RSS

Khasiat Jahe Merah

24 Feb

jaheMerahJahe merupakan salah satu tanaman obat yang masuk dalam kelompok tanaman temu-temuan atau tumbuhan rumpun berbatang semu atau berimpang. Jahe memang sering digunakan untuk bahan rempah dalam menambah rasa berbagai jenis makanan dan minuman, namun jahe juga banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam membuat jamu olahan atau obat-obatan tertentu.

Jahe diduga berasal dari Asia pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karenanya kedua negara ini dianggap sebagai negara yang banyak memanfaatkan jahe sebagai bahan campuran makanan, minuman, bumbu masak dan obat-obat tradisional.

Selain jahe yang berwarna putih, ada juga jahe yang berwarna merah. Jahe merah masuk dalam tanaman kelompok family tanaman temulawak (Curcuma Xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galaga), lengkuas (Languas galaga) dll.

Ciri-ciri dari tanaman jahe merah :

1. Tanaman jahe merah memiliki batang semu, dengan ketinggian tanaman mencapai 30 cm – 1 m dengan rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.

2. Daun dari tanaman jahe merah berdaun sempit, dengan panjang daun 15-23 mm dan lebar 8-15 mm, tangkai daun berbulu memiliki panjang 2-4 mm, bentuk lidah daun memanjang dengan panjang 7,5-10 mm ada yang tidak berbulu dan agak berbulu.

3. Memiliki bunga yang menyerupai malai tersembul di permukaan tanah yang berbentuk tongkat atau bundar telur yang agak menyempit yang berukuran 2,75-3 kali lebarnya yang sangat tajam, malai memiliki panjang 3,5-5 cm dan lebar 1,5-1,75 cm, gagang bunga hampir tidak berbulu dengan panjang 25 cm.

4. Memiliki mahkota bunga yang berbentuk tabung 2-2,5 cm, mahkota bunga memiliki helaian bunga yang agak smpit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan dengan panjang mahkota bunga 1,5 – 2,5 mm dan lebar 3-3,5 mm bibir pada mahkota bunga berwarna ungu gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan dengan panjang 12-15 mm, kepala sari berwarna ungu dengan panjang 9 mm dan memiliki 2 tangkai putik.

5. Tanaman jahe dapat tumbuh pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.

6. Tumbuh dengan tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.

7. Tumbuh pada tanah yang memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4.

8. Jahe merah dapat tumbuh baik pada daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl, namun di Indonesia tanaman jahe merah tumbuh pada ketinggian 200-600 m dpl.

Tanaman herbal jahe merah ini banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mudah tumbuh di perkarangan dan kebun. Selain di Indonesia tanaman herbal jahe merah kini sudah banyak dibudidayakan di beberapa negara seperti Australia, Srilanka, China, Mesir, Yunani, India, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan dan beberapa negara belahan dunia lainnya. Jamaika memiliki jahe dengan kualitas tinggi dan saat ini India merupakan produsen jahe terbesar lebih dari 50 % dari total produksi jahe di dunia.

Kandungan dalam Jahe Merah
Secara umum, komponen utama senyawa kimia yang terkandung dalam jahe merah terdiri dari minyak menguap (volatile oil), minyak tidak menguap (nonvolatile oil) dan pati. Minyak atsiri termasuk jenis minyak menguap dan merupakan suatu komponen yang memberikan bau yang khas.

Kandungan minyak tidak menguap disebut oleoresin, yaitu suatu komponen yang memberikan rasa pahit dan pedas. Rimpang jahe merah selain mengandung senyawa-senyawa kimia tersebut juga mengandung gingerol, 1,8-cineole 10-dehydro-gingerdione, 6-gingerdione,arginine, a-linolenic acid, aspartic, β-sitostrerol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenis acid, farnesal, farnesene, farnesl dan unsur pati seperti tepung kanji, serta serat-serat resin dalam jumlah sedikit.

Berdasarkan beberapa penelitian, dalam minyak atsiri jahe terdapat unsur-unsur : n-nonylaldehyde, d-camphene, d-β phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, linalool, acetates dan caprylate, citral, chavicol dan zingiberene. Bahan-bahan tersebut merupakan sumber bahan baku terpenting dalam industri farmasi dan obat-obatan.

Kandungan minyak atsiri jahe merah sekitar 2,58 – 2,72% dihitung berdasarkan berat kering. Kandungan minyak atsiri jenis jahe yang lain jauh berada dibawahnya. Ada jahe besar atau jahe badak berkisar 0,82 – 1,68% dan pada jahe kecil atau jahe emprit berkisar 1,5 – 3,3%.

Minyak atsiri umumnya berwarna kuning sedikit kental dan merupakan senyawa yang memberikan aroma yang khas pada jahe.

Besarnya kandungan minyak atsiri dipengaruhi oleh umur tanaman. Artinya, semakin tua umur jahe tersebut, maka semakin tinggi kandungan minyak atsirinya. Namun, selama dan sesudah pembungaan, persentasi kandungan minyak atsiri tersebut berkurang sehingga dianjurkan untuk tidak melakukan pemanenan pada saat itu. Dengan demikian, selain umur tanaman, kandungan minyak atsiri jahe juga dipengaruhi oleh umur panen.
Kandungan oleoresin setiap jenis jahe berbeda-beda. Oleoresin jahe bisa mencapai 3% tergantung jenis jahe yang bersangkutan. Jahe merah rasa pedasnya tinggi disebabkan kandungan oleoresinnya tinggi, sedangkan jahe gajah atau jahe badak rasa pedasnya kurang karena kandungan oleoresinnya sedikit.

Khasiat Jahe Merah
1. Untuk meredakan nyeri dan pegal linu
2. Penguat fungsi hati
3. Memperkuat sistem imunitas tubuh/kekebalan tubuh
4. Meningkatkan produksi getah bening secara normal
5. Merangsang perbaikan dan perkembangan syaraf-syaraf tubuh
6. Penghangat tubuh
7. Meregenerasi sel-sel kulit tubuh
8. Mencegah proses penuaan dini
9. Anestetik
10. Mencegah dan mengobati masuk angin
11. Obat pencahar atau obat untuk mengatasi sembelit
12. Antirematik
13. Mengatasi radang tenggorokan (bronkitis)
14. Untuk meredakan nyeri otot, alergi, nyeri haid, nyeri lambung
15. Untuk meredakan sakit pinggang
16. Mengobati pusing/sakit kepala ; cara pengobatan : sediakan 3 jahe merah, cuci, lalu bakar, setelah dibakar, dimemarkan, lalu seduh dengan air panas, tambahkan madu, lalu diminum.
17. Mengatasi dan mengobati asma/batuk; siapkan 3 jahe merah, cuci bersih lalu rebus hingga mendidih dan air jahe tersisa satu gelas, minum rebusan air jahe tersebut 2 gelas/hari.

(Berbagai Sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2013 in khasiat tumbuhan

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: