RSS

Khasiat Kiwi

01 Nov

Asal Usul Buah Kiwi

Buah Kiwi adalah buah yang cukup menarik, mempunyai campuran rasa yang yummy antara asam, (sedikit) asin dan manis, namun rasa asam yang lebih mendominasi. Nama ilmiah buah kiwi adalah Actinidia deliciosa.

Kiwi berasal dari Cina, terutama daerah Cina Selatan. Kiwi pertama kali (di negara Cina) disebut dengan nama Yang Tao (persik cerah) atau ada juga yang menyebutnya Mihou Tao (kera persik). Sebagian besar masyarakat Cina menganggap buah kiwi sebagai buah nasional mereka. Spesies lain dari Actinidia (kiwi) juga ditemukan di Jepang dan Siberia. Unggulan pertama buah kiwi ditanam pada tahun 1906 oleh Alexander Allison dan panen pertama (terbesar) terjadi pada tahun 1910.

Dari Cina kiwi kemudian dibawa ke Selandia Baru oleh seorang misionaris (Isabel Frasier) di awal abad 20.  Di tahun 1920, buah kiwi banyak dijual bibitnya. Pada tahun yang  sama pula, penanaman pertama di Auckland dilakukan.

Jim MacLoughlin dan Grahame Bayliss mengekspor buah kiwi  sebanyak 13 ton ke Inggris pada sekitar tahun 1952. Sementara itu, Turner and Farm (sebuah perusahaan yang mengemas buah Kiwi di Auckland) menjuluki kiwi sebagai “melonette” (ini terjadi pada sekitar tahun 1958).

Di Cina, pada tahun 1960, julukan Yang Tao pada buah kiwi diganti menjadi  gooseberry China.

Gooseberry China kemudian “diperkenalkan” pertama kali di sebuah restoran di Amerika Serikat pada tahun 1961. Lalu seorang distributor di sana merasa tertarik terhadap buah tersebut dan merasa bahwa pasar amerika akan menerima dengan baik buah unik yang eksotis itu.

Sang distributor pun mulai mengimpor gooseberry China ke Amerika Serikat pada tahun 1962. Pada perkembangan selanjutnya,  buah kiwi berubah julukannya dari Gooseberry China menjadi kiwi. Nama kiwi diambil dari nama burung di Selandia Baru yang berwarna cokelat dan berbulu mantel tebal (mirip dengan tampilan luar buah kiwi).

Kiwi pun lalu banyak diekspor ke California. Pada tahun 1970, kiwi berhasil dipanen pertama kalinya di California.

Kiwi lalu menyebar dengan cepat ke negara-negara lain di seluruh dunia. Tujuh negara pengekspor kiwi terbesar di dunia adalah Italy, New Zealand, Chile, Perancis, Yunani, Jepang dan USA. Cina, masih menghasilkan kiwi walau dalam jumlah yang lebih kecil dari ketujuh negara di atas. Di Cina kiwi ditanam di pegunungan Yangtze.

Kandungan dalam buah kiwi

Jika selama ini kita menganggap kandungan vitamin C tertinggi ada pada buah jeruk, ternyata dalam kiwi jumlahnya dua kali lebih banyak. Bahkan, dibanding apel, kandungan vitamin C pada kiwi lebih banyak 17 kali.

Belum lagi kandungan vitamin E–nya. Pada kiwi dua kali lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah segar ini mengandung Vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin dan vitamin yang cukup berarti.

Selain itu kiwi juga mengandung: folate, kalium, antioxidant, folate, magnesium, lutein dan seng.

Khasiat Kiwi

Sebagai Anti Oksidan

Buah kiwi kaya akan vitamin C dan vitamin C sangat baik untuk nutrisi tubuh karena merupakan antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel tubuh serta masalah lainnya seperti peradangan dan kanker. Bahkan, asupan vitamin C juga baik  untuk membantu mengurangi gejala osteoarthritis, rheumatoid arthritisasma, kanker usus besar, diabetes, stroke dan penyakit jantung.

Mengendalikan Gula Darah, mengurangi resiko penyakit  jantung dan baik untuk pencernaan

Para peneliti telah menemukan bahwa diet yang mengandung banyak serat bisa mengurangi kadar kolesterol tinggi, dapat mengurangi resiko penyakit jantung, serangan jantung, serta menghilangkan racun dari usus besar, yang sangat membantu untuk mencegah kanker usus besar. Selain itu, makanan kaya serat, seperti buah Kiwi, baik untuk menjaga kadar gula darah.

Dapat mencegah sakit Asma

Buah-buahan yang kaya vitamin C seperti kiwi dapat memberikan efek perlindungan yang signifikan terhadap gejala-gejala pernapasan yang terkait dengan asma seperti mengi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Thorax yang diikuti lebih dari 18.000 anak usia 6-7 tahun yang tinggal di Tengah dan Utara Italia menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi jeruk dan buah kiwi memiliki insiden 44% kurang dari mereka yang jarang mengkonsumsi kedua buah tersebut .

Sesak napas yang mereka rasakan berkurang sebesar 32%, bersin parah berkurang 41%, batuk (pada malam hari) berkurang 27%, batuk kronis berkurang  25%, dan hidung meler berkurang sebanyak  28%.

Perlindungan terhadap berkurangnya penglihatan (karena faktor usia)

Data yang dilaporkan dalam studi yang dipublikasikan dalam Archives of Opthamology menunjukkan bahwa makan 3 porsi atau lebih porsi buah (termasuk di dalamnya buah kiwi) per hari dapat menurunkan risiko yang berkaitan dengan berkurangnya penglihatan akibat faktor usia yang semakin menua dibandingkan dengan mereka yang jarang mengkonsumsi buah.

(berbagai sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2011 in khasiat buah

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: