RSS

Resep Kue Lemper

10 Okt

lemper-ayamKamu doyan lemper? hohoho kalo gue sih, enggak… enggak mau nganggurin lemper kalo ada lemper di sekitar gue maksudnya hehe.. pasti langsung dimakan ^_^

Ga ada yang tau sejarah kue lemper itu kayak gimana, tapi denger-denger sih, dulu, lemper merupakan makanan khusus untuk keluarga ningrat atau raja.

Bagi masyarakat Jawa, lemper sendiri memiliki nilai filosofis sebagai simbol persaudaraan, ini muncul dari sifat ketan yang lengket mencerminkan persaudaraan antar individu manusia yang saling menyatu.

Dalam acara hajatan, lemper menunjukkan harapan akan datangnya rejeki. Orang yang memiliki hajatan berharap akan datangnya rejeki yang akan menempel selama menggelar acara tersebut.

Di Yogyakarta, ada sebuah tradisi makan lemper yang unik. Tradisi ini dilaksanakan pada perayaan Rabu Pungkasan atau Rabu Wekasan.

Mengarak Lemper Raksasa Dalam Ritual Rabu Pungkasan

Mengarak Lemper Raksasa Dalam Ritual Rabu Pungkasan

Di daerah Plered, Bantul, terdapat desa yang bernama Wonokromo. Desa inilah yang selalu melaksanakan tradisi Rabu Pungkasan. Rabu berarti hari Rabu, dan pungkasan atau wekasan berarti terakhir. Jadi, Rabu Pungkasan adalah Rabu terakhir di bulan Sapar dalam tahun Islam.

Bagi masyarakat setempat, perayaan ini dianggap sakral dan penting. Sebab, pada hari itu dipercaya sebagai waktu bertemunya Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan Kyai Faqih Usman, ulama Islam yang terkenal di Yogyakarta.

Acara tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME. Dan, pada puncak acara, diadakan kirab lemper raksasa. Lemper berukuran diameter 45 cm dan tinggi 2,5 m ini dibawa dari masjid Desa Wonokromo menuju Balai Desa Wonokromo.

Kirab diawali dengan barisan prajurit keraton Yogyakarta. Setelah itu lemper raksasa, kemudian disusul barisan kesenian rakyat yang mengumandangkan sholawat dan kesenian lain.

Setelah kirab selesai, lemper dibagikan kepada para undangan dan diperebutkan oleh masyarakat. Lemper raksasa itu dianggap sebagai berkah bagi yang membawa pulang.

Isi lemper saat ini macam-macam, ada abon, sapi atau ayam. Namun tak banyak orang tahu bahwa pada awalnya isi lemper berasal dari daging kelapa muda yang disebut gebingan.

Zaman dulu harga daging sapi mahal, sehingga isi lemper terbuat dari kelapa muda yang dimasak layaknya srundeng (semacam abon dari kelapa). Seiring berkembangnya jaman, orang mengganti isi lemper dengan gilingan daging sapi atau ayam mengikuti selera masyarakat umum. Agar lebih praktis, pembuat mengganti isi dengan abon kemasan.

Kini kita mengenal lemper dengan berbagai macam variasi, tak hanya melulu dengan kemasan daun pisang, namun juga dengan kemasan plastik atau kulit lumpia. Tak melulu hanya dikukus namun bisa juga dibakar agar menambah aroma yang menggugah selera.

Lemper sangat mudah dijumpai di toko kue di pasar-pasar tradisional atau swalayan. Tapi bagi kamu yang ingin bikin lemper sendiri, sok ajah atuh bikin, ini dia resepnyah :

Bahan-bahan untuk Membuat Lemper :

250 gram ketan
250 cc santan kental (hasil parutan 1 butir kelapa)
1 batang serai (dimemarkan)
½ sendok teh garam

Bahan isian Lemper :
1 dada ayam rebus matang lalu di suwir-suwir
1 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
200 cc santan (hasil parutan ½ butir kelapa)
1 sendok makan air asam jawa
2 sendok makan minyak goreng

Bahan-bahan/bumbu-bumbu yang dihaluskan :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri, disangrai
1 sendok makan ketumbar, disangrai
1 sendok teh jinten, disangrai
1 sendok makan gula pasir

Pembugkus Lemper :
Daun pisang secukupnya

Cara Membuat Lemper :

  1. Rendamlah ketan selama 2 jam, cuci bersih, tiriskan dan kukus selama 15 menit lalu angkat.
  2. Rebuslah santan bersama daun salam, serai dan garam, masukkan ketan yang telah dikukus dan uleni hingga seluruh santan meresap ke dalam ketan, lalu angkat. Kukus ketan hingga matan lalu angkat.
  3. Membuat isian Lemper : Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga keluar aroma harum, masukkan santan ayam, salam dan daun jeruk masak hingga matang dan santan habis, angkat.
  4. Siapkan cetakan lemper olesi dengan minyak atau lapisi dengan plastik yang bersih, ambil adonan ketan, pipihkan lalu masukan bahan isian, ratakan isian lemper lalu tutupkan lagi hingga isian tertutup rata. Padatkan.
  5. Ambil selembar daun pisang yang telah disesuaikan ukurannya dengan potongan lemper yang telah dibuat. Bungkus rapat lalu sajikan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 10, 2013 in resep

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: