profil


Lebih dari seratus juta warga dunia kini keranjingan jaringan sosial di dunia maya, facebook.com. Lewat situs ini pengguna dapat memperluas pertemanan lintas benua, bahkan kembali ‘bertemu’ dengan teman2 atau pacar lama yang tidak terlihat lagi seusai perpisahan sekolah.

Itulah buah karya Mark Elliot Zuckerberg, founder of Facebook, bersama tiga temannya, masing2 Andrew McCollum (roommate – saat  Zuckerberg bersekolah di Universitas Harvard jurusan Computer Science, -tapi kemudian Zuckerberg droup out), Dustin Moskovitz  (roommate) dan Chris Hughes (Hughes kemudian direkrut Obama saat masih jadi calon presiden untuk membuat situs barackobama.com).

Zuckerberg adalah pemuda berusia 25 tahun (lahir pada 14 Mei 1984, besar di Dobbs Ferry, New York) dan masih single. Ia perancang teknologi informasi sekaligus sosok muda yang punya jiwa wiraswasta. Zuckerberg mendapat julukan sebagai “salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008″ versi majalah Time. Pada forum ekonomi Davos (Swiss) 2009,   Zuckerberg termasuk dalam daftar pemimpin muda karena prestasi dan komitmennya terhadap masyarakat serta berpotensi menyumbangkan ide untuk membentuk tatanan dunia baru. Di forum itu ia tampil dalam sesi “pengalaman Digital  Mendatang“.

Peserta lain yang juga ikut hadir di forum tersebut antara lain Chad Hurley (YouTube), Craig Mundie (Microsoft), Shananu Narayen (Adobe), Hamid Akhvan (T-mobile) dan Eric Clemmons (Wharton).

Diperkirakan, kekayaan  Zuckerberg sekarang mencapai 3 miliar dolar AS ,  karena Zuckerberg memiliki 20% saham di Facebook. Ia (di Facebook) bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan umum dan penyusunan strategi perusahaan yang kini jadi rebutan para pemasang iklan dan investor.

Semuanya bermula dari hobi Zuckerberg yang suka berkutat dengan komputer sejak high-school (ia bersekolah antara lain di Ardsley High School dan the Phillips Exeter Academy, New Hampshire sebelum akhirnya kuliah di Harvard, Cambridge). 

Saat itu ia ingin membantu jaringan yang dimiliki ayahnya (seorang dokter gigi yang bernama Edward Zuckerberg) untuk dipertemukan lewat dunia maya. Kebiasaan ini terus melekat dan ia lupa belajar. Ia lalu memilih keluar dari Harvard untuk meneruskan hobinya.

Menurut Mashable (The Social Media Guide), Facebook banyak digunakan orang antara lain karena desain enak dilihat dan dijelajahi serta menawarkan hal2 yang lebih riil. Sebagai contoh, Facebook menawarkan orang lain yang kira2 dikenal untuk di-add (ditambahkan) jadi teman. My Space juga menyodori beberapa teman, tapi termasuk menyodori orang2 dari negeri antah berantah untuk menjadi teman.

Banyak pengguna Facebook yang merupakan orang2 elite dunia. Facebook bahkan menjadi sarana komunikasi bagi para karyawan Toyota, Ernst & Young dan perusahaan kaliber dunia lainnya.

Salah satu poin menarik yang diberikan Zuckerberg adalah bahwa lebih dari 100 juta orang secara aktif menggunakan aplikasi bergerak pada Facebook. iPhone Facebook saja telah memiliki 5 juta pengguna aktif bulanan dan Blackberry untuk Facebook memiliki 3,25 juta pengguna aktif bulanan.

Kiprah Zuckerberg lewat Facebook melesat seperti roket. Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asramanya di Harvard pada 15 Februari 2004. Apa yang ia luncurkan menjadi sukses di Harvard dan banyak pelajar dari dua atau tiga sekolah mendaftar pada dua minggu pertama Facebook diluncurkan.

Zuckerberg lalu memutuskan untuk memperluas  Facebook ke sekolah lain dengan meminta bantuan teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka memperluas jaringan Facebook ke Stanford, Columbia, Yale lalu sekolah dan kampus lainnya di wilayah Boston.

Pada permulaan musim panas,  Zuckerberg dan Moskovitz berhasil memperluas jaringan   Facebook hingga mencapai 45 sekolah.

Zuckerberg dan timnya kemudian berpindah ke Palo Alto, California, dan mulai merangkul investor seperti pendiri PayPal, Peter Thiel, dan pendiri Napster, Sean Parker.

Pada Agustus 2005 Zuckerberg secara resmi menamakan perusahaannya Facebook. Setelah berhasil mengumpulkan modal 12,7 juta dolar AS, ia mengembangkan perusahaannya ke level berikutnya. Situs Facebook secara bertahap dan konsisten terus memperluas jaringan.

Saat ini ada lebih dari 175 juta pengguna aktif dengan berbagai fasilitas yang ada di situs Facebook. Facebookpun kini kebanjiran uang.

Tapi sukses Zuckerberg kemudian dibarengi kontroversi. Teman sekelas Zuckerberg di Harvard yaitu  Divya Narendra, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, mengklaim bahwa mereka dulu pernah menyewa Zuckerberg untuk menyelesaikan kode dari website mereka, ConnectU dan dari sanalah banyak ide dari ConnectU dicuri untuk Facebook seperti design, rencana bisnis dan source code. Tapi gugatan itu ditepis pengadilan. Dia menyebabkan kehebohan karena dianggap “menjual” data2 pribadi pemilik akun, tanpa menghargai privasi.

Pada 2006 Zuckerberg mencengangkan dunia karena menampik tawaran Yahoo untuk membeli Facebook seharga 1 miliar dollar AS (atau sekitar Rp. 12 trilyun). Setahun kemudian, Microsoft membeli 1,6% saham Facebook seharga 240 juta dollar AS. Kini nilai ekonomi Facebook diperkirakan mencapai 15 milliar dollar AS.

Ambisi Zuckerberg adalah terus membuat Facebook senyaman mungkin untuk jadi alat penyatu warga dunia. (Sumber : Kompas dan sumber lain).

Berbeda dengan pemilu2 sebelumnya, pemilu di Amerika Serikat kali ini sepertinya menyedot perhatian dunia. Bukan warga AS saja yang harap2 cemas dengan hasil penghitungan suara electoral vote pada 4 nov kemarin (waktu amrik), tapi seluruh duniapun menunggu. Dan lucunya histeria kegembiraan terjadi dimana-mana saat Obama dinyatakan menang dengan mengantongi 349 suara dari 538 pemilih yang tergabung dalam dewan pemilih atau unggul dari rivalnya McCain yang memperoleh 173 suara.

Kemenangan Barack “Barry” Hussein Obama Junior lalu dirayakan dimana-mana. Di kota Obama, Jepang, masyarakat menari dan bersorak gembira (mereka sumringah secara nama kota mereka sama dengan nama Obama, hehe, bisa aja). Di kedubes AS di seluruh dunia (Inggris, Indonesia, dll) juga menyambut antusias. Di Kenya, yang notabene tempat kelahiran ayah kandung Obama, yakni Barack Hussein Obama Senior, malah diberlakukan libur satu hari menyambut kemenangan itu.

Obama’s fever atau demam Obama sepertinya langsung merebak kemana-mana. Gimana mungkin hal ini bisa terjadi?!

“Sungguh suatu inspirasi. Ia (Obama) benar2 presiden global AS pertama yang pernah dimiliki dunia,” ujar seorang warga negara Thailand (Kompas, 6 nov 08), “ia mempunyai masa kanak2 di Asia, asal-usul Afrika, dan bernama tengah Timur Tengah. Dia benar2 seorang presiden global.”

Obama memang pernah melewatkan masa kanak2nya di Indonesia, berayah orang Kenya, dan bernama tengah Hussein.

Tapi satu catatan sendiri yang membuat Obama jadi sejarah dunia adalah bahwa ia presiden kulit hitam pertama AS. For next hundred years nama Obama mungkin masih akan terus disebut-sebut dalam sejarah.

Obama yang terpilih sebagai presiden AS yang ke 44 berhasil meruntuhkan tembok rasial yang notabene sangat kuat bercokol di bumi amrik. Walau amerika terkenal sebagai negara demokratis, tapi toh masalah rasialisme di sana masih kental sekali. Tapi Obama berhasil mencairkan kekentalan itu.

Semua orang kini, sepertinya menggantungkan harapan yang besar pada Obama, mereka muak dengan segala bentuk arogansi kepemimpinan presiden AS sebelumnya (yang bertengger di bahu bush), moga2 semua arogansi itu perlahan-lahan menghilang. Harapan yang ditumpukan pada Obama adalah adanya perubahan signifikan di berbagai segi, baik politik, ekonomi, sosial, kebijaksanaan luar negeri, kesejahteraan dalam negeri, dll.

Kalau kata2 “berhasil mewujudkan harapan” dipandang terlalu ideal bagi Obama, toh Obama bisa menggunakan kata2 “bersedia memperjuangkan harapan” dengan sepenuh hati sesuai dengan janji2 kampanyenya. Dan salah satunya, menarik mundur pasukan AS dari Irak.

For me, maybe ikut terkena syndrom Obama’s fever, tapi itu ga lain ga bukan karena Obama muda, ganteng, kharismatik, cerdas, inovatif, kreatif dan punya senyum yang menawan…hahaha…. ya iyalah, kalo disuruh milih suka liat presiden (dimanapun di muka bumi ini) yang muda atau yang maaf, udah uzur, pastinya gue milih yang masih muda…. (tapi ini totally subjective).
Ada satu rasa antusias tersendiri di kalangan warga Indonesia dengan kemenangan Obama, itu ga lain karena Obama pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia selama kurang lebih 4 tahun (1968 – 1971). Obama bersekolah di SD Negeri 04 Percobaan di Jl. Besuki, Jakarta Pusat (dulu namanya SD Besuki) dan SD katolik Asisi.

“Ia termasuk anak hiperaktif. Kami tak berhenti bermain kelereng dan gambaran,” kata Rully Dasaad, sohib “Barry” Obama waktu di SD Besuki (Kompas, 6 Nov 08). “Waktu tiga bulan pertama, Barry anak alim, tetapi setelah itu nakal. Tingkat kebandelan kami wajar,” ujar Rully lagi (kini Rully berprofesi sebagai fotografer prof). “Saya ingat kalau bermain detektif ala film serial I Spy, Barry memilih peranan aktor kulit hitam di film itu, Bill Cosby. Padahal, Barry tak terlalu hitam karena ibunya bule.”

Salah satu eks guru Barry bilang, “Barry anaknya pemberani sekali. Kalau disuruh maju, dia akan langsung maju ke depan kelas, dan pada saat itu ia hafal Pancasila.”

Tapi saat teman masa kecil Barry asik bercerita tentang pertemanan mereka dulu, toh ada saja komentar negatif seperti ini: “yaelah, gitu aja diributin, belum tentu dianya juga inget Indonesia.”

Ups, ntar dulu coy, masa iya Obama lupa Indonesia, pan adik seibunya, maya soetoro-Ng berdarah Indonesia. Pastilah secara historical dia punya ikatan khusus dengan Indonesia….. (hehe.. ngarep).

Di pidato kunci konvensi partai Demokrat tahun 2004, Obama bilang :

“Tak ada orang hitam amerika, dan orang putih amerika, dan orang latin amerika, dan orang asia amerika, yang ada hanyalah amerika serikat. Saya tak punya pilihan lain kecuali memercayai visi amerika. Sebagai anak lelaki hitam dan perempuan putih, sebagai orang yang lahir di Hawaii yang multirasial bersama saudara tiri yang separuh Indonesia, punya ipar dan keponakan keturunan China, punya sodara2 mirip Margaret Thatcher, saya tak bisa setia pada sebuah ras saja.”

Kata2 itu melambungkan nama Obama di negerinya sendiri.

Akhirnya, sukses dan selamat bekerja (keras) buat Obama, “presiden global” pertama dunia (berbagai sumber)