RSS

Khasiat Melon

09 Jun

Melon… hmm salah satu buah favorit gue selain apel, semangka, pepaya, anggur, salak, (hihi.. smuaa ajah) melon enak loh kalo dinikmati dalam keadaan dingin…  apalagi kalo melonnya manis… beuu yummy…

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanamluas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.

Melon Di Indonesia

Buah melon masuk ke Indonesia dan mulai dibudidayakan pada tahun 1970. Pada saat itu, melon menjadi buah yang bergengsi tinggi dan sangat mahal. Konsumennyapun terbatas, hanya kalangan yang tergolong ekonomi tinggi. Namun, buah yang mengandung banyak air kini sudah bisa dinikmati semua kalangan. Bahkan, tanaman ini sudah dibudidayakan secara luas di Indonesia. Kalianda (Lampung) dan Cisarua (Bogor) merupakan daerah pertama yang mengembangbiakkan melon secara serius. Selanjutnya daerah ngawi dan madiun (Jawa Timur)., serta Boyolali dan Klaten (Jawa Tengah) menjadi sentra penghasil melon yang cukup dominan.

Era 1990-an merupakan puncak pengembangan melon di Indonesia. Pada saat itu, melon sangat ramai dibudidayakan oleh para pekebun. Tidak saja ditanam di lahan-lahan pertanian, melon juga mulai dikembangkan dirumah kaca. Cara penanamannya pun mengalami perkembangan. Ada yang ditanam di dalam pot dengan media tanah, ada pula yang ditanam dengan sistem hidroponik. Pada tahun-tahun itu pula indonesia kebanjiran benih berbagai varietas melon dari berbagai negara produsen.

Benih melon yang paling banyak ditanam adalah benih yang berasal dari Taiwan. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah awal pengembangan melon di Indonesia. Pada awal pembudidayaan melon, pekebun masih menemui banyak kendala dalam teknik budidayanya. Untuk mengatasi permasalahan ini, Indonesia mendatangkan tenaga ahli dari Taiwan. Karena itu, tak heran jika benih melon Taiwan kemudian mendominasi sentra-sentra pertanaman melon di Tanah air.

Sampai saat ini produsen buah melon terbesar adalah di pulau Jawa, disusul kemudian Sumatera, Kallimantan, Bali dan sulawesi. Pada awal perkembangannya, produksi buah melon di Indonesia meningkat tajam. Puncak produksi melon nasional terjadi pada tahun 1996 yang mencapai 478.654 ton dengan luas penanaman 33.288 hektar. Setelah itu, jumlah produksi melon fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Penurunan ini terjadi seiring dengan menyempitnya areal penanaman melon.

Pada tahun 2003, produksi melon nasional hanya 70.560 ton dengan luas penanaman 3.329 hektar. Pada tahun 2004 produksi melon menurun menjadi 47.664 ton dengan luas  penanaman 2.287. selanjutnya pada tahun 2005 naik menjadi 58.440 ton dengan luas penanaman 3.245 hektar.

Jika dibandingkan dengan era 1990-an, produksi tersebut memang menurun tajam. Serangan hama dan penyakit akibat tidak adanya rotasi tanaman, diduga menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, melon membutuhkan biaya besar. Dan teknik budidaya yang tidak mudah. Beberapa petani yang semula “ikut-ikutan” menanam melon, mengalihkan usahanya menanam komoditi lain yang lebih mudah.

Pada tahun 2002, Indonesia mengekspor buah melon sebanyak 33411ton. Jepang, Korea, Hong Kong, dan Singapura merupakan beberapa negara yang merasakan manisnya buah melon yang ditanam pekebun Indonesia. Sementara itu, selama 2005-2008 rakyat Indonesia diperkirakan akan mengonsumsi buah melon sebanyak 1,34-1,50 kg/kapita/tahun.

Kandungan Dalam Melon

Sekitar 95% daging buah melon banyak mengandung air, sehingga bisa memberi rasa dingin dan efek yang menyejukkan, karena hal itu pula buah melon dapat meredakan rasa panas dalam perut. Buah melon banyak mengandung Vitamin A, B dan C serta mengandung protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit.  Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan mengganggu pencernaan, khususnya pada organ lambung.

Kandungan nutrisi melon:

15,00 mg kalsium

25,00 mg fosfor

0,5 mg besi

34 mg Vitamin C

640 mg Vitamin A

0,03 mg Vitamin B1.

Buah melon mengandung antikoagulan yang disebut dengan adenosine sehingga mampu menghentikan pengumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke dan jantung. Sementara itu, kandungan kartenoid buah melon yang tinggi dapat mencegah kanker dan menurunkan resiko serangan kanker paru-paru karena merupakan senyawa utama penyerang penyakit kanker.

Buah melon mempunyai daya diuretik yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim yang parah dan akut. Jika dikombinasikan dengan buah lemon, maka buah melon dapat mengurangi sakit asam urat.

Fungsi vitamin C pada buah melon berkaitan dengan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang mempengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti kulit. Keberadaan kolagen dapat mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kekencangan kulit.

Melon merah dan oranye mengandung senyawa karotenoid yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan juga bisa diubah menjadi vitamin A. Vitamin A penting untuk mempertahankan jaringan ari pada kulit agar tetap sehat. Jika tersedia cukup vitamin A, kulit jadi lembut dan lembab. Sering makan melon, kulit tidak akan kasar dan kering.

Melon juga merupakan sumber vitamin B. Vitamin B1 berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi secara optimal. Melon juga kaya vitamin B2 (riboflavin dan niasin yang berperan menjaga kesehatan kulit, mata dan syaraf.

Melon berfungsi sebagai pelarut, bagian dari pelumas, pereaksi kimia, membantu mengatur suhu tubuh, serta memelihara bentuk serta susunan tubuh. Melon mempunyai daya diuretik yang sangat baik, sehingga dapat mencegah penyakit ginjal.

Dalam melon juga terdapat serat pangan per 100 g melon 0,7 g. Manfaat serat di antaranya adalah mencegah terbentuknya senyawa karsinogenik (pemicu kanker), menurunkan kolesterol, mempermudah proses BAB, membantu menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, sehingga bermanfaat mencegah diabetes.

Khasiat Melon

1. Sebagai antikanker

2. Mencegah sembelit

3. Menurukan resiko serangan penyakit jantung dan stroke

4. Mencegah penggumpalan darah

5. Menurunkan resiko penyakit ginjal

6. Menyembuhkan penyakit eksim

7. Mencegah dan menyembuhkan panas dalam

(berbagai sumber)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2011 in khasiat buah

 

2 responses to “Khasiat Melon

  1. Belimbing Daun

    Maret 20, 2012 at 8:03 p

    APA MMANG BTL SERING MEMAKAN MELON,BISA MENYEMBUHKN PENYAKIT SERANGAN JANTUNG…
    DRI;SUPRIONO, DI MEDAN JLN SUNGGAL KANAN.

     
    • Shatikah

      Maret 27, 2012 at 1:39 p

      bukan menyembuhkan tapi menurunkan terkena resiko penyakit jantung karena melon mengandung antikoagulan yang disebut dengan adenosine sehingga mampu menghentikan penggumpalan keping sel darah. Penggumpalan keping darah ini yang dapat memicu timbulnya stroke atau sakit jantung, gitu.

      kalau menderita sakit jantung, siapapun itu, aku rasa harus diobati dengan obat yang tepat hehe, tapi banyak mengkonsumsi makanan (buah) yang baik untuk kesehatan (seperti melon), akan membuat tubuh kita jadi fit/sehat.

      semoga bisa membantu ya jawabannya, makasih ^___^

       

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: