RSS

Kenapa Nasi Padang Lebih Banyak isinya Jika Dibungkus

12 Okt
contoh rumah makan padang

salah satu rumah makan padang

Di Sumatera Barat dan sekitarnya (termasuk Pekanbaru), rumah makan disana tidaklah disebut dengan Rumah Makan Padang, melainkan RM Ampera.

Rata-rata rumah makan disana diawali oleh kata Ampera kemudian barulah disusul dengan nama RM itu sendiri. Misal, RM Ampera Beringin, RM Ampera Siti Nurbaya, dll. Ampera sendiri adalah kepanjangan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

Di masa penjajahan dulu, RM Padang termasuk RM yg ekslusif, hanya kaum penjajah dan para saudagar kaya (mayoritas etnis cina) saja yang bisa menikmati lezatnya rendang, gulai tunjang, kepala ikan kakap, dendeng, dan teman-temannya. Kenapa bisa demikian? yeahh dimasa penjajahan, daging dan beras termasuk komoditi mahal yang tidak bisa dibeli dengan mudah oleh rakyat. Oleh karena itulah, harga makanan padang menjadi mahal dan hanya para penjajah dan saudagar kaya yang bisa menikmatinya.

Dan disinilah sejarah itu dimulai, kenapa kalau beli nasi padang, isinya lebih bayak dibungkus daripada makan ditempat.

Para pengusaha RM Padang (yang notabene orang minang asli) sadar bahwa saudara-saudaranya juga layak untuk menikmati makanan enak, terlebih lagi makanan khas daerah mereka sendiri. Banyak dari saudara mereka bekerja sebagai buruh kasar untuk para penjajah dan saudagar kaya dan mereka ini membutuhkan tenaga dan gizi yang cukup untuk tetap selalu sehat dan kuat.

Entah siapa yang memulai, di suatu waktu, para pengusaha RM ini memberlakukan peraturan baru. Jumlah nasi yang dibeli dengan cara dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan ditempat. Biaya makan ditempat dibebankan kepada para penjajah dan para saudagar kaya dan biaya makan dibungkus untuk para buruh dan para pribumi lain.

Kebijakan ini oleh para pengusaha disebut dengan Ampera alias Amanat Penderitaan Rakyat. Inilah asal mula kenapa RM Padang di Sumatera Barat disebut dengan RM Ampera.

(berbagai sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 12, 2013 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: