RSS

Camilan Khas Mancanegara untuk Minum Teh

29 Nov

Holaa… selamat sore… semoga sore kamu menyenangkan… sore-sore ginih biasanya enaknya makan camilan sambil ditemani secangkir teh. Tradisi minum teh ini sudah biasa dilakukan masyarakat di berbagai belahan dunia loh..

tea
Teh (Camelia sinensis) dikenal sejak sekitar 2.737 tahun sebelum Masehi (SM) pada masa kekaisaran Sheh Nong di China. Dari negeri China, teh kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan sampai kini tradisi minum teh masih lestari di berbagai Negara.

CHINA
Orang China sangat memerhatikan rasa dan aroma teh. Mereka juga senang membanding-bandingkan satu jenis teh dengan teh yang lainnya. Di China, penyajian minum teh tidak disertai dengan hidangan makanan. Dalam teradisi minum teh di China, ada dua wadah yang digunakan. Sebuah gelas dan sebuah mangkuk. Gelas berfungsi untuk menghirup aroma teh, sedangkan mangkuk berfungsi untuk meminum air teh.
Orang China membuat teh secara bersama-sama. Daun teh dimasukkan hingga menutupi lingkaran dasar poci. Poci terbuat dari tanah liat merah yang berpori rapat sehingga ketika dituangi air, lambat laun poci akan menjadi kering kembali. Poci ditaruh di atas mangkuk yang lebih besar, lalu dituangi air mendidih hingga luber. Air yang luber akan tertampuh di mangkuk besar itu. Kemudian poci ditutup sekitar dua menit. Air teh dituang ke dalam gelas lalu dipindahkan ke mangkuk. Seusai memindahkan air teh, tamu menghirup aroma teh dari gelas sebagai tanda penghormatan pada tuan rumah yang telah menyajikan teh. Setelah itu, barulah teh bisa diminum. Proses ini dilakukan berulang-ulang dengan jenis teh yang berbeda.

JEPANG

Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Koki  menulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Omi  di tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.

Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.

Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo  yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Juko. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.

Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.

Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sanseke  (Omotesenke, Urasenke dan Mushanokojisenke)  dan pecahan aliran Senke.

Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem.  Lemoto seido  adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.

Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main. Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh.

Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada teh sencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan sencha juga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Ko Yugai  menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha  yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.

dorayaki

dorayaki

Teman minum teh yang terkenal dari jepang diantaranya kue dorayaki dan mochi. Mochi (Jepang: 饼) adalah kue beras Jepang yang terbuat dari beras ketan ditumbuk menjadi pasta.

RUSIA

Orang Rusia mengenal teh sejak abad ke-17. mereka minum teh sambil berdiri, mengikuti tradisi orang Barat. Orang Rusia menggunakan ketel samovar, mirip ketel orang Mongol. Samovar dulu dikenal untuk membuat minuman madu berempah. Air dididihkan di ketel samovar dengan tungku dan arang. Di musim panas, samovar ditempatkan di meja di sebuah taman sehingga asap dari air mendidih bisa keluar dengan leluasa. Sementara di musim dingin, samovar ditempatkan di dalam ruangan. Leher ketel disambungkan dengan pipa menuju cerobong asap agar asap dari air mendidih bisa langsung dilepas ke luar rumah. Sambil menunggu air mendidih, zavarka atau poci teh dipanaskan. Setelah itu, uap yang menempel di zavarka dilap dengan serbet. Daun teh dimasukkan sampai hangat dan layu dalam zavarka yang ditutup hingga aroma teh keluar. Lalu air mendidih dituangkan pada zavarka hingga daun tenggelam. Air teh dituangkan dalam gelas-gelas perak. Untuk menikmati teh, dimasukkan satu sendok selai atau gula putih ke dalam mulut, lalu teh yang biasanya telah ditetesi lemon diminum. Biasanya teh disajikan dengan kue-kue manis. Camilan khas dari rusia yang bisa menemani acara minum teh diantaranya adalah blini (pancake ala rusia).

blini

blini

Resep untuk kue blini :

Traditional Russian blini (BLEE-nee), singular is blin, are made with a yeast-raised buckwheat flour batter and have a nutty flavor. They symbolize the sun and take center stage at maslenitsa (also known as Butter Week, Pancake Week or Cheesefare Week), a spring festival marking the end of winter. Today, blini are prepared hundreds of ways — with white flour only, cornmeal, sweet, savory, you name it. And their accompaniments have gone beyond the traditional caviar, smoked salmon, minced onion, chopped eggs, sour cream and a sip or two of vodka. This recipe is for traditional buckwheat Russian blini.

Makes about 24 Russian Blini. Prep Time: 20 minutes. Cook Time: 10 minutes. Total Time: 30 minutes

Ingredients:

  • 2/3 cup all-purpose flour
  • 1/2 cup buckwheat flour
  • 1/2 teaspoon salt
  • 1 teaspoon instant or rapid-rise yeast
  • 1 cup warm milk
  • 2 tablespoons butter, melted
  • 1 egg, separated
  • Toppings of choice

Preparation:

  1. In a large bowl, mix flours, salt and instant yeast, and make a well in the center.
  2. Pour in milk, mixing until smooth. Cover and let rise until doubled, about 1 hour.
  3. Stir cooled melted butter and egg yolk into batter. In a separate bowl, whisk egg white until stiff but not dry. Fold into batter. Cover and let stand 20 minutes.
  4. Heat a nonstick skillet over medium heat. Drop quarter-size dollops of dough into pan without crowding. Cook for about 1 minute or until bubbles form and break. Turn and cook for about 30 seconds. Cover blini and keep warm. Repeat with remaining batter.
  5. Serve with toppings of choice: red or black caviar, smoked salmon or other fish, chopped hard-cooked eggs, minced red or white onion, sour cream or creme fraiche, chopped dill and lemon wedges.

NOTE: The recipe has been adjusted to 1 cup warm milk and is correct as it now stands.

INGGRIS
Teh dikenalkan di Inggris sekitar tahun 1652. Harganya sangat tinggi karena dianggap sebagai minuman bangsawan. Salah satu bangsawan yang menggemari teh adalah pangeran Charles II dan istrinya, Catherine de Braganza. Dari bangsawan-bangsawan Inggris, teh dikenal sampai ke beberapa Negara. Teh yang biasa disajikan saat sarapan dan makan malam diperkenalkan seorang bangsawan Inggris sebagai minuman pergaulan. Mereka menikmati teh sambil jalan-jalan di halaman rumah. Gaya hidup para bangsawan ini ditiru oleh para keluarga Inggris. Kebiasaan minum teh di Inggris masih berlangsung hingga kini. Ada dua jenis upacara teh di inggris. Teh cair biasanya disajikan pada siang hari dalam pertemuan keluarga. Dihidangkan dengan roti berselai,sandwich, atau makanan kecil lainnya.

Penyajian teh di Inggris seringkali dikaitkan dengan garden party oleh kalangan bangsawan. Karena memang berdasarkan sejarahnya, teh masuk ke Inggris dari seorang bangsawan.

Di Inggris ada jeda waktu 8 jam antara makan siang ke makan malam. Rasa lapar inilah yang dilakukan warga Inggris untuk minum teh. Dengan minum teh dan makanan manis ditambah perangkat yang mahal, hal ini membuat kaum bangsawan merasa senang. Tea time biasanya dilakukan sekitar jam 3 sore.

Bila tamu diundang ke acara minum teh, yang perlu diperhatikan adalah table mannernya. Misalnya ketika berdiri, angkat tatakan gelas bersama tamu tersebut. Tapi kalau duduk jangan sekali-kali angkat tatakannya.

Afternoon tea itu yang penting bisa tahu bagaimana menikmati tehnya. Jika Anda ingin menambahkan susu boleh saja, tapi perhatikan dulu rasa tehnya baru tambahkan susunya khususnya untuk teh hitam. Dan juga jangan kocok teh dengan cepat. Cukup celupkan sendok ke dalam teh dan goyangkan perlahan ke kanan dan ke kiri. Camilan khas inggris yang cukup terkenal untuk menemani minum teh adalah muffin. Muffin disajikan sebagai kudapan utama pendamping teh hangat. Itu sebabnya kue ini pun dikenal dengan nama ‘tea cakes’. Makanan yang dibuat dengan menggunakan adonan ragi itu sangat nikmat jika disantap saat musim dingin. Saat era Victoria, muffin dijajakan oleh penjual kue jalanan. Muffin diletakkan ke dalam baki makanan yang berada di atas kepala mereka. Para penjual ini juga membunyikan bel tangan untuk memanggil calon pelanggan.

muffin

Blueberry muffin

Resep untuk Blueberry Muffin :

INGREDIENTS:

2 cups all-purpose flour
1 tablespoon baking powder
½ teaspoon salt
1 egg
1 cup granulated sugar
4 tablespoons (2 ounces) unsalted butter, melted and cooled slightly
1¼ cups sour cream
1½ cups frozen or fresh blueberries

DIRECTIONS:

1. Preheat the oven to 350 degrees F*. Grease a standard 12-cup muffin tin (or line with paper liners) and set aside.

2. Whisk the flour, baking powder and salt in a medium bowl untill combined. Whisk the egg in a separate medium bowl until well-combined and light-colored, about 20 seconds. Add the sugar and whisk vigorously until thick, about 30 seconds. Add the melted butter in 2 or 3 additions, whisking to combine after each addition. Add the sour cream in 2 additions, whisking just to combine.

3. Add the berries to the dry ingredients and gently toss just to combine. Add the sour cream mixture and fold with a rubber spatula until the batter comes together and the berries are evenly distributed, 25 to 30 seconds. Small spots of flour may remain and the batter will be very thick. Do not overmix.

4. Using a large spoon or a cookie scoop sprayed with nonstick cooking spray, divide the batter amount the muffin cups. Bake until the muffins are light golden brown and a toothpick or thin knife inserted into the center of a muffin comes out clean, 25 to 30 minutes, rotating the pan from front to back halfway through the baking time. Immediately remove muffins to a wire rack and cool for at least 5 minutes. Serve immediately or at room temperature. Store leftovers in an airtight container at room temperature.

IRAK
Bagaimana pun sibuknya, orang Irak selalu menyempatkan diri untuk berkumpul pada sore hari sambil menikmati teh. Tiap orang duduk melingkar di ruang tamu sambil menanti sajian teh. Apresiasi orang Irak pada penyajian teh sangat tinggi. Jadi, menyuguhkan teh celup sangat tidak dianjurkan karena bisa dicemooh. Setiap keluarga memiliki tradisi sendiri dalam membuat teh, tetapi proses intinya sama. Air dididihkan dalam ketel. Daun teh dimasukkan ke dalam poci dan dituangi air mendidih hingga daunnya naik ke atas. Poci ditaruh di atas ketel agar tetap panas hingga daun teh tenggelam. Camilan khas Irak yang cukup terkenal untuk menemani minum teh adalah kebab. Yang ingin bikin kebab sendiri, resepnya bisa dilihat di sini : resep kebab

kebab

kebab

BELANDA

Orang Belanda minum kopi dan teh sepanjang hari, sering disajikan dengan satu biskuit. Orang Belanda minum teh tanpa susu dan tehnya lebih encer daripada jenis teh khas Inggris yang dipadukan dengan susu. Waktu minum teh orang belanda, antara pukul 10 dan 11 a.m. (sebelum makan siang) dan/atau antara 7 dan 8 p.m. (setelah makan malam). Camilan khas negara kincir angin untuk teman minum teh adalah fun poffertjes.

fun

fun pofferjes

Jika kamu mau membuat Fun Poffertjes, ini dia resepnya :

Bahan-bahan:
– 200 gram tepung terigu
– 1 sendok teh ragi instant
– 1/2 sendok teh baking powder
– 1 sendok teh garam
– 1 buah kuning telur
– 350 ml susu cair
– 25 gram strawberry segar
– Mentega secukupnya untuk mengoles

Toping:
– 50 gram gula halus
– 50 gram keju parut

Cara membuat:
– Campur tepung terigu, ragi, baking powder, garam dan terakhir telur,
– Aduk sambil tuangkan susu sedikit demi sedikit hingga jadi adonan yang halus. Diamkan
adonan selama kurang lebih 30 menit,
– Siapkan cetakan Poffertjes, olesi terlebih dahulu dengan mentega agar tidak lengket saat
dipanaskan, kemudian panaskan cetakan,
– Tuang adonan ke dalam cetakan, biarkan dalam keadaan terbuka,jangan ditutup. Setelah
warna menguning dan matang, angkat.

Tips:
– Tambahkan Strawberry untuk menambah kesegaran
– Simpan dalam Tupperware CozyNest ukuran besar
– Sajikan hangat bersama dua pilihan topping keju parut dalam wadah ukuran sedang serta gula halus dalam wadah kecil

SPANYOL

Meski bangsa Spanyol lebih menyukai meminum kopi daripada teh, namun bangsa ini selalu berhati-hati dalam menyajikan teh yang akan mereka nikmati. Ada dua cara dalam menyajikan secangkir teh ala bangsa Spanyol. Yang pertama adalah susu dipanaskan sampai mendidih, kemudian dituangkan ke dalam cangkir dan ditambahkan sekantong teh celup. Teh akan diangkat setelah susu berubah warna seperti caramel. Setelah itu, ditambahkan satu sendok teh gula atau sesuai selera. Cara penyajian yang dipakai di seluruh Spanyol Selatan ini boleh tidak menggunakan air sama sekali atau hanya sedikit saja. Selanjutnya, cara penyajian teh bangsa Spanyol yang kedua sebenarnya mirip dengan metode yang digunakan bangsa Irlandia. Teh dituangkan dalam cangkir ditambahkan hampir setengah cangkir susu dan satu sendok teh gula. Hebatnya, teh Spanyol dengan penyajian seperti ini tidak pernah menjadi terlalu manis.

Sambil minum teh, orang-orang Spanyol pastinya doyan juga ngemil. Kebiasaan ngemil masyarakat Spanyol ini disinyalir bermula dari titah Raja Alfonso X yang menginginkan makanan kecil untuk menemani minum anggur di sela-sela waktu makan. Selain itu, adanya jeda panjang antara waktu makan siang dan makan malam, menjadikan tapas (camilan) sebagai tradisi yang terus berevolusi di Spanyol. Di Spanyol camilan  bahkan sudah menjadi gaya hidup. Jenisnya pun beragam, mulai dari jajanan pinggir jalan hingga makanan pembuka di restoran mewah.

Tapas (camilan) yang sering disajikan Sebut saja chapata de ternera, yaitu roti chapata panggang dengan daging cincang dan dressing khas Spanyol di atasnya. Roti legit yang mirip bruschetta Italia ini bisa menjadi penenang lambung sebelum makan malam tiba.

INDONESIA

Di Indonesia, teh bisa dibilang minuman favorit nomor dua setelah air putih. Kita begitu mudah menjumpainya di setiap tempat dan kesempatan. Di jawa, khususnya daerah pedesaan jawa tengah, setiap tamu hampir akan selalu disuguhi dengan segelas wedang teh oleh tuan rumah. Teh yang disuguhkan pasti rasanya manis. Karena menyuguhkan minuman dengan rasa yang manis merupakan suatu kehormatan bagi tuan rumah. Rasanya kurang sopan kalau menyajikan teh dengan rasa yang tawar kecuali atas permintaan sang tamu sendiri.

Teh selain sebagai minuman favorit juga merupakan minuman pergaulan. Di jogja dan solo, di setiap sudut kota, kita akan mudah menjumpai warung-warung kecil yang buka menjelang maghrib hingga tengah malam atau bahkan ngebyar sampai pagi. Kalau di jogja namanya angkringan, sedangkan di solo dan klaten lebih dikenal dengan sebutan warung HIK (hidangan istimewa kampung). Setiap malam, warung2 HIK akan didatangi oleh masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin melepas penat. Mulai dari penarik becak, buruh, pns, pengusaha, seniman, anak muda, hingga mahasiswa berkumpul dan mengobrol santai di tempat ini. Lantas, minuman apa yang mereka nikmati sambil ngobrol? teh-lah minuman yang paling sering dipesan.

Nah, minum teh belumlah lengkap bila tidak ditemani makanan kecil atau camilan. Apapun bentuk camilan tersebut biasanya tidak masalah, selama camilan itu adalah makanan favorit dari orang-orang bersangkutan.

Di Indonesia, ada banyak camilan yang terkenal yang bisa menemani kita minum teh, sebut saja diantaranya getuk, combro, kue kelepon, awug (di Jakarta diikenal dengan nama kue dongkal), kue lapis, onde-onde, lemper, aneka macam biskuit dan kue-kue lainnya.

Getuk sekarang agak susah didapat, tapi di pasar-pasar tradisional dan di pinggir-pinggir jalan menjelang malam hari biasanya banyak dijajakan aneka macam getuk.

Getuk merupakan makanan yang mudah ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembuatan getuk dimulai dari singkong di kupas kemudian kukus atau perebusan, setelah matang kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Untuk penghidangan biasanya ditaburi dengan parutan buah kelapa. Tetapi selain berbahan dasar dari singkong, getuk juga bisa dibuat dengan bahan baku dari ubi, talas dan pisang. Getuk yang cukup banyak diminati masyarakat Indonesia adalah getuk lindri dan getuk goreng.

getuk lindri

getuk lindri

Bahan-bahan Membuat Gethuk Lindri :
  • 1/2 kg singkong, dikupas kulitnya
  • 100 gr gula pasir
  • 75 gr kelapa diparut kasar (kukus 5 menit)
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • Pewarna makanan merah (5 tetes)
  • Pewarna makanan hijau (5 tetes)
  • Pewarna makanan lain (jika diinginkan)
Bahan-bahan Taburan Gethuk Lindri :
  • 200 gr kelapa parut
  • 1/2 sdt garam
Cara Membuat Gethuk Lindri :
  1. Kukus singkong yang sudah dikupas sampai menjadi empuk. Haluskan (ditumbuk), lalu sisihkan.
  2. Aduk-aduk hingga rata campuran gula pasir, kelapa diparut kasar, dan vanili bubuk, lakukan pengadukan hingga gula larut.
  3. Tuangkan campuran gula yang dibuat sebelumnya ke dalam singkong yang sudah dihaluskan. Aduk-aduk hingga rata.
  4. Bagilah 3 bagian adonan yang telah jadi. Pada masing-masing bagian adonan berilah pewarna merah dan hijau. Aduk-aduk masing-masing adonan hingga pewarna tercampur rata. Sisanya biarkan tetap berwarna putih.
  5. Giling masing-masing bagian adonan dengan penggiling gethuk. Gulung hasil gilingan lalu potong.
  6. Membuat bahan taburan : kukuslah  parutan kelapa dan garam hingga matang. Lalu angkat.
  7. Gethuk Lindri siap disajikan, taburi permukaan dengan parutan kelapa.
getuk goreng

getuk goreng

Resep getuk goreng

Bahan getuk goreng:

  • Singkong 1 KG
  • Gula Merah / gula jawa
  • Tepung beras 75 gr
  • Tepung terigu 1 sdm
  • Minyak goreng untuk mengoreng
  • Garam secukupnya

Cara membuat getuk goreng:

–   Kupas singkong kemudian buang sabutnya setelah itu Potong singkong dan direbus hingga matang.
–   Iris halus Gula jawa tambahkan sedikit air kemudian rebus sampai gula melumat dan tercampur dengan air.
–   Lumatkan singkong dan tambahkan gula secara bertahap sampai tercampur rata untuk membuat getuk.
–   Letakan getuk singkong di atas nampan kemudian ratakan dengan tebal 2 cm lalu potong kotak 5 x 4 cm. sisihkan
–   Campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, serta air secukupnya sampai jadi adonan yang cukup kental.
–   Panaskan minyak goreng kemudian ambil getuk lalu celupkan getuk ke dalam adonan.
–   Lankah selanjutnya Goreng getuk sampai warnanya kekuning kuningan, angkat dan tiriskan.
–   Getuk goreng sokaraja siap dinikmati.

(Berbagai sumber)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 29, 2013 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: