadikan tempat alternatif yang bisa kamu kunjungi, di sini ada jalan setapak untuk kamu bisa berlari-lari kecil (jogging) atau juga bersepeda. Atau kalau malas berolahraga, jalan-jalan sambil ngerumpi juga enak, lebih enak lagi kalo sambil ngemil (hehe, kalo yang ini emang doyanan gue), tapi jangan lupa ya, tetap jaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

O, ya, tempat ini bebas dikunjungi siapa saja tanpa dipungut biaya (gratis), kecuali kalo kamu bawa kendaraan, pastinya harus bayar parkir. Letak hutan kota srengseng adalah di jalan H. Kelik. Kamu mau olahraga pagi di sini? bareng yuukk… hehe…

Met jalan-jalan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 28, 2011 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: