RSS

KEDAI KOPI UNTUK NAYLA

Blog Post ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi menulis cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan NULISBUKU(dot)COM.

KEDAI KOPI UNTUK NAYLA

Oleh Shatikah

#MyCupOfStory (Sebuah Kisah Fiksi Yang Terinspirasi dari Kopi Indonesia)

naydanakuAku duduk di sebuah sofa yang cukup nyaman di salah satu café kopi yang ada di Bandara Husein Sastranegara sambil memperhatikan tiket ditanganku. Sebuah tiket pesawat terbang yang akan membawaku ke Bandara Kuala Namu,  Medan,  untuk selanjutnya – dengan menggunakan bis – aku pergi ke Sidikalang, kampung halaman Nayla, sahabatku.

Secangkir macchiato panas mengepul di hadapanku, menemaniku dalam menghadapi detik demi detik menuju keberangkatanku. Kebiasaan ngopi seperti ini, ditularkan oleh Nayla karena Nayla hobi sekali ngopi padahal sebelumnya aku tidak terlalu suka kopi. Hampir semua café kopi yang keren di kota Bandung sudah pernah Nayla dan aku datangi. Rasanya rindu banget ngopi bareng Nayla lagi karena sudah setahun lebih aku berpisah dengannya.

Aku bersahabat dengan Nayla sejak semester satu (sekarang  aku  semester  5). Nayla adalah gadis cantik keturunan Medan – Aceh. Ayahnya orang Medan sementara ibunya orang Aceh.  Persahabatanku dengan Nayla dimulai saat aku dan Nayla sama-sama kuliah di Fakultas Ilmu  Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Bandung.

Aku memilih Bandung tempat aku menimba ilmu karena hampir semua keluarga besarku terutama sepupu-sepupuku kuliah di Bandung – Universitas Negeri maupun Swasta – padahal keluargaku sendiri bermukim di Jakarta.

Sementara Nayla memilih Bandung karena salah satu tantenya yang bekerja di Bandung bersedia membiayai kuliah Nayla sebagai bentuk bantuan tantenya pada orangtua Nayla yang tidak mampu membiayai kuliah puterinya. Tantenya bekerja sebagai seorang guru SMU dan tinggal sendirian di kota Kembang ini. Untuk itulah Naylapun diminta tinggal dengannya selama kuliah di Bandung.

Pertama berkenalan dengan Nayla (secara akrab) adalah saat suatu hari kami diberi tugas kelompok untuk membuat hasil karya berbentuk bunga yang boleh dibuat dari bahan apa saja. Tugas kuliah itu diberikan oleh dosen design grafis. Masing-masing kelompok  sudah ditentukan oleh dosen, dan aku satu kelompok dengan Nayla dan salah satu temanku yang lain yang bernama Ana.

Nayla kreatif sekali dalam membuat bunga yang dibuat dari karton, lalu dihiasi oleh cat air yang berwarna-warni.

Sejak saat itu aku dan Nayla seolah tak terpisahkan. Nayla bahkan lebih sering tidur di apartemenku daripada di rumah tantenya. Orangtuaku sengaja membeli sebuah apartemen saat kakakku yang pertama (aku punya dua orang kakak) kuliah di Bandung lima tahun lalu. Tapi sekarang kuliah kakakku sudah selesai dan ia sudah bekerja di Jakarta. Setelah itu – secara bergantian – sepupu-sepupuku yang menempati apartemen itu, dan kini, aku yang menempatinya.

~ ** ~

            “Suatu saat nanti, aku ingin punya kedai kopi,” ujar Nayla, suatu hari, saat aku dan Nayla asik ngopi bareng sepulang kuliah.

“Seperti  kedai ini?” tanyaku pada Nayla sambil tertawa.

Nayla sangat tergila-gila pada kopi karena kopi sudah menjadi bagian kehidupannya sejak ia kecil. Ayah dan Ibu Nayla adalah petani kopi. Mereka tinggal di Sidikalang, salah satu pusat pertanian kopi terbesar di Sumatera Utara. Menurut Nayla, selain Sidikalang, daerah yang juga terkenal karena produksi kopinya di Sumatera Utara adalah Mandailing dan Lintong Nihuta.

“Ya seperti kedai ini,” Nayla berkata sungguh-sungguh, “bahkan lebih cozy dari ini, dan lebih murah dari ini,” ketika mengatakan kata-kata terakhir Nayla berbisik sambil membungkukkan badannya ke arahku membuat tawaku semakin kencang.

“Aku setuju. Suatu hari nanti kita akan punya kedai kopi.” Ujarku di sela-sela tawaku.

Nayla tersenyum lebar, memperlihatkan lesung pipitnya yang cantik. “Tapi untuk mewujudkan itu, aku harus kuliah dulu, kemudian kerja, kemudian nabung yang banyak. Orangtuaku bukan orang kaya Tia, tidak seperti orangtuamu. Orangtuaku hanya petani kopi. Petani. Itu artinya mereka hanya buruh. Mendapat penghasilan dari bekerja sebagai pemanen dan penggiling kopi saja yang bekerja di suatu pabrik kopi di Sidikalang sana. Bukan pemilik perkebunan kopi atau semacam itu.”

“Iya, tapi siapa tau impian kita bisa terlaksana.”

“Ya, siapa tau.” Nayla mengangguk setuju.

Dari Nayla juga aku jadi tahu proses pembuatan kopi secara sederhana. Menurut Nayla, beberapa tetangganya kebetulan punya lahan yang cukup luas untuk menanam kopi, tidak seperti orangtuanya yang punya lahan sempit.

Di Sidikalang  dimana Nayla lahir dan dibesarkan, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani kopi. Letak topografi  Sidikalang yang berbukit-bukit dengan variasi ketinggian sekitar 250 sampai 1700 diatas permukaan laut dan kondisi suhu udara yang sejuk serta curah hujan yang sedang membuat kampung halaman Nayla itu menjadi tempat yang strategis untuk bertani kopi.

Petani kopi di sana rata-rata lebih suka menanam kopi Arabika daripada kopi Robusta. Pohon kopi Arabika cukup tinggi sehingga untuk memanennya kadang kadang menggunakan kursi, tangga, atau memanjat secara langsung.

“Sebagian besar rumah di sana punya loteng,” kata Nayla lagi, “fungsinya adalah untuk menjemur biji kopi di dalam rumah kalau sedang hujan. Cuaca di daerahku kadang tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas.”

“Lalu?” tanyaku penasaran.

“Lalu setelah kopi dijemur dan benar-benar kering, biji kopi kembali ditumbuk untuk benar-benar memisahkan kulit yang tersisa dengan biji kopi. Setelah itu dibersihkan dengan cara dicuci, lalu digongseng, yaitu digoreng sampai gosong, sampai hitam pekat lalu ditumbuk lagi sampai benar-benar bubuk.”

“Setelah itu kopi siap digunakan?”

“Ya, untuk yang suka kopi bercita rasa asli, bisa langsung dibikin minuman dicampur gula atau madu. Tapi aku lebih suka dicampur tumbukan beras agar kafeinnya tidak terlalu tinggi.”

“Oh,” aku hanya mengangguk-angguk.

“Tapi perbandingan kopi dengan beras tumbuk tetap lebih banyak kopinya dibandingkan berasnya agar kemurnian rasa kopi itu tidak benar-benar hilang.”

“Oh.”

“Kamu bisa bedain nggak, rasa kopi Arabika dengan Robusta?” tanya Nayla lagi.

“Enggaklah. Boro-boro bisa bedain. Menurutku sih rasa kopi sama aja, sama-sama pahit. Hehe.”

“Ya ampun Tia, tetep ada perbedaannya tahu. Itulah kenapa harga kopi Arabika lebih mahal dari kopi Robusta.”

“Lalu apa perbedaannya?”

“Arabika itu memiliki rasa yang lebih beragam dari rasa kopi Robusta. Rasa kopi Arabika cenderung manis dan lembut mirip campuran antara bunga dan buah, sementara rasa kopi robusta memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.”

Kembali aku mengangguk-angguk.  Mengenal Nayla, membuat aku seperti menjadi seorang pakar kopi karna jadi tahu banyak tentang kopi.

~**~

            Tapi ternyata hanya dua semester hubungan persahabatanku dengan Nayla berjalan manis. Memasuki semester tiga masa perkuliahan kami,  hubunganku dan Nayla  mulai renggang.  Dan penyebab  renggangnya hubungan kami adalah masalah  cowok. Ini klise sekali. Tapi ini benar-benar terjadi padaku dan Nayla.

Pada mulanya aku curiga Nayla cemburu padaku karena menyukai Dastan – cowok yang saat itu sedang  PDKT denganku – kupikir, Nayla juga suka Dastan seperti aku menyukai Dastan. Tapi Nayla ternyata marah karena merasa kebersamaannya denganku jadi terganggu.  Gara-gara kehadiran Dastan Nayla tidak bebas ngopi bareng aku lagi seperti sebelum-belumnya karena Dastan lebih sering menyita waktuku.

Dan saat aku cerita ke Nayla bahwa Dastan benar-benar ingin pacaran denganku, Nayla langsung menatapku sedih.

“Jangan sekarang Tia. Please. Jangan pacaran dulu. Tetaplah menjadi sahabatku. Aku membutuhkanmu. Jangan sekarang. Nanti saja beberapa bulan lagi.”

“Kok bisa gitu sih Nay. Kita masih tetap bersahabat walau aku jadian sama Dastan. Kamu aneh banget deh.”

“Enggak mungkin segala sesuatunya sama Tia. Pasti berubah. Aku pasti kehilangan kamu. Kita pasti tidak bisa menghabiskan waktu bersama-sama lagi seperti dulu.”

“Bisa Nay. Pasti bisa. Aku pasti bisa membagi waktu dengan adil untukmu dan Dastan.”

Tapi Nayla ternyata punya cara lain untuk menunjukkan kemarahannya. Dia benar-benar menghindariku saat tahu aku benar-benar pacaran dengan Dastan. Dia tidak pernah membalas teleponku, SMS-ku, WA-ku, BBM-ku apalagi. Dia tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Aku sangat sulit untuk menghubunginya. Aku sudah berusaha meminta bantuan Tante Nayla agar Nayla bisa kembali padaku tapi tak berhasil, puncaknya adalah ketika memasuki semester empat Nayla tiba-tiba menghilang di kampus. Menurut petugas administrasi di kampus, Nayla mengambil cuti kuliah dulu untuk beberapa semester. Aku tidak tahu alasannya apa. Saat kutanyakan pada Tante Nayla, Tante Nayla bilang kalau Nayla ingin bekerja dulu membantu orangtuanya di kampung halamannya. Dan itu setahun lalu.

Terlalu lama. Aku terlalu lama membiarkan Nayla pergi. Dan dalam setahun kebersamaanku dengan Dastan aku tidak pernah merasa tenang. Ada ruang kosong di hatiku yang ditinggalkan Nay untukku yang tidak bisa diisi oleh siapapun. Aku tidak punya saudara perempuan. Kakakku dua-duanya laki-laki. Nayla sudah seperti saudara perempuan bagiku yang tidak bisa kutemukan duplikatnya dimanapun dimuka bumi ini.

Aku kemudian menjadi pribadi yang gelisah, tidak tahu inginnya apa, selalu marah-marah, dan yang paling parah Indeks Prestasiku turun drastis. Nilai mata kuliahku C semua. Bahkan ada beberapa diantaranya D.

Puncaknya adalah berakhirnya hubunganku dengan Dastan. Dastan pria yang baik, tapi aku terkadang merasa ‘lelah’ mengikuti gaya hidupnya. Ia selalu bergaul dengan orang-orang kaya. Ia selalu memandang rendah orang-orang yang tidak se-level dengannya. Dan dari deretan mantannya, semuanya rata-rata orang berada.

Dan aku menyerah. Itu bukan gayaku. Karna gayaku sama dengan gaya Nayla. Sederhana dan manis. Dan sangat menikmati hidup. Dan kopi.

Hidup itu pilihan. Aku tidak menyalahkan Dastan untuk pilihan pergaulannya. Aku hanya tidak bisa berada di pergaulan yang sama dengannya. Sesederhana itu.

Tapi tetap terlalu lama. Terlalu lama bagiku untuk mencari Nay dan menariknya kembali dalam pelukanku untuk sama-sama kuliah lagi (kalau perlu aku membujuk Papa untuk membiayai kuliah Nay) sambil aku memperbaiki nilai-nilai kuliahku yang hancur. Dan itu yang sedang akan aku lakukan sekarang. Menjemput Nay untuk mau kembali kuliah di Bandung bersamaku.

~**~

            Butuh waktu sekitar empat jam setengah menggunakan bis dari bandara Kuala Namu hingga ke Sidikalang, kampung halaman Nayla. Sidikalang adalah ibu kota Kabupaten Dairi, terletak di daerah pegunungan yang sejuk. Udara yang sejuk itu menjadi salah satu faktor penentu mayoritas pekerjaan masyarakat Sidikalang yaitu petani. Komoditas pertanian yang unggul dari daerah ini selain kopi adalah jagung, sayur mayur, pisang, jeruk, kentang, terong belanda, durian dan lain lain.

Dadaku berdebar kencang saat aku turun dari bis dan mulai berjalan perlahan sambil memperhatikan alamat yang kupegang.

Aku punya alamat Nayla karna aku memintanya sejak awal perkenalanku dengan Nayla. Mudah-mudahan alamat yang diberikan Nayla benar, bukan alamat palsu.

Akhirnya aku sampai di alamat yang kutuju. Sebuah rumah mungil yang asri dan bersih.

Setelah pintu rumah kuketuk cukup lama, pintu itu akhirnya terbuka juga dan seraut wajah paruh baya nongol dari balik pintu.

“Iya, ada perlu apa ya?”

“Benar ini rumah Nayla?”

“Nay?” tanya perempuan itu dengan nada kaget.

“Iya, Nay. Aku teman kuliahnya di Bandung. Namaku Tia.”

“Nay tidak tinggal di sini lagi.”

“Oh, jadi sudah pindah. Dimana Nay tinggal?”

“Akan kutunjukkan padamu.”

~**~

            Aku menatap gundukan tanah di hadapanku dengan tatapan penuh air mata. Aku tak henti-hentinya menangis. Nay ternyata sudah meninggal dunia tiga bulan yang lalu. Naylaku  sudah pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Nay pulang ke kampung halamannya saat memasuki semester empat bukan karena untuk membantu orangtuanya bekerja, tapi karena sakit. Nayla menderita Leukemia akut hingga jiwanya tak tertolong.

Tiba-tiba aku ingat kata-kata Nayla dulu agar aku jangan berpacaran dulu dengan Dastan. Saat itu ternyata Nayla meminta aku menyediakan waktu untuknya, untuk menemaninya, hingga ajal menjemputnya.

Aku menyalahkan Nayla karena tidak mau jujur tentang penyakitnya padaku. Tapi menurut ibunya, Nayla memang begitu. Ia tidak pernah membiarkan orang lain repot karena dirinya. Ia tidak ingin merepotkan siapapun. Ia seorang yang mandiri.

Dan untuk kesekian kalinya, aku menangis lagi.

~**~

            Setahun Kemudian….

Aku tersenyum senang ketika papan nama yang terbuat dari kayu pinus itu selesai dipasang. Nay Espresso. Nama yang bagus, paling tidak menurutku.

Kedai kopi yang sekarang ada di hadapanku ini aku persembahkan khusus untuk Nayla. Untuk semua harapan Nayla ketika Nay masih hidup. Untuk cita-citanya mempunyai kedai kopi yang cozy dan cukup terjangkau harganya untuk anak-anak kuliahan seperti aku.

Aku berhasil membujuk papa untuk memodali usahaku ditambah semua uang yang kupunya di rekening tabunganku agar Nay Espresso bisa segera dibangun dan beroperasi.

Aku berjanji pada Papa bahwa kelak, kalau Nay Espresso sudah bisa memberi keuntungan, aku akan mengembalikan modal yang sudah diberikan Papa padaku. Aku menganggapnya sebagai pinjaman. Tapi Papa cuma tersenyum dan bilang agar aku jangan terlalu khawatir tentang hal itu. Agar aku fokus saja pada bagaimana menjalankan Nay Espresso dengan baik.

Untuk sementara aku menyewa sebuah ruko tidak jauh dari kampusku sebagai tempat Nay Espresso beroberasi, lalu lima orang karyawan – terdiri dari dua orang barista dan tiga orang pelayan – aku pekerjaan untu membantuku mengelola Nay Espresso setelah – tentunya – semua peralatan untuk keperluan kedai sudah ready untuk digunakan.

“Ini kedai kopi kita Nay,” bisikku dalam hati, “ups, aku ralat. Ini kedai kopimu. Aku membangunnya untukmu. Letaknya tidak jauh dari kampus kenangan kita. Ada banyak jenis kopi yang disuguhkan di sini, ada banyak camilan yang juga jadi menu andalan kedai ini seperti camilan bluberry cheese cake favoritmu. O. ya, kau tahu, menu andalan Nay Espresso adalah pure Sidakalang. Ini adalah kopi Sidakalang bercita rasa tinggi, kopimu, kopi yang berasal dari tempat yang paling kau sayangi di dunia ini. Tempat yang juga jadi tempat istirahat terakhirmu. Kopi ini disaring secara manual untuk menghasilkan rasa tradisional yang khas, pekat dan nikmat. Semoga kau bahagia Nay, dengan semua yang kulalukan untukmu ini.” Aku mengusap papan nama itu dengan perasaan  haru dan bahagia.

Good Coffee is like friendship; rich, warm and strong, kata Pan American Coffee Bureau. Seperti itulah persahabatanku dengan Nay, kaya (akan rasa sayang dan pengertian), hangat dan juga kuat.

Beristirahatlah dengan tenang dan dalam kedamaian yang abadi Nay. Aku akan selalu memelukmu dengan doa-doaku….

 ~ Selesai ~

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2016 in Kompetisi Menulis Cerpen

 

Resep Makaroni Pedas

Setelah seblak kerupuk (dan juga seblak makaroni basah), akhir-akhir ini makanan yang digemari anak-anak (berdasarkan pengamatan saat mengantar keponakan sekolah) adalah makaroni kering yang dikasih bumbu (bisa pedas atau manis). Nah daripada resah karena mungkin tingkat ke-higienis-an atau tingkat kebersihan makanan itu kurang, ada baiknya kita bikin sendiri makaroni goreng ini. Berikut beberapa resepnya.

Makaroni Pedas Manis

makaroni pedas manisBahan :

200 gram makaroni mentah (kering, bukan basah)

minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

gula merah kurang lebih 5 buah (potong kecil-kecil)

garam dapur secukupnya (kurang lebih 1/2 sendok teh)

15 cabai merah besar

5 cabai rawit

air secukupnya

Cara Membuatnya :

  1. Panaskan minyak goreng
  2. Setelah minyak panas, masukkan macaroni mentah dan goreng hingga mengembang, kemudian tiriskan.
  3. haluskan cabai merah, cabai rawit merah dan garam hingga halus.
  4. siapkan wajan kosong untuk membumbui macaroni
  5. Panaskan wajan tersebut, lalu masukkan gula merah hingga meleleh.
  6. Tambahkan air sedikit saja. Lalu masukkan cabai yang telah dihaluskan tadi dan aduk hingga rata.
  7. Setelah rata, tunggu hingga campuran gula tersebut meletup-letup.
  8. Kemudian kecilkan kompor dan masukkan macaroni goreng yang sudah ditiriskan, aduk terus menerus hingga rata dan dingin.
  9. Lalu matikan kompor dan terus aduk macaroni tersebut hingga dingin dan terpisah-pisah
  10. Setelah dingin, masukkan macaroni ke toples yang tertutup rapat.
  11. Macaroni goreng pedas manis siap dihidangkan

Makaroni Pedas

makaroni pedasBahan :

Makaroni 150 gram

Minyak goreng secukupnya

Cabai kering 30 gram

Bawang goreng 1 sdm

Garam secukupnya

Daun jeruk 2 lembar

 

Cara membuat :

Panaskan minyak dalam wajan, goreng macaroni hingga matang (warnanya kecoklatan), angkat kemudian tiriskan

Blender cabai kering, bawang goreng dan daun jeruk, sisihkan

Taburkan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam macaroni yang sudah digoreng lalu diaduk rata

Taruh di dalam stoples yang tertutup rapat

Macaroni siap dihidangkan atau bisa dimakan sewaktu waktu untuk camilan

 

Makaroni goreng keju
makaroni keju--Bahan – Bahan

  • minyak goreng secukupnya
  • 200  gram  makaroni
  • 100  gram  keju parmesan bubuk
  • ¼  sdt  garam

Cara Membuat 

  1. Panaskan minyak goreng yang banyak dan bersih. Goreng makaroni hingga mengembang dan kering. Angkat dan tiriskan. Diamkan hingga dingin.
  2. Campur keju parmesan dan garam hingga rata.
  3. Masukkan campuran keju parmesan ke dalam makaroni goreng, lalu aduk hingga rata.

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 27, 2016 in Resep Camilan Ringan (Snack)

 

Perawatan kulit wajah agar kulit tetap halus

women--Punya kulit yang bersih dan sehat? wow siapa yang tidak mau? untuk itu jangan malas-malas untuk membersihkan kulit yaa terutama di bagian wajah. Biasakan lakukan hal-hal sederhana untuk merawat wajah kamu seperti berikut :

  • Sebelum kamu menyentuh daerah wajah, sebaiknya biasakanlah untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan air bersih, agar wajah terbebas dari kuman dan bakteri.
  • Bersihkan wajah dengan air mengalir dan berikan pijatan pada wajah untuk membantu memperlancar peredaran darah. Sebaiknya lakukan pembilasan dengan benar dan akhiri dengan pengeringan menggunakan handuk bersih dan lembut.
  • Biasakan untuk membersihkan wajah dengan pembersih dan penyegar yang cocok dengan jenis kulit kamu, setiap pagi dan malam atau setiap kali keluar dari rumah.
  • Biasakan untuk selalu memakai pelembab wajah setiap akan beraktifitas diluar rumah, agar kulit wajah tetap terjaga dan terbebas dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan flek hitam.
  • Luangkan waktu sekitar 2-3 menit setiap malam untuk memijat kulit wajah setiap sebelum tidur. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan letih pada wajah dan memberikan warna kulit agar tetap sehat dan cerah.
  • Perbanyak mengkonsumsi air putih setiap hari untuk menjaga kulit wajah terlihat lebih cerah dan segar.
  • Minumlah vitamin E sesekali untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam
  • Biasakanlah menggunakan masker wajah minimal 2 kali dalam 1 minggu, agar kotoran yang menempel pada wajah akan terangkat dan wajah akan menjadi lebih bersih dan segar. Sebaiknya gunakanlah masker alami yang aman bagi kulit wajah.

Khusus untuk masker wajah ini, jika tidak membeli produk dalam bentuk siap pakai, kamu bisa membuatnya sendiri, contohnya :

Pepaya

Buah pepaya mengandung vitamin A, C, beta-carotene, dan fitonutrisi lain di dalamnya. Nutrisi ini membantu untuk melawan radikal bebas yang bisa merusak kulit. Selain itu, pepaya juga bisa memperlambat proses penuaan.

Kamu tinggal menumbuk sepotong pepaya dan menerapkannya langsung pada wajah. Diamkan selama 20 menit lalu bilas dengan hair hangat.

Madu dan air mawar

Kamu cukup mencampurkan madu dan air mawar, masing-masing satu sendok teh. Lalu terapkan pada wajah dan leher. Diamkan selama 15 menit dan bilas.

Pisang dan susu

Kedua bahan ini bisa membantu menenangkan kulit dan menyehatkan dari dalam. Hancurkan beberapa potong pisang dan campurkan dengan dua sendok teh susu, kemudian kamu bisa menerapkannya pada wajah.

Pisang, yogurt dan madu

Campuran dari ketiga bahan ini sangat baik untuk menjaga kulit agar tetap lembut. Tumbuk seperempat pisang dan tambahkan satu sendok teh yogurt dan madu. Terapkan pada wajah dan bilas dengan air hangat.

Alpukat dan yogurt

Alpukat adalah pelembab yang baik, sementara yogurt baik untuk pengelupasan kulit, dan keduanya mengandung vitamin E. Campurkan keduanya dengan masing-masing sebanyak satu sendok makan. Terapkan pada wajah dan leher, lalu diamkan 20 menit, kemudian bilas dengan air hangat.

Teh Hijau dan tepung jagung

Campur 1 sendok corn meal (tepung jagung) dengan air teh hijau hingga membentuk scrub yang lembut. Lalu balurkan scrub pada kulit wajah hingga merata. Keringkan scrub hingga terlepas dari kulit.

Tomat 

Ambil 1 buah tomat segar. Potong buah tomat menjadi beberapa bagian. Tempelkan pada wajah dan diamkan selama kira-kira 15 menit. Angkat tomat dari wajah, bilas wajah dengan air hangat.

Mentimun

Haluskan mentimum secukupnya hingga menjadi bubur. Oleskan pada kulit wajah dan leher secara merata. Biarkan sampai kering. Setelah itu bersihkan dengan air dingin. Lakukan perawatan ini secara rutin agar kulit wajah kamu menjadi segar dan halus.
Selamat Mencoba

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 27, 2016 in tips

 

Raisa di Ancol : lagu latar Raisa feat Alan Walker : Faded ^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2016 in Travelling

 

Resep Bolu Tape Singkong

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 29, 2016 in resep

 

Catatan Perjalanan; Bali

gwk

 Day 1

Hari masih subuh ketika bis yang membawa gue dan rombongan (dari tempat kerja) berangkat menuju bandara Soekarno Hatta. Peserta tour diwajibkan nyampe ke tempat keberangkatan  (yaitu daerah Kemanggisan, Slipi, Jakarta Barat, Indonesia) sebelum waktu sholat subuh. Dan kita sepakat sholat subuh di masjid At Taqwa yang terletak berseberangan dengan tempat kerja.

Hal yang cukup jarang bagi gue melewati jalanan di Jakarta dalam keadaan lengang seperti itu. Ya iyalah, ngapain juga subuh-subuh berkeliaran di jalanan ibukota kalo ngggak ada keperluan apa-apa heuheu. Untung saat itu udara lagi lumayan cerah, ga turun ujan deres jadi cuacanya ga terlalu dingin. Sempet gerimis sebentar sih, tapi udah gitu gerimisnya berhenti. (Backsong Hujan Gerimis by Benyamin S & Ida Royani). Eh ujan gerimis aje.. ikan teri diasinin..eh jangan menangis aje..yang pergi jangan dipikirin..

Acara jalan-jalan kali ini merupakan acara family gathering yang biasa dilakukan ditempat kerja gue. Tadinya ada dua pilihan; pergi ke Padang, sumatera barat atau Bali. Dan mayoritas suara memilih Bali.

Bali menjadi destinasi wisata Indonesia dan dunia sudah sejak lama. Dan gue rasa salah satu sebabnya pasti karena pantai-pantai di bali Indah bingit! Pantai-pantai lainnya lewaaaat… (backsong; welcome to my paradise from steven & the coconut treez wakakak)…welcome to my paradise .. where this sky so blue..where the sunshine so bright..welcome to my paradise..where  you can be free.. where the party never ending…

tapi sayangnya, cuma pantai Kuta, Uluwatu, Tanah Lot, Jimbaran dan pantai Pandawa yang berhasil gue (kita) kunjungi di sanah karena jadwal acara yang begitu padet (kalah padet deh acara ahok dalam rangka menghadapi pilkada tahun depan, hihi).

awan3--Ketika pesawat mengudara, gue akhirnya bernafas lega. But You know? I hate fly. I Always hate flying. Fly isn’t cool at all for me. Gue lebih suka naik kereta api aja daripada naik pesawat terbang.

Jadi sepanjang perjalanan sampe nyampe ke bandara I Gusti Ngurah Rai, gue baca ayat kursi. Yaah,, harap maklumlah, namanya juga phobia, LOL. (No backsong this time.. gimana mau nyanyi kalo lagi takut terbang?)

Tapi di sela-sela ketakutan gue itu, gue sempet juga sih foto-foto pemandangan di luar pesawat. Untungnya gue dapet kursi deket jendela. Yippie. awan1__

Akhirnya pesawat landing di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (perjalanan kurang lebih 2 jam-an, masa kata temen gue deketan ke denpasar daripada ke bekasi, secara kalo ke bekasi bisa 2 jam lebih karena macet, wakakak).

Nyampe Bandara rombongan dibagi dua bagian yang masing-masing menempati satu bis kecil yang udah disiapkan oleh Mas dan Mbak dari pihak tour & travel yang kita pilih yaitu Panorama Tours.

awan2__

Sebelumnya kita juga sempet dikalungin rangkaian bunga kamboja oleh Gus dan Gek yang nyambut rombongan kita.

O ya ada 4 panggilan untuk orang bali yang sebaiknya kita tau kalau kita mau liburan ke Bali :

1.Bli. Bli artinya kakak (laki-laki). Panggilan ini biasanya diberikan untuk teman laki-laki yang sudah dikenal. Kamu bisa manggil Bli dengan orang yang lebih tua tapi tidak terlalu tua (dihormati) atau tidak terlalu muda bagi kamu. Tapi Bli sebaiknya juga tidak digunakan untuk orang yang tidak dikenal karena beberapa orang belum tentu suka dipanggil Bli, jadi lebih baik kenalan dulu.

2.Mbok. Berbeda di Jawa, Mbok di Bali artinya kakak (perempuan).

3. Gus. Panggilan Gus asalnya dari kata Bagus yang berarti tampan/ganteng/baik untuk laki-laki. Panggilan ini bisa digunakan untuk orang yang tidak kamu kenal tapi umurnya sebaya atau lebih muda dari kamu.

4.Gek. Panggilan Gek berasal dari kata “Jegeg” yang artinya cantik. Panggilan ini ditujukan untuk perempuan yang tidak kita kenal.

Tujuan pertama ketika kita keluar dari bandara I Gusti Ngurah Rai adalah tempat belanja oleh-oleh Krisna. Yup! Shopping first ladies and gentlemen..

Tapi sementara kita jalan-jalan, koper kita langsung dibawa ke Best Western Kuta Beach Hotel (tempat kita menginap selama di bali) oleh beberapa mas dari Panorama dengan menggunakan kendaraan Box tertutup. Kita bakal ketemu koper koper kita di lobby hotel malam nanti setelah selesai jalan-jalan.

Toko Krisna oleh-oleh khas Bali mempunyai 4 cabang. Cabang ke empat (yang kita kunjungi) ada di Jl. Taya Tuban, Kuta, Bali.

Toko Krisna berdiri pertama kalinya pada 16 Mei 2007 dengan pendirinya Bapak Gusti Ngurah Anom yang sekaligus owner dari COK Konfeksi, salah satu pusat baju/kaos Bali.

Toko ini buka selama 24 jam, jadi kapanpun kamu mau belanja di sini ga ada batasan waktu.

Dan hanya berjarak 5 menit dari Bandara.

Di sini terdapat berbagai camilan seperti pie susu, macam-macam keripik, ceker garing dan bermacam kue kering. Juga ada buah salak dan dodol kering. Tidak hanya itu, ada juga berbagai kopi khas Bali seperti Kopi Kintamani, Kopi Mangsi dan Kopi Bali Spirit. Kopi yang ditawarkan pun ada 2 macam, yaitu bubuk dan biji kopi. Harga untuk sekantung kecil kopi antara 10500 sd 100000 IDR.

Setelah puas belanja makanan, kamu bisa belanja pakaian. Di bagian belakang toko merupakan area besar yang khusus untuk pakaian. Dari pakaian anak-anak sampai dewasa. Dari pakaian santai sampai pakaian resmi. Kaos bali yang khas itu (yang tipis dan adem itu) ada juga di marii loh. Harga yang ditawarkan pun masih masuk akal. Sebuah daster anak dihargai (paling murah) 15000 IDR dan sebuah baju Bali dewasa dihargai (paling murah) 25000 IDR.

Selain baju dan makanan masih ada kain khas bali, selimut, bedcover, tas perca kain, tas anyaman, pernak pernik dan aksesoris, bahkan lukisan juga ada!

dipilih kaosnya dipilih!

dipilih kaosnya dipilih!

 

Dari Krisna kita lanjut ke Garuda Wisnu Kencana Culture Park atau taman budaya Garuda Wisnu Kencana. Taman ini terletak di sebelah selatan pulau Bali. Tepatnya di jalan raya Uluwatu, desa Ungasan, Kuta Selatan, kabupaten Badung. Luas dari taman GWK adalah 240 hektar. GWK bisa dicapai dari bandara I Gusti Ngurah Rai kurang lebih 20 menit atau lebih (tergantung kemacetan jalan, mungkin bisa lebih cepet kalo ke sininya naik helikopter.. wiidiih keren.. *ngayal-suka-suka-gue* heuheu)

Daya tarik utama wisatawan berlibur ke GWK culture park adalah untuk melihat patung Garuda Wisnu. Dibangun dan di ukir oleh pengukir dan pematung terkenal bernama, I Nyoman Nuarta patung tersebut tampak tinggi menjulang.155_

Pembangunan tempat wisata di GWK, di prakarsai oleh Yayasan Garuda Wisnu Kencana pada tahun 1992. Pembangunan ini dilakukan dengan tujuan menjadi tempat wisata budaya yang terkenal ke mancanegara.

Yayasan GWK (setelah menyelesaikan konsep dari proyek yang akan dilakukan) memerlukan waktu kurang lebih dua tahun untuk mendapatkan lokasi yang sempurna. Sebelum adanya pembangunan GKW, lokasi yang berada di bukit Ungasan ini dulunya merupakan tempat penambangan batu kapur.

Yayasan GWK menunjuk I Nyoman Nuarta sebagai pematung utama karena I Nyoman Nuarta merupakan salah satu pematung modern terbaik Indonesia.

Dengan berjalannya waktu, tempat wisata di Bali GWK berkembang menjadi sebuah tempat pameran budaya, acara dan atraksi hiburan, serta menjadi forum informasi dan komunikasi untuk budaya lokal, budaya nasional, budaya regional bahkan budaya internasional.

Tiket masuk ke GWK adalah (harga sewaktu-waktu bisa berubah) 60000 IDR untuk dewasa dan 50000 IDR untuk anak-anak.

Tempat berikutnya yang gue dan teman-teman kunjungi adalah Pantai Pandawa. Cucok banget deh kalo abis panas-panasan di GWK terus maen air di pantai.

Pantai Pandawa terletak di balik perbukitan  dan biasa disebut sebagai pantai rahasia (secret beach). Letak pantai Pandawa adalah di Kuta Selatan, kabupaten Badung, Bali. Di sekitar pantai terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi nama Dewi Kunti, dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Dan cukup banyak juga wisatawan domestik dan mancanegara yang melakukan paralayang dari bukit Timbis hingga ke pantai Pandawa.

Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore ketika kita sampai di pantai Pandawa. Cuaca saat itu sedang cerah-cerahnya. Matahari bersinar terik sekali sehingga lumayan terasa panas menyengat menerpa kulit. Tapi tentu saja udara panas ini yang dicari bule-bule yang berseliweran di pinggir pantai secara cuaca sepanas ini mungkin tidak mereka dapatkan di negara mereka.

Pandawa Beach

Pandawa Beach

Di sepanjang pinggir pantai, terdapat kios-kios kecil untuk jualan makanan dan minuman. Dan pastinya gue menyempatkan diri untuk minum es kelapa muda yang dicampur sirup dan es batu.. slurrrphh .. segar.

Harga kelapa muda (satuan) yang gue minum ternyata sama saja seperti di pantai/tempat lainnya di pulau Jawa yaitu sekitar 10000 IDR. Makanan atau camilan lainnya juga banyak terdapat di sini, jadi jangan takut kelaparan karena nggak menemukan makanan hehe. O, ya, bagi kamu yang badannya rada-rada pegel gimana gitu, ada jasa pemijitan di pinggir pantai loh. Wow.

pantai pandawa copy

at Pandawa Beach

 

Dari pantai Pandawa, tour di lanjutkan ke Uluwatu temple atau pura luhur Uluwatu. Pura Uluwatu adalah salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Juga dipercaya sebagai Pura penyengker. Pura Sad Kahyangan atau Sad Kahyangan Jagad adalah enam pura utama yang menurut kepercayaan masyarakat Bali merupakan sendi-sendi pulau Bali.

Pura Uluwatu pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Uluwatu Temple

Uluwatu Temple

Pura Uluwatu terletak di desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Yang paling unik dari keberadaan Pura ini adalah letaknya di pinggiran tebing dengan ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Nah, di hutan kecil itulah dan di beberapa tempat di pekarangan Uluwatu temple biasanya monyet-monyet berkeliaran. Kata Bli Gede, tour guide yang nemenin kita jalan-jalan, monyet-monyet itu jail, jadi  kalo kamu memakai perhiasan yang melekat di tubuh kayak anting-anting, jam tangan, kacamata, dll, sebaiknya dilepas saja, karena monkey-monkey itu (dari yang udah-udah) hobi bingit menjambret perhiasan yang kita kenakan.

Harga tiket ke Uluwatu temple 20000 IDR sementara untuk parkir kendaraan 5000 IDR untuk mobil sementara untuk bis 10000 IDR. By the way kita ke Uluwatu selain untuk lihat pemandangan yang indah, juga mau lihat sunset sambil nonton tari Kecak. Tari Kecak di Uluwatu termasuk obyek wisata yang tak boleh terlewatkan. Kita harus mengenakan sarung terlebih dahulu sebelum masuk, sebagai tanda menghargai budaya lokal.

Nonton tari kecak ternyata harus bayar. Berbeda dengan ongkos masuk ke kuil, untuk nonton tari kecak, para wisatawan diharuskan membayar tiket 100000 IDR per orang.

tari kecak

Panggung untuk menari kecak ini sangat keren karena dilatarbelakangi laut Uluwatu yang biru mempesona. Tiupan air laut yang sepoi-sepoi membuat mata jadi ngantuk.. rasanya pengen bobo aja di pinggir laut hihihi.

nonton tari kecak

Para turis yang mayoritas dari mancanegara mulai berdatangan. Seperti sebuah upacara keagamaan, para penari diberikan air suci terlebih dahulu sebelum memulai tarian.

Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari “Cak” atau tari api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cendrung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari “Lakon Pewayangan” seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan dan upacara lainnya.

uluwatu__

nonton tari kecak yuk!

Bentuk – bentuk “Sakral” dalam tari kecak ini biasanya ditunjukan dalam hal kerauhan atau masolah yaitu kekebalan secara gaib sehingga tidak terbakar oleh api. Tidak seperti tari bali lainnya yang menggunakan gamelan sebagai musik pengiring dalam pementasan tari kecak ini hanya  memadukan seni dari suara – suara mulut atau teriakan – teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” sehingga tari ini disebut tari kecak.

Suara nyanyian 100 penari dimulai dengan duduk melingkar. Mereka menyanyi dengan koor terstruktur seperti permainan gamelan, dengan nada dan ritme yang bervariasi. Lagu ini mengiringi sebuah cerita yang dipentaskan dengan tarian yang menceritakan epos Ramayana. Bagian yang menjadi cerita pada pementasan ini adalah ketika Rama dan Sita berburu rusa, lalu Sita diculik Rahwana dan terakhir adalah kisah Hanuman yang mengalahkan Rahwana. Menyaksikan tarian kecak dan tarian alam di tebing Uluwatu merupakan pengalaman yang mampu memberikan daya magis tersendiri. Euforia mistis dipadu dengan koreografi tarian yang memasukkan unsur komedi akan membuat kamu terkesan. Belum lagi sunsetnya yang indah. Duh.

Sunset di Uluwatu

Sunset di Uluwatu

Sunset di Uluwatu

Sunset di Uluwatu

 

Rasanya cukup lelah ketika aksi tari kecak itu selesai juga (jadi yang lelah bukan para penari saja, gue yang nonton juga lelah hihihi).

O ya ada kejadian lucu tentang monyet-monyet jail itu yaitu ada beberapa turis (kayaknya turis mancanegara, kurang jelas juga abis suasananya gelap) yang barangnya dicuri salah satu monyet pas lagi asik nonton sehingga terjadi sedikit keributan. Dasar monyet. Walhasil temen gue ngibrit ketakutan dan dia memilih nunggu di bis dan tidak melanjutkan nonton tari. Gue nyusul kurang lebih setengah jam kemudian, sementara pertunjukkan masih berakhir sekitar setengah jam-an lagih. Abis udah gelap banget. Sementara lampu sama sekali nggak dinyalakan di area itu (atau emang nggak ada lampu?).

Dan sama seperti beberapa temen gue, akhirnya kita nunggu yang lain selesai nonton sambil ngerumpi. Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam lebih (lupa tepatnya hehe) ketika akhirnya semua peserta rombongan ngumpul dan bis keluar dari Area Uluwatu Temple. Bye bye monyet. Lain kali jangan jail lagi yah.

Sebelum kita check in di Best Western Kuta Beach Hotel (hotel ini letaknya 100 meteran dari pantai kuta), masih ada satu tempat lagi yang kita kunjungi yaitu dinner di jimbaran! Yippie. Makan seafood kita broh..  yummie!

Jimbaran merupakan salah satu tempat favorit untuk makan sea food di bali. Lokasinya yang dekat dengan Kuta dan Nusa Dua membuat jimbaran menjadi salah satu tempat wisata kuliner khas bali yang cukup populer. Di sekitar Jimbaran, terdapat beberapa desa nelayan sehingga restoran-restoran sea food di Jimbaran bisa mendapat pasokan ikan segar dari nelayan.

jimbaran__

dinner nyok!

Saat dinner, suasana kerennya terasa. Sambil makan kita mendengar deburan ombak memecah batu karang, diiringi suguhan tarian tradisional bali yang terkenal. What a night!

penari

dua penari tradisional bali yang cantik di jimbaran beach

Yang mau candle light dinner, ga ada salahnya mampir di marii… asik bingit soalnya! gue rekomendasikan banget.

Sehabis makan, akhirnya kita berangkat menuju hotel. Semua orang kayaknya udah kecapekan dan ngantuk bingit pengen tidur. Yeah, dalam satu hari beberapa tempat berhasil kita kunjungi itu sesuatu.

Setelah nyampe kamar, gue akhirnya puas-puasin mandi (abis seger sih!) sebelum akhirnya ngegubrak tidur. Night Bali. Night World. Sleep Well.

Day 2

Di hari kedua semua orang sepertinya semangat lagi untuk wisata ke tempat tempat keren lainnya. Semuanya sepertinya punya semangat dan tenaga baru. Yah gimana ga semangat kalo udah dicharger breakfast yang yummie. Hehe.

Di hari kedua ini ada 3 tempat yang akan kita kunjungi yaitu Pabrik kata-kata Joger yang merupakan tempat belanja oleh-oleh, lalu ke tempat wisata Bedugul dan terakhir dilanjutkan pergi ke Tanah Lot.

Sebelum memulai acara gue sempet foto-foto suasana di luar hotel yang sunyi senyap (iyalah secara masih subuh). Ketika membuka jendela kamar angin dingin langsung menerpa, seger bingit. Sambil menyeruput kupi item panas gue menikmati pemandangan di luar kamar. Gue dan temen gue dapet kamar di lantai 5.

view from best western kuta beach hotel at 5 am

view from best western kuta beach hotel at 5 am

Ketika bis mulai berangkat meninggalkan hotel, Bli Gede, tour guide kita – sesuai tugasnya – mulai bercerita tentang kehidupan masyarakat bali.

Di sepanjang jalan yang dilalui, gue menemui banyak rumah masyarakat Bali yang di depannya terdapat pura atau tempat sembahyang. Menurut Bli Gede, setiap masyarakat yang beragama Hindu di bali pasti memiliki pura untuk tempat sembahyang mereka, sekecil apapun pura itu. Pura yang ada di rumah masing-masing keluarga ini disebut dengan nama sanggah/merajan.

Sanggah/Merajan ini merupakan tempat suci untuk memuliakan dan memuja arwah para leluhur terutama ibu atau bapak yang sudah tiada dan berada di alam baka (sunia loka). Pembuatan sanggah/merajan tidak sekedar hanya hiasan belaka, namun didasari atas landasan yang menaunginya seperti dalam Bhagawad Gita.

Pada mulanya bahan untuk membuat sanggah adalah dari pepohonan terutama pohon dapdap yang dipercayai sebagai taru sakti (tanaman yang mudah tumbuh dan secara filosofis memiliki makna tumbuhan pemarisudha atau pembasmi segala kekotoran). Sanggah yang terbuat dari pohon dapdap sering disebut sanggah turus lumbung, namun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi maka didirikanlah sanggah permanen.

Mengenai batasan waktu penggunaan turus lumbung tidak ada ketentuannya sebab sesuai dengan ajaran agama hindu yang luwes, pengalamannya selalu dikembalikan kepada umat yang bersangkutan, terutama masalah kemampuan umat untuk membuat sanggah yang permanen atau tidak.

Sepanjang jalan menuju Joger ternyata banyak sawah, hutan dan ladang sayuran yang ditemui. Joger adalah sebuah tempat belanja oleh-oleh yang menjual antara lain kaos, tas, sandal dan pernak-pernik atau aksesoris lainnya. Joger di kenal juga sebagai pabrik kata-kata, karena design kaos di sini mostly menampilkan kalimat-kalimat motivasi atau kalimat lucu yang banyak mengandung filsafat hidup.

Kata Joger merupakan perpaduan nama depan dari Joseph theodorus Wulianadi (yang merupakan owner dari Joger) dengan nama teman sekolahnya di Jerman, Gerhard. Harga kaos (uk. dewasa maupun anak-anak) beragam, tapi paling murah rata-rata adalah 60000 IDR.

Joger berada di dua lokasi. Lokasi pertama adalah di jl raya Kuta, hanya memerlukan waktu 10 menit dari bandara untuk mencapainya. Sedangkan yang kedua (yang gue dan teman-teman kunjungi) adalah joger yang berada di desa Luwus, Bedugul, Bali, tepatnya di jalan Mekarsari – Luwus KM 37.5, Tabanan. Kenapa tempat kedua yang dipilih karena jalurnya searah menuju tempat wisata Bedugul.

Joger Baturiti Tabanan

Joger Baturiti Tabanan

Daan.. karena gue sayang keponakan,, maka beberapa baju lucu dan unyu yang berwarna pink gue beli untuk keponakan-keponakan perempuan tercintah.

bedugul1

at tempat wisata Ulun Danu Beratan Bedugul

Destinasi berikutnya adalah tempat wisata Bedugul. Jalanan dari Joger menuju tempat wisata ini mengingatkan gue pada suasana puncak di Cipanas. Jalannya berkelok-kelok menanjak menaiki bukit sementara di sisi kiri dan kanan jalan banyak sayuran yang ditanam seperti kol, tomat, bit, wortel serta hamparan sawah yang terlihat siap panen di beberapa tempat.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya kita tiba juga di tempat wisata yang dituju yaitu tempat wisata Ulun Danu Beratan, dimana di tempat wisata ini selain terdapat taman dengan bunga-bunganya yang indah dan beraneka warna, lalu danau yang cukup luas, terdapat juga sebuah pura yang dikenal dengan nama Pura Ulun Danu Beratan.

Sejarah pura Ulun Danu Beratan ini dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat pada lontar babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan pura Ulun Danu ini adalah terdapat peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Kedua artefak tersebut sampai sekarang diletakkan di halaman teras (babaturan) pura Ulun Danu. Dapat diperkirakan lokasi di Pura Ulun Danu Beratan ini telah digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak jaman tradisi megalitikum.

O ya bagi kamu yang belum tau, Pura Ulun Danu beratan ini dijadikan gambar di uang pecahan 50000 IDR loh.

limapuluhribu_

Ketika gue turun dari bis, hawa sejuk langsung menerpa. Cuaca di Bedugul memang terkenal sejuk karena suhunya berkisar antara 18 hingga 22 derajat celsius. Itu sebabnya kabut sering turun di daerah ini. Lokasi dari tempat wisata ini berada di ketinggian 1.239 dpl (di atas permukaan laut). Untuk menuju objek wisata ini diperlukan waktu kurang lebih 2 jam dari Kuta atau terletak sekitar 55 Km dari Denpasar, dan 70 Km dari Kuta.

bedugul3

Jam bukanya adalah dari jam 08.00 sampai 18.00 WTA. Tapi kalau kabut sedang turun, objek wisata ditutup lebih cepat. Untuk harga tiket masuk, dewasa 10000 IDR per orang dan anak-anak 7500 IDR per anak. Tiket untuk turis mancanegara di bedakan loh. Ugh. Untuk dewasa 30000 IDR dan untuk anak-anak 15000 IDR.

O, iya tidak jauh dari pelataran parkir ada beberapa kios yang berjejer rapi menjajakan dagangannya. Banyak yang dijual di sana dari mulai baju, kaos, mukena, tas dan pernak- pernik lainnya. Dan cukup murah loh! Untuk sebuah mukena bali (bahannya adem!) harganya cuma 60000 IDR sajah. Gue langsung beli mukena tersebut untuk mommy dan my lovely sister ^_^ sebagai oleh-oleh.

di sela kunjungan ke objek wisata Ulun Danu Beratan sempat 'mengintip' upacara keagamaan masyarakat bali yang dilakukan di salah satu pura di area terebut

di sela kunjungan ke objek wisata Ulun Danu Beratan sempat ‘mengintip’ upacara keagamaan masyarakat setempat yang dilakukan di salah satu pura di area tersebut

Capek berkeliling, kita akhirnya lunch dulu dan sholat dzuhur karna waktunya udah mencapai jam duabelas lebih. Kita lunch di Ulun Danu Beratan buffet lunch, sebuah restoran yang berseberangan dengan objek wisata Ulun Danu Beratan yang menyajikan makanannya dengan cara prasmanan (buffet), sementara untuk sholat dzuhur dilakukan di salah satu masjid tidak jauh dari restoran tersebut.

Setelah kenyang, kita akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot. Selama perjalanan gue memutuskan untuk tidur. Abis udaranya adem hehe.

Nyampe Tanah Lot gue sama teman-teman *dengan semangatnya* langsung berjalan ke objek wisata tanah lot. Jarak antara parkir kendaraan dengan objek wisata cukup jauh. Di sepanjang jalanan menuju objek wisata ini banyak sekali penjual yang menjajakan dagangannya. Kali ini, dagang yang dijajakan lebih komplit dari tempat-tempat yang pernah didatangi sebelumnya. Beraneka makanan dan pakaian ada di sini. Tapi gue belum mau belanja-belanji dulu, gue mau selfie dan wefie dulu bareng teman-teman hehe.

Ketika akhirnya tiba di objek wisata, kita langsung sibuk ber wefie ria. Masak ada beberapa bule cowok minta foto bareng kita-kita ciyeeehh.

pura tanah lot

Di Tanah lot ini selain pemandangan pantai yang indah, juga terdapat pura yang letaknya di sebuah batu karang yang menjorok ke laut yang sepertinya agak susah untuk dijangkau.

Menurut legenda, Pura Tanah Lot dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16 Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha.

Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot

Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Danghyang menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot – dengan kekuatannya – beliau memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra.
Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben ‘akhirnya’ menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Obyek wisata tanah lot terletak di desa Beraban kecamatan Kediri kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Turis-turis biasanya ramai berdatangan ke pura ini pada sore hari untuk melihat keindahan sunset. Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada hari suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.
tanah lot bali__
Puas berfoto-foto saatnya belanja! never bored to shopping! Shopping is a big part of our life.. so enjoy shopping whenever or whereever you are. hihihi.
Kalo para keponakan cewek udah dibeliin baju (untuk oleh-oleh) di joger. Nah oleh oleh untuk para keponakan cowok nyari di sini. What a lovely auntie! dududulalala.
Dari Tanah Lot kita akhirnya pulang ke hotel. Kita sempat melewati lokasi Bom bali 2 (yang dulunya) Raja’s Cafe, yang terletak di Kuta Town Square. Bli Gede langsung cerita horor  tentang tempat itu bahwa ada yang beginilah dan begitulah setelah tragedi itu terjadi. Ah Bli ada-ada saja!.
Nyampe di hotel kita istirahat dulu sebelum berkumpul lagi selepas sholat isya untuk dinner. Dinner dilakukan  di hotel karena akan ada acara game, dance, nyanyi sama bagi-bagi door prize.  Lumayanlah gue dapet handuk hahaha. Daripada lumanyun.
O ya ada bagi-bagi bingkisan oleh-oleh juga untuk dibawa pulang berupa pia susu khas bali dan kacang bali. Alhamdulillah.
Abis itu, istirahat di kamar masing-masing… Zzzzzzzz
Day 3
Pagi yang tenang dan dingin (secara ac lupa dikecilan) gue bangun dengan mata beraat banget. Hm… Last day.. rasanya sedih gimana gituh kalo harus kembali pulang ke jakarta. Hehe. Party is over.
Tapi karena jadwal pulangnya jam tujuh malem, kita masih bisa pergi ke tempat lainnya yang emang udah dijadwalin untuk dikunjungi. Setelah beres packing dan sarapan, kita sempet ngadain acara game dulu di pantai kuta. Ada berbagai macam permainan menarik dan hadiah menarik untuk dibagikan pada para pemenang, sayang gue nggak dapet satupun secara kalah dalam permainan. hiks.
Pagi di pantai kuta..

Pagi di pantai kuta..

Selesai acara games, kita langsung check out. Koper-koper kita sama seperti waktu kedatangan ke bali di hari pertama, langsung dihandle beberapa mas dari Panorama. Kita bakal ketemu koper kita di bandara malam nanti.
Tujuan utama kita di hari ketiga adalah kunjungan wisata ke desa adat penglipuran. Tapi sebelum mencapai desa tersebut kita sempat singgah di beberapa tempat; makan siang di bebek Made Joni, Ubud, Gianyar, lalu sempat belanja tas dan aksesoris khas bali lainnya di sebuah toko souvenir yang penuh dengan barang etnik bali (yang sayangnya gue lupa nama tempatnya).
at bebek made joni ubud

at bebek made joni ubud

Selesai berbelanja, kita melanjutkan lagi perjalanan ke desa Penglipuran. Untuk mengisi kekosongan waktu dan biar pada nggak ngantuk, Bli Gede akhirnya cerita tentang hantu yang terkenal di bali yaitu, leak. Ah Bli bikin merinding ajah. Sengaja kali ya cerita horor begitu biar kita-kita nggak tidur hehe.
Leak dalam mitologi Bali adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau rangda (ratu ilmu hitam atau ratu leak).
Leak juga sering mengincar seorang wanita hamil untuk menghisap darah bayi atau anak yang baru lahir, untuk melengkapi kemampuan magisnya.
Musuh utama leak adalah barong, karakter dalam mitologi Bal, barong adalah raja dari roh-roh, pemimpin tuan rumah yang baik. Barong dan Rangda ada di urutan alam kosmos dan mewakili Baik dan Jahat.
Sehabis mendengarkan cerita horor akhirnya kita tiba di desa Penglipuran. Desa Penglipuran adalah desa tradisional masyarakat bali yang sering dijadikan objek wisata karena tempatnya yang unik.
Desa ini sangat kental dengan kerukunan dan kebersamaan hidup antar penduduknya. Lokasi desa Penglipuran adalah di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini pernah dianugerahi penghargaan kalpataru yaitu penghargaan di bidang lingkungan hidup.
Menurut masyarakat sekitar, kata penglipuran diambil dari kata Pengeling Pura yang memiliki makna tempat suci yang ditujukan untuk mengenang para leluhur.
Desa Penglipuran berada di ketinggian 600 hingga 7000 meter di atas permukaan laut sehingga tidak perlu heran kalo udara di sini cukup sejuk. Tidak ada sarana transportasi umum untuk mencapai desa Penglipuran sehingga mau tidak mau kita harus menyediakan sendiri transportasi untuk bisa tiba di sana. Banyak wisata yang datang ke sini dengan menggunakan mobil atau motor rental atau menyewa mobil tanpa supir. (Jalan sendiri dong mobilnya hihihi).
Biaya masuk ke desa Penglipuran untuk dewasa adalah 15000 IDR sedangkan untuk anak 10000 IDR, untuk turis mancanegara seperti di tempat-tempat lainnya dua kali lipat jumlahnya ; dewasa 30000 IDR anak-anak 25000 IDR.
at desa penglipuran

at desa penglipuran

Desa Penglipuran terkenal dengan kebersihan dan kerapihannnya. Bentuk dari tiap-tiap rumah penduduk hampir sama. Kemiripan dari tiap-tiap rumah ini terlihat dari pintu gerbang rumah, atap rumah dan dinding rumah yang menggunakan bambu (pada mulanya, tapi belakangan ada yang menggunakan semen). Pintu gerbangnya hanya muat untuk satu orang dewasa dan biasa disebut angkul-angkul.
pintugerbang

angkul angkul

desa penglipuran bali

desa penglipuran bali

Pengelompokkan tata ruang desa terbagi tiga bagian.
Di bagian utara terletak Pura desa yang disebut Pura Penataran. Letaknya lebih tingi dari rumah penduduk.
Di bagian tengah terdapat rumah penduduk (letaknya lebih rendah dari Pura). Saat ini desa Penglipuran dihuni oleh kurang lebih 226 Kepala Keluarga sementara mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah bertani, berternak dan membuat anyaman bambu (kerajinan tangan).
desapenglipuran1

Luas area dari desa Penglipuran kurang lebih 112 hektar dimana 40% dari lahan desa adalah hutan bambu.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran  juga memiliki budaya dan tradisi untuk menghormati wanita. Karena adanya aturan desa yang melarang pria untuk melakukan poligami, jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa. Nah! emang enak dikucilin. *Eh*

Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencurian, bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum untuk memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri, sehingga pencurinya merasa malu (kalau punya rasa malu itu juga hihihi).

Pengelompokan tata ruang yang ketiga adalah setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran  tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Penduduk desa Penglipuran  memiliki minuman khas yang disebut loloh cemceman, minuman ini memiliki rasa seperti air tape dan memiliki warna hijau karena bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman.

Loloh cemceman

Loloh cemceman

Lelah berkeliling desa, akhirnya gue sempet ngopi cantik dulu untuk menghangatkan tubuh. Abis itu keliling lagi untuk ngambil beberapa foto.

Selesai berwisata di desa Penglipuran, gue dan rombonganpun akhirnya kembali ke Denpasar dan sempat dinner dulu di sebuah restoran tidak jauh dari Bandara.
Sampe bandara kita ambil koper dan tiket masing-masing. Lalu check-in, boarding dan menunggu keberangkatan pesawat.
Ketika akhirnya pesawat take off meninggalkan bali gue langsung baper (bawa perasaan). Galau gimana gitu. Hahaha.
What a great journey. I Hope someday i can visit this gorgeous island again. With different destinations and different adventures of course. Aamiin Ya Rabbal’alamin.

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 20, 2016 in Travelling

 

Resep Seblak

Seblak… hmmm mungkin ada yang ngga tau makanan jenis apa seblak itu. Seblak, setau gue adalah camilan yang berasal dari Bandung (ada juga yang bilang berasal dari Garut), dulu, seblak adanya dalam bentuk kering (kerupuk seblak), tapi kini seblak bisa ditemui dalam bentuk basah (seblak basah), beda seblak basah dan kering adalah kalo seblak kering kerupuknya dalam bentuk matang (kering) lalu dibumbui sementara seblak basah kerupuknya dalam keadaan mentah terus direndam/direbus dulu baru dibumbui. Bumbunya sih sama, sama-sama mengandung bumbu utama seblak yaitu cabe merah dan kencur.

Seblak umumnya ditemui dalam keadaan pedas, karna bukan seblak namanya kalau tidak pedas, hehe. Nah, kencur itu sendiri fungsinya adalah untuk menetralisir rasa pedas dalam seblak.

Seblak banyak ditemui di cafe atau resto yang menawarkan menu makanan ini khususnya di kota Bandung. Bahkan seblak juga bisa ditemui dalam bentuk kemasan jadi (instan) seperti mie instan pada umumnya. Tinggal merendam seblak dengan air panas dan mencampur bumbu (yang sudah dikemas), lalu seblak siap dinikmati.

Bahan dasar seblak basah pada mulanya adalah kerupuk, namun kini, seblak basah bisa ditemui dalam bentuk seblak makaroni basah, seblak ceker basah, seblak bakso basah, seblak jamur, dll.

Nah bagi kamu yang ingin mencoba bikin seblak sendiri, ini dia resepnya.

seblak kering

Resep Seblak Kerupuk Kering

  • 2 ons kerupuk bawang
  • 4 buah bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • cabe merah tergantung selera jika ingin pedas, cabenya banyak.
  • kencur secukupnya
  • minyak goreng
  • penyedap rasa (jika biasa memakai penyedap rasa, jika tidak juga gapapa)

Cara Membuat

  1. tumbuk halus bawang, cabe, kencur (atau diblender aja biar cepat)
  2. panaskan minyak d atas wajan 2 /3 sendok
  3. tumis bumbu yg sudah ditumbuk
  4. setelah harum masukan kerupuk lalu aduk aduk hingga merata
  5. masukan penyedap rasa secukupnya
  6. setelah kerupuk tercampur dengan bumbu, angkat
  7. seblak kering siap dinikmati

 

Resep Seblak Kerupuk Basah

seblakkerupukBahan dan Bumbu :

  • 2 ons kerupuk bawang (kerupuk ikan)
  • air secukupnya
  • minyak untuk menumis

Haluskan :

  • 2 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • ½ ruas jari kencur
  • 6 buah cabe merah
  • garam dan penyedap secukupnya

Cara Membuat.

  1. Didihkan air, masukkan kerupuk, rebus hingga lembek, angkat dan tiriskan.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Beri sedikit air, tambahkan garam dan penyedap secukupnya, aduk rata.
  3. Masukkan kerupuk yang telah direbus lalu aduk lagi hingga rata. Masak hingga matang, angkat dan sajikan.

 

Untuk bahan makaroni, ceker, bakso, sosis, caranya sama saja, Makaroni, ceker, bakso, sosis dll direbus hingga empuk, lalu dicampur dengan bumbu seblak yang sudah ditumis hingga harum. Seblak bisa dicampur dengan orak-arik telur biar tambah yummy. ^__^

 

Selamat mencoba.

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 23, 2014 in resep

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 246 pengikut lainnya