RSS

Wisata Malang

28 Des

Sejarah Kota Malang

Candi_singosari

candi singosari

Malang  adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak di 90 km selatan Surabaya. Malang dijuluki sebagai kota pelajar.

Malang merupakan salah satu peradaban tertua di Indonesia, yaitu sejak abad 7 masehi.  Peninggalan tertua di sekitar kota Malang seperti Prasasti Dinoyo (760 Masehi), candi Bhadyut, Besuki, Singosari, Jago, Kidal di desa Selabraja yang berasal dari tahun 1414 m menunjukkan bahwa Malang merupakan pusat peradaban pada masa itu. Malang juga menjadi pusat kekuasaan 5 Dinasti; (1) Dewasimha/Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. (2) Balitung/Daksa/Tulodong Wawa dari kerajaan Mataram Hindu. (3) Sindok/Dharmawangsa/Airlangga/Kertajaya dari kerajaan Kediri. (4) Ken Arok hingga Kertanegara dari Kerajaan Singosari. (5) Raden Wijaya hingga Bhre Tumapel (1447 – 1451) dari Kerajaan Majapahit.

Asal nama kota malang diyakini berasal dari nama Malangkucecwara. Nama Batara Malangkucecwara disebutkan dalam Piagam Kedu (tahun 907) dan Piagam Singhasari (tahun 908). Diceritakan bahwa para pemegang piagam adalah pemuja Batara (Dewa) Malangkucecwara, Puteswara (Putikecwara menurut Piagam Dinoyo), Kutusan, Cilahedecwara dan Tulecwara.

Menurut para ahli diantaranya Bosch, Krom dan Stein Calleneis, nama Batara tersebut sesungguhnya adalah nama Raja setempat yang telah wafat, dimakamkan dalam Candi Malangkucecwara yang kemudian dipuja oleh pengikutnya, hal ini sesuai dengan kultus Dewa – Raja dalam agama Ciwa. (catatan : Agama sangat menentukan corak kehidupan masyarakat maupun sistem pemerintahan yang berlaku; hal ini dapat dilihat pada sekelumit perkembangan Majapahit. Raden Wijaya sebagai pendiri Majapahit menerapkan sistem keagamaan secara dominan yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Sewaktu meninggal, ahli warisnya membuatkan baginya pendharmaan dalam bentuk Candi Sumber Jati di Blitar Selatan sebagai Bhatara Siwa. Wijaya pun didharmakan pada Candi Antapura di daerah Mojokerto sebagai Amoga Sidhi (Buddha). Raja Jayanegara, anak Wijaya, setelah meninggal didharmakan (dicandikan) di Sila Petak sebagai Bhatara Wisnu, sedangkan di Candi Sukalila sebagai Buddha. Gajah Mada, yang menjabat sebagai panglima bhayangkari sewaktu pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi dan sebagai mahapatih semasa pemerintahan Hayam Wuruk, sangat tekun dalam menjalankan ajaran dharma. Ratu Gayatri, ibunda Hayam Wuruk, memerintah putranya supaya benar-benar melaksanakan upacara sradha. Upacara sradha pada waktu itu yang paling terkenal adalah mendharmakan atau mencandikan para raja yang telah meninggal dunia (amoring scintya). Upacara ini dilaksanakan dengan dharma yang harinyapun telah dihitung sejak meninggalnya raja bersangkutan, dari mulai tiga hari, tujuh hari, dan seterusnya sampai seribu hari bahkan tiga ribu hari. Hal ini sampai sekarang di Jawa masih berjalan, disebut dengan nyadran, yang asal katanya dari istilah sradha. Berdasarkan sumber tertulis, raja-raja Majapahit umumnya beragama Siwa dari aliran Siwasiddhanta, kecuali Tribuwana Tunggadewi, ibunda Hayam Wuruk, yang beragama Buddha Mahayana. Walaupun begitu, Siwa dan Buddha merupakan agama resmi Kerajaan hingga akhir tahun 1447. Pejabat resmi keagamaan pada masa Raden Wijaya ada dua pejabat tinggi Siwa dan Buddha, yaitu dharmadyaksa ring Kasaiwan dan dharmadyaksa ring Kasogatan. Kemudian lima pejabat Siwa di bawahnya disebut dharmapapati atau dharmadihikarana. Terdapat pula para agamawan yang berperan penting di lingkungan istana yang disebut tripaksa, yaitu resi-saiwa-sagata (berkelompok 3); dan catur dwija, yaitu mahabrahmana (wipra)-saiwa-sogata-resi (berkelompok 4). Agama Siwa yang berkembang dan dipeluk oleh raja-raja Majapahit adalah Siwasiddhanta Siddantatapaksa, yang mulai berkembang di Jawa Timur pada masa Raja Pu Sindok pada abad ke-10. Sumber ajarannya adalah Kitab Tutur atau Smrti; yang tertua adalah Tutur Bhwanakosa yang disusun pada zaman Pu Sindok, sedang yang termuda dan terpanjang adalah Tutur Jnanasiddhanta yang disusun pada zaman Majapahit. Ajaran agama ini sangat dipengaruhi oleh Saiwa Upanisad, Vedanta, dan Samkhya. “Kenyataan Tertinggi” agama ini disebut Paramasiwa yang disamakan dengan suku kata suci “OM”.  

Siwa, sebagai dewa tertinggi, mempunyai tiga hakekat (tattwa) yaitu: 1.    Paramasiwa-tattwa yang bersifat tak terwujud (niskala); 2.    Sadasiwa-taattwa yang bersifat berwujud-tak berwujud (sanakala-niskala); 3.    Siwa-tattwa bersifat berwujud (sakala). 

Selain Siwasiddhanta, dikenal pula aliran Siwa Bhairawa yang muncul sejak pemerintahan Raja Jayabhaya dari Kadiri. Beberapa pejabat pemerintahan Majapahit memeluk agama ini. Agama ini adalah aliran yang memuja Siwa sebagai Bhairawa; di India Selatan mungkin dikenal sebagai aliran Kapalika. Pemujanya melakukan tapa yang sangat keras, seperti tinggal di kuburan. Di samping agama Siwa, terdapat pula agama Waisnawa yang memuja Dewa Wisnu; yang dalam agama Siwa, Wisnu hanya dipuja sebagai Dewa Pelindung (Istadewata). Walau pun Nagarakretagama tidak menyebutkan keberadaan Islam, namun tampaknya ada beberapa anggota keluarga istana yang telah beragama Islam pada waktu itu.)

Nama para Batara Malangkucecwara sangat dekat dengan nama Kota Malang saat ini, mengingat nama daerah lain juga berkaitan dengan peninggalan di daerah tersebut misalnya Desa Badut (Candi Bhadyut), Singosari (Candi Singosari). Dalam Kitab Pararaton juga diceritakan keeratan hubungan antara nama tempat saat ini dengan nama tempat di masa lalu misalnya Palandit (kini Wendit) yang merupakan pusat mandala atau perguruan agama. Kegiatan agama di Wendit adalah salah satu dari segitiga pusat kegiatan Kutaraja pada masa Ken Arok (Singosari – Kegenengan – Kidal – Jago : semuanya berupa candi).

Pusat mandala disebut sebagai panepen (tempat menyepi) salah satunya disebut Kabalon (Kebalen di masa kini). Letak Kebalen kini yang berada di tepi sungai Brantas sesuai dengan kisah dalam Pararaton yang menyebut mandala Kabalon dekat dengan sungai. Disekitar daerah Kebalen – Kuto Bedah – daerah aliran sungai Brantas banyak dijumpai gua buatan manusia yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat menyepi oleh pengikut mistik dan kepercayaan. Bukti lain kedekatan nama tempat ini adalah nama daerah Turyanpada kini Turen, Lulumbang kini Lumbangsari, Warigadya kini Wagir, Karuman kini Kauman.

Pararaton ditulis pada tahun 1481 atau 250 tahun sesudah masa Kerajaan Singosari. Pararaton menggunakan bahasa Jawa Pertengahan dan bukan lagi bahasa Jawa Kuno sehingga diragukan sebagai sumber sejarah yang menyangkut pemerintahan dan politik.  Namun pendekatan yang dipakai para ahli dalam menyelidiki asal usul nama Kota Malang didasarkan pada asumsi bahwa nama tempat tidak akan jauh berubah dalam kurun waktu tersebut. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dari nama Kabalon (tempat menyepi) ternyata juga disebutkan dalam Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa puteri mahkota Hayam Wuruk yaitu Kusumawardhani (Bhre Lasem) sebelum menggantikan ayahnya terlebih dahulu menyepi di Kabalon dekat makam leluhurnya yaitu Ken Arok atau Rangga Rajasa alias Cri Amurwabumi. Makam Ken Arok tersebut adalah Candi Kegenengan.

Namun istilah Kabalon hanya dikenal dikalangan bangsawan, hal inilah yang menyebabkan istilah Kabalon tidak berkembang. Rakyat pada masa itu tetap menyebut dan mengenal daerah petilasan Malangkucecwara dengan nama Malang hingga diwariskan pada masa sekarang.

Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

  • Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
  • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
  • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan kota juga didirikan sementara alun-alun mulai dibangun.
  • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
  • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Obyek Wisata Kota Malang

Ada beberapa obyek wisata di kota Malang yang menarik untuk dikunjungi, yaitu :

alun-alun malang

Alun-Alun Kota Malang

Alun-Alun Malang

Yang menarik dari alun-alun kota Malang adalah banyak burung merpati berkeliaran di sekitar alun-alun dengan bebasnya, membuat suasana alun-alun jadi ramai. Sebagai Jantung Kota Malang yang berupa taman cantik dengan pohon beringin di salah satu sudutnya, tempat ini menjadi tempat favorit warga Malang untuk bersantai, apalagi di siang hari. Dengan kursi-kursi taman yang tertata rapi dan air mancur yang cantik menjadikan Alun-alun ini menjadi tempat favorit untuk hang out.

Alun-alun kota Malang pernah mengalami renovasi besar-besaran di awal tahun 2006, dan kini dilengkapi fasilitas hotspot milik Telkom sehingga pengunjung dapat berinternet ria sambil menikmati suasana taman. Sesekali dapat ditemui para penjaja makanan dan minuman ringan yang menawarkan dagangannya, namun mereka tidak dapat dengan bebas berjualan, karena sebenarnya pemerintah kota meng-ilegalkan penjual kaki lima berdagang di kawasan ini.

jawa timur park 1Jatim Park I

Jawa Timur Park 1 (JTP) merupakan objek wisata yang memadukan secara serasi antara konsep pendidikan (Education) dan konsep pariwisata (Tourism) dalam satu ruang dan waktu.

JTP I terletak di jalan Kartika No. 2 Kota Batu serta berada di lereng timur gunung Panderman, dalam area ± 11 hektar dan ketinggian 850 m di atas permukaan laut. Pengunjung dapat merasakan kesejukan, kenyamanan dan keindahan panorama pegunungan yang menjadi background Jawa Timur park dan kota Batu.

Jawa Timur Park 1 dilengkapi dengan Science Stadium (Galeri Belajar) yang mampu menampung 300 siswa,  dan kelengkapan alat peraga ilmu terapan (Indoor & Outdoor) yang diantaranya didukung oleh PLN, Telkom, Rimba Raya dan sejumlah Universitas Terkemuka (Negeri maupun Swasta) di Jawa Timur, sehingga mampu menjadi sarana penyebaran informasi tentang khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi  (Biologi/Kimia/ Matematika/Fisika).

Jawa Timur Park 2

jawa timur park 2

Berbeda dengan Jawa Timur Park 1 yang dilengkapi dengan science stadium, Jawa Timur Park 2 lebih mengetengahkan dunia satwa pada para pengunjungnya. Pengetahuan tentang satwa ini bisa didapatkan di Museum Satwa.   Kamu bahkan bisa berinteraksi langsung dengan satwa tersebut dengan mengunjungi secret zoo (kebun binatang).

Jawa Timur Park 2 berada di lahan seluas 14 hektar.

Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular adalah sebuah wahana wisata terbaru dari Kota Batu yang mulai beroperasi sejak jam 3 sore hingga jam sebelas malam (senin sampai kamis) dan jam dua belas malam (jum’at, sabtu dan minggu).

batu night spectacular

Batu Night Spectacular

Obyek wisata yang berlokasi di Desa Oro-oro Ombo ini setidaknya menyediakan 25 macam permainan.  BNS  juga menyiapkan beberapa wahana yang unik seperti lampion garden, galeri hantu, cinema empat dimensi, sirkuit gokart terpanjang, layar sepanjang 50 meter di area food court, dan air mancur menari.

Pulau Sempu

Pulau Sempu  adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah timur Jawa dan masuk dalam  wilayah kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara administratif pulau sempu terletak di desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Pulau Sempu masuk sebagai salah satu cagar alam yang dilindungi Pemerintah. Pantai Sendang Biru adalah dermaga yang biasa digunakan untuk mencapai Pulau Sempu, dari sini tak butuh waktu lama untuk menyeberang, tak sampai setengah jam itupun dengan kecepatan perahu yang lambat.

pulau sempu

Luas pulau Sempu mencapai 877 hektar dan berada di bawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur. Ada empat ekosistem yang dimiliki Pulau Sempu yaitu ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, danau dan hutan tropis dataran rendah. Sementara pantai-pantai yang terdapat di Pulau Sempu yaitu Pantai Waru-Waru, Tiger Cave, Pantai Pasir Panjang, Pantai Pasir Kembang, Pantai Fresh Water (catatan: dinamai fresh water karena ada sumber mata air segar di bebatuan di sekitar pantai), lalu ada Telaga Lele yaitu sebuah danau air tawar yang banyak terdapat ikan lele.

Di tengah hutan di pulau Sempu ada laguna yang cukup terkenal yaitu Segara Anakan. Genangan air di Segara Anakan sangat tenang dan bergradasi. Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk mencapai laguna ini dari saat memasuki hutan Pulau Sempu.

Wisata Air Panas Cangar

Wisata air panas adalah salah satu alternatif pilihan untuk refreshing. Dan di kota Batu, kita bisa menemui wisata air panas yang asik yaitu Pemandian air Panas Cangar. Letaknya sebelah utara Kota Batu dan berjarak kurang lebih 18 Km dari pusat Kota ditempuh antara 1 hingga 2 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi/mobil sewaan. Tepatnya terletak di  Dusun Cangar, kelurahan Tulungrejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu.

wisata air panas cangar

Dengan ketinggian diatas 1000m di atas permukaan laut, Cangar merupakan salah satu daerah penghasil sayur-sayuran dan buah apel yang subur dan mempunyai sumber mata air panas alami yang berasal dari Gunung Welirang, sebuah gunung yang menghasilkan belerang di Jawa Timur.

Pemandian dan dusun yang merupakan salah satu akses jalan tikus menuju Pacet Mojokerto ini berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya R. Soeryo. Di sekitar mata air panas Cangar banyak ditemukan gua-gua buatan peninggalan dari masa pendudukan Jepang, tahun 1942 – 1945.

Jajanan khas yang banyak dijajakan di area pemandian Cangar adalah Tape Ketan, yang notabene dijual turun temurun oleh warga setempat. O, ya jika ada monyet berseliweran, kamu jangan takut, karena satwa-satwa ini memang dibiarkan bebas bergelantungan di beberapa dahan pohon.

Wisata Air Terjun Coban Rondo

cobanrondoCoban Rondo adalah air terjun yang berasal dari air hujan yang ditampung oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Coban Rondo yang berada di lereng Gunung Kawi. Luas DAS Coban Rondo diperkirakan 1252,6 Ha dan curah hujannya sekitar 1.721 mm/tahun, sehingga diperkirakan DAS Coban Rondo menampung sekitar 21,6 milyar liter air hujan per tahun dan dialirkan melalui sungai Coban Rondo dengan debit terendah sekitar 150 liter/detik. Fluktuasi debit air terjun Coban Rondo sangat tergantung pada curah hujan dan kondisi vegetasi/hutan di dalam DAS Coban Rondo. Apabila hutannya gundul, maka pada saat musim hujan debitnya sangat tinggi dan airnya coklat (erosi), sedangkan pada musim kering airnya sedikit. Karena kecuramannya, sifat tanahnya mudah erosi dan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya tanah longsor pada bagian yang lemah.

Letak Air Terjun Coban Ronda adalah di daerah Pujon, Kabupaten Malang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 1/2 jam dari Kota Malang. Selain air terjun sebagai lokasi wisata utama disini juga disediakan lokasi untuk kemah dan fasilitas outbond. Kelebihan lokasi wisata ini adalah aksesnya yang relatif mudah, lokasi air terjun dengan tempat parkir sangat dekat dan banyak penjual makanan dan souvenir. Dekat lokasi Air terjun juga terdapat kawanan kera yang berkeliaran.

kebun apel

Wisata Kebun Apel

Malang, terkenal dengan apelnya. Setidaknya ada tiga jenis apel yang ada di malang yaitu :

1.  Apel Rome Beauty ; Berwarna dominan merah sedikit warna kuning hujau buahnya bulat, rasanya asam manis dan daging buah agak keras.

2. Apel Ana ; Apel Ana buahnya lonjong berwarna merah hijau kuning, rasanya asam dengan daging buah renyah.

3. Apel Manalagi ; Apel Manalagi berwarna hijau kekuningan, buahnya bulat, berasa manis, dagingnya keras namun garing.

dalam wisata kebun apel, pengunjung biasanya diperbolehkan untuk memetik apel dan memakan buah apel sepuasnya (setelah membayar harga tiket masuk), namun tidak boleh dibawa pulang. Jika ingin membawa oleh-oleh apel, harga perkilogram apel antara Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000.

Salah satu wisata kebun apel yang bisa jadi alternatif pilihan adalah wisata petik apel Kelompok Tani Makmur Abadi, yang beralamat di Jalan Diponegoro 10 Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur.

Wisata Kuliner

bakso malangMakanan yang terkenal dari Malang apalagi kalo bukan bakwan (bakso) Malang. Tapi selain bakso malang, banyak juga jajanan khas daerah lainnya yang bisa dinikmati di kota sejuk ini seperti Lumpia, Jagung Bakar, Ayam Panggang, tahu petis, bubur ayam dll.

Ada beberapa kuliner khas yang sekarang sedang menjadi favorit warga malang dan pelancong yang datang yaitu Mie Buto Ijo.  Mie Buto Ijo merupakan sajian hidangan berupa mie yang dibuat sedemikian rupa seperti tokoh Buto Ijo, pasalnya Mie Buto Ijo memiliki warna khas berwarna hijau yang terbuat dari sayuran.

Mie Buto Ijo terkenal akan cita rasanya yang pedas. Ada 5 level (tingkat) kepedasan dari mie buto ijo. Level 1 = 7 cabai dan level 5 = 54 cabai.

mie buto ijo

Cabai yang digunakan merupakan cabai giling yang nantinya dicampurkan dengan Mie hijau dan kemudian dilengkapi dengan aneka garnish seperti siomay, dim sum sedang, suwiran daging ayam, daun selada, krupuk pangsit, semangkuk kuah kaldu dan tidak ketinggalan bawang goreng sebagai pelengkapnya. Harga mie buto ijo mulai dari Rp. 7000.

Ceker Setan

ceker setanKamu penggemar ceker? well, di Malang, ada ceker super pedes yang jadi makanan favorit warga sonoh, namanya ceker setan. Ceker setan ini membutuhkan setidaknya 2 sampai 3 kg cabe merah segar untuk membumbui ceker. Penasaran sama rasanya? pastinya kamu harus jalan-jalan ke Malang dan nyoba ceker setan secara langsung, tapi kalaupun kamu ga bisa ke Malang, mungkin bisa bikin ceker setan sendiri ^___^, ini dia resepnyah :

Resep Ceker Setan

Bahan 1 kg ceker ayam, bersihkan ; 3 sendok teh garam ; 2 batang serai, memarkan ; 4 cm jahe, memarkan; 2 lembar daun pandan; 4 lembar daun jeruk purut; 1 buah jeruk nipis, peras airnya; 400 ml air.

Bumbu yang dihaluskan; 8 butir bawang merah; 5 siung bawang putih; 10 buah cabai merah (atau sesuai selera); 5 cabe rawit (atau sesuai selera); 1,5 sendok teh garam.

Cara bikin ; (1) lumuri ceker ayam dengan garam, diamkan setengah jam, goreng setengah matang, angkat dan tiriskan, sisihkan. (2) masukkan bumbu yang dihaluskan beserta serai, jahe, daun pandan, daun jeruk, aduk dan diamkan hingga bumbu matang. (3)  masukkan ceker ke dalam bumbu, aduk rata (4) tambahkan air, kecilkan api, tutup wajan hingga rapat, sesekali diaduk hingga matang (5) tambahkan jeruk nipis, aduk rata lalu hidangkan.

Serba Kripik

keripik nangka

keripik nangka

Untuk oleh-oleh, kamu bisa belanja aneka kripik yang terbuat dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Keripik Nangka merupakan keripik favorit gue diantara keripik buah lainnya, heuheu. Keripik buah dan sayur bisa didapat dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 40.000 per kilogram, atau bisa didapat per kemasan mulai dari Rp. 8000 hingga Rp. 35.000.

Jadi tunggu apa lagi, bila ada waktu luang, ga ada salahnya jalan-jalan ke Malang ^___^, happy holidays.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 28, 2012 in Travelling

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: